KWT Mbah Cipto di Telukjambe Jadi Percontohan Urban Farming, Produksi Ribuan Sayuran hingga Edukasi Anak

- Penulis

Senin, 11 Mei 2026 - 14:12

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto: Kelompok Wanita Tani (KWT) Mbah Cipto di Perumahan Bumi Telukjambe

Keterangan Foto: Kelompok Wanita Tani (KWT) Mbah Cipto di Perumahan Bumi Telukjambe

Karawang | Lintaskarawang.com – Di tengah keterbatasan lahan permukiman, Kelompok Wanita Tani (KWT) Mbah Cipto di Perumahan Bumi Telukjambe, Blok K RT 03/RW 15, Desa Sukaluyu, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, berhasil menunjukkan bahwa pertanian perkotaan atau urban farming mampu menjadi sumber ekonomi sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat.

Kelompok tani perempuan yang berdiri sejak 2022 itu konsisten mengembangkan budidaya sayuran hidroponik seperti pakcoy, bayam, dan kangkung, saat ini KWT Mbah Cipto telah memiliki sekitar 10 rak tanam dengan kapasitas kurang lebih 2.000 lubang tanaman.

Ketua KWT Mbah Cipto, Chandra Jadianti, mengatakan hasil panen sejauh ini dipasarkan di lingkungan sekitar dan mendapat sambutan positif dari masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Untuk harga jual saat ini, pakcoy Rp22 ribu, bayam Rp26 ribu, dan kangkung Rp18 ribu. Alhamdulillah hasilnya bisa membantu perekonomian anggota, khususnya ibu rumah tangga,” kata Chandra saat ditemui di lokasi, Senin (11/05/26).

Tidak hanya fokus pada produksi pangan, KWT Mbah Cipto juga mengembangkan program edukasi pertanian bagi anak usia dini melalui kegiatan study farming yang menyasar siswa TK dan PAUD.

Program tersebut mencakup pengenalan dunia pertanian, praktik menanam, hingga pengalaman membawa pulang hasil panen dengan biaya kegiatan berkisar antara Rp20 ribu hingga Rp30 ribu, menyesuaikan konsep pembelajaran dan kesepakatan dengan pihak sekolah.

“Tujuannya agar anak-anak sejak dini mengenal proses menanam dan mencintai lingkungan,” ujarnya.

Selain sektor hortikultura, kelompok tersebut juga mengembangkan budidaya perikanan melalui empat kolam terpal berdiameter tiga meter yang diisi ikan nila dan gurame dan pengelolaan kolam dilakukan secara gotong royong oleh anggota kelompok bersama warga sekitar.

Baca Juga:  Pengawasan TA 2026, Pipik Taufik Ismail Tampung Aspirasi Warga Desa Sukasari

KWT Mbah Cipto juga tercatat sebagai salah satu kelompok binaan Yamaha, dengan melalui pembinaan tersebut, keterlibatan masyarakat diharapkan tidak hanya didominasi kaum perempuan, tetapi juga melibatkan para laki-laki dalam mendukung ketahanan pangan keluarga.

Meski telah aktif, produktif, dan beberapa kali meraih penghargaan di tingkat daerah maupun kabupaten, hingga kini KWT Mbah Cipto diketahui belum terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (SIMLUHTAN), yakni sistem pendataan kelembagaan petani di bawah Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan.

Namun peluang untuk memperoleh legalitas mulai terbuka, berdasarkan hasil komunikasi dengan pihak terkait, proses koordinasi dengan UPTD PPL Kecamatan Telukjambe Timur tengah dilakukan guna mendukung pendataan dan registrasi kelompok.

Rencananya, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Karawang bersama jajaran bidang terkait dijadwalkan akan melakukan kunjungan langsung ke lokasi KWT Mbah Cipto.

Keberadaan kelompok ini dinilai menjadi contoh nyata keberhasilan pertanian berbasis lingkungan permukiman yang tidak hanya menghadirkan manfaat ekonomi, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong, produktivitas warga, dan pemberdayaan perempuan di tingkat komunitas.

Dengan berbagai capaian yang telah diraih, masyarakat berharap KWT Mbah Cipto segera memperoleh legalitas resmi agar dapat mengakses pembinaan, pendampingan, serta program pengembangan ketahanan pangan berkelanjutan dari pemerintah.

Penulis: Nur Miroj

Editor: Aan Ade Warino

Berita Terkait

Novia Nurfitriani, S.H. Resmi Dilantik Jadi Anggota BPD Rengasdengklok Selatan
Gema Maulid Nabi Menggema di Karyasari, Tabligh Akbar Hadirkan Ustaz Nana Gerhana
Pedagang Tolak Revitalisasi Pasar Telagasari, Minta DPRD Gelar RDP
Ketua DPRD Karawang Hadiri Helaran Budaya “Karawang dari Masa ke Masa” Hari Jadi ke-393
Bina Sandra Tantang Peta Politik Cikampek Timur, Ratusan Pendukung Antar Daftar Pilkades
Temuan Fragmen Batu Bata Kuno di Lemahduhur Dilaporkan, Diduga Berkaitan dengan Cagar Budaya
Ahmad Basuni Mantap Maju di Pilkades Sampalan, Diantar Relawan dari Berbagai Dusun
14 Tahun Menjadi Sekdes, Ahmad Basuni Mantap Maju di Pilkades Sampalan: Mengabdi dengan Hati untuk Desa
Berita ini 0 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:30

Ketum BARAK Indonesia Tantang KIM Buka Data: Jangan Asal Kaitkan Ormas dengan Gangguan Investasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:23

Ketum Banaspati Minta KIM Tak Cap Ormas dan LSM sebagai Gangguan Investasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:43

Laskar Merah Putih Kritik KIM: Jangan Stigmatisasi Ormas sebagai Pengganggu Investasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:29

Fajar Try Suari Kritik Narasi KIM: Audiensi Ormas dan LSM Tak Bisa Serta-Merta Dikategorikan Gangguan Investasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:16

KIM Disorot, H. Surono: Jangan Balik Narasi, Kritik Masyarakat Harus Dijawab

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:07

Kunjungan Panja DPR RI Dituding Bersifat Sepihak: Pengamat Sebut Keluhan Kawasan Industri Karawang Kaburkan Akar Masalah Lingkungan dan Hak Warga Lokal

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:53

BPPKB Banten Karawang Sentil KIM: Jangan Jadikan Investasi Alasan Membungkam Kritik

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:46

Sekjen DPP GMPI Kritik Keras KIM Karawang: Jangan Jadikan Isu Investasi untuk Membungkam Kontrol Sosial

Berita Terbaru