Kurangi Impor, Pupuk Kujang Bangun Pabrik NPK Nitrat Pertama di Indonesia

- Penulis

Selasa, 28 Oktober 2025 - 11:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Lintaskarawang.com – PT Pupuk Kujang Cikampek resmi memulai proyek pembangunan pabrik pupuk NPK Nitrat pertama di Indonesia. Langkah ini ditandai dengan penandatanganan kontrak Engineering, Procurement, and Construction (EPC) bersama PT Rekayasa Industri (Rekind), Selasa (28/10/2025) di Karawang.

Direktur Utama Pupuk Kujang, Budi Santoso Syarif menjelaskan, pendirian pabrik ini merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap program pemerintah dalam memperkuat produktivitas pertanian dan ketahanan pangan nasional.

“Selama ini NPK Nitrat masih banyak bergantung pada impor. Dengan hadirnya pabrik ini, akses petani terhadap pupuk berkualitas bisa lebih terjamin,” ujar Budi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Budi, kebutuhan NPK Nitrat dalam negeri mencapai sekitar 500 ribu ton per tahun dan sebagian besar dipenuhi dari luar negeri. Karena itu pabrik ini menjadi langkah strategis untuk menekan ketergantungan impor dan memastikan ketersediaan pupuk secara berkelanjutan.

Kontrak kerja sama tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama Pupuk Kujang, Budi Santoso Syarif dan Direktur Utama Rekind, Triyani Utaminingsih. Penandatanganan juga disaksikan oleh SVP Pengembangan Usaha Pupuk Indonesia, Herdijanto Utomo.

Pabrik NPK Nitrat Pupuk Kujang ditargetkan memiliki kapasitas produksi hingga 100 ribu ton per tahun. Proyek diperkirakan membutuhkan waktu konstruksi 21 bulan dan direncanakan mulai beroperasi pada Kuartal III tahun 2027.

“Mulai 2027, pabrik ini akan menambah kapasitas produksi pupuk nasional,” ucap Budi.

Direktur Utama Rekind, Triyani Utaminingsih menyebut proyek ini sebagai tonggak sejarah baru bagi industri pupuk nasional sekaligus bentuk kolaborasi BUMN yang harus dijalankan secara optimal.

Baca Juga:  Penyebarluasan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat No. 15 Tahun 2017 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif

“Kami berkomitmen menghadirkan pabrik yang efisien dan mampu menghasilkan pupuk berkualitas tinggi,” katanya.

Sementara itu, SVP Pengembangan Usaha Pupuk Indonesia, Herdijanto Utomo, mewakili Direktur Teknik dan Pengembangan Bisnis Pupuk Indonesia Jamsaton Nababan, menuturkan bahwa Rekind dipilih sebagai upaya memperkuat sinergi dalam Pupuk Indonesia Grup.

“Pabrik ini tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga diharapkan memberi efek berganda bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” jelasnya.

Pupuk Kujang sendiri telah melakukan riset NPK Nitrat sejak awal 2024 melalui uji formulasi dan efektivitas terhadap berbagai komoditas di fasilitas kebun riset Kujang Kampioen. Sejumlah petani hortikultura telah mengikuti demplot, termasuk petani bawang merah di Brebes. Mereka menilai tanaman menjadi lebih tahan terhadap kelembapan.

Selain mendukung peningkatan hasil panen, NPK Nitrat juga dinilai lebih ramah lingkungan karena tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca saat diaplikasikan. Pupuk ini akan difokuskan untuk sektor hortikultura seperti sayuran, buah-buahan, tanaman hias, hingga tanaman obat.

PT Pupuk Kujang merupakan anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) yang memasok pupuk bersubsidi di wilayah Jawa Barat, Banten, dan sebagian Jawa Tengah, sekaligus terus mengembangkan produk pupuk nonsubsidi dan komersial lainnya.

Adapun Rekayasa Industri merupakan perusahaan EPC nasional dengan rekam jejak panjang dalam pembangunan pabrik pupuk, kimia, migas, biofuel, pembangkit listrik, hingga infrastruktur. (LK)

 

Berita Terkait

Disnakertrans Karawang dan Polban Gelar Pelatihan Servis AC Mobil untuk Alumni BLK
Pendampingan UMKM Mentorship 2026 di Rawamerta Di Gelar, Perkuat Kapasitas Pelaku Usaha agar Naik Kelas.
ORMAS/LSM Karawang Soroti Dugaan Monopoli Pengelolaan Limbah B3 CATL, Perusahaan Lokal Merasa Tersisih
Mr Kim Desak Pemkab Karawang Tindak Tegas Alfamart Kalijaya, Soroti Dugaan Manipulasi Persetujuan Lingkungan
KWT Mbah Cipto di Telukjambe Jadi Percontohan Urban Farming, Produksi Ribuan Sayuran hingga Edukasi Anak
Warga Kalijaya Melawan: Dugaan “Akal-akalan Izin” Minimarket Picu Kemarahan Publik
Modernisasi Pertanian Tanpa Reforma Agraria Dinilai Ilusi, Aktivis Soroti Ketimpangan Lahan di Karawang
Di Balik Hingar Bingar Dualisme KADIN, UMKM Menjerit di Tengah Kemegahan
Berita ini 22 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 09:33

Pipik Taufik Ismail Serap Aspirasi Driver Ambulans Desa Karawang Utara, Siap Perjuangkan Payung Hukum dan Legalitas Resmi

Senin, 21 September 2026 - 06:25

Apel Pagi Pemkab Karawang, Bupati Tutup Rangkaian Hari Jadi ke-393 dan Sekda Soroti Penyerapan Anggaran Triwulan III

Senin, 21 September 2026 - 06:18

HUT Karawang ke-393 Ditutup Meriah, Ribuan Warga Padati Hareudang Fest dan Bergoyang Bersama Ade Astrid

Senin, 21 September 2026 - 06:15

Bupati Aep Resmikan Jembatan Harmoni Mas, Permudah Akses dan Dongkrak Mobilitas Warga Telukjambe Timur

Senin, 21 September 2026 - 06:13

Perkuat Toleransi, Pemkab Karawang Gelar “Bupati Menyapa” dan Deklarasi Harmoni Nusantara Sambut HUT Karawang ke-393

Senin, 21 September 2026 - 06:08

ORARI Semarakkan Hari Jadi Karawang ke-393, Bupati Aep: Terus Hadir Saat Masyarakat Membutuhkan

Senin, 21 September 2026 - 06:05

Bupati Aep Tegaskan Grand Final Mojang Jajaka Karawang 2026 Bebas Intervensi, Penilaian Murni Berdasarkan Potensi

Senin, 21 September 2026 - 05:55

Pemkab Karawang Gelar Lomba Cipta Menu B2SA, Dorong Pemanfaatan Pangan Lokal untuk Gizi Keluarga

Berita Terbaru