Modernisasi Pertanian Tanpa Reforma Agraria Dinilai Ilusi, Aktivis Soroti Ketimpangan Lahan di Karawang

- Penulis

Senin, 20 April 2026 - 09:20

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivis tani Wahyudin Dipantara

Aktivis tani Wahyudin Dipantara

Karawang | Lintaskarawang.com — Aktivis tani Wahyudin Dipantara menilai bahwa gencarnya modernisasi pertanian di Kabupaten Karawang, termasuk melalui penggunaan teknologi seperti Biosaka, belum menyentuh akar persoalan utama yang dihadapi petani, yakni ketimpangan penguasaan lahan.

Menurut Wahyudin, inovasi teknologi memang penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Namun, tanpa diiringi pembenahan struktur agraria, modernisasi tersebut dinilai berpotensi hanya menguntungkan pemilik modal dan lahan dalam skala besar.

“Persoalan mendasar pertanian kita bukan sekadar soal teknologi, tetapi ketimpangan penguasaan tanah. Selama itu tidak diselesaikan, kesejahteraan petani hanya menjadi ilusi,” ujarnya, Senin (20/4/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengungkapkan, kondisi di lapangan menunjukkan masih maraknya praktik kepemilikan tanah secara absente (guntai) serta penguasaan lahan yang melebihi batas maksimum. Akibatnya, banyak petani lokal hanya berstatus sebagai penggarap atau buruh tani tanpa kepastian hak.

Kondisi tersebut, lanjutnya, bertentangan dengan semangat Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) Tahun 1960 yang mengatur pembatasan penguasaan tanah, larangan kepemilikan absente, serta prinsip pemanfaatan tanah untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Baca Juga:  Pengrajin Mainan Kayu di Subang Hadapi Tantangan Modal, Hasilkan Karya Luar Biasa di Tengah Keterbatasan

Wahyudin juga menilai pelaksanaan reforma agraria di Karawang hingga saat ini belum berjalan optimal. Padahal, reforma agraria merupakan langkah strategis dalam menciptakan keadilan sosial di sektor pertanian.

Dalam situasi ketimpangan tersebut, ia menilai program seperti Biosaka berpotensi hanya menjadi alat efisiensi produksi bagi pemilik lahan besar, bukan sebagai solusi bagi petani kecil.

“Peningkatan produksi tidak otomatis meningkatkan kesejahteraan petani jika mereka tidak memiliki kontrol atas tanah yang digarapnya,” tegasnya.

Ia pun mengkritisi pendekatan pembangunan pertanian yang dinilai terlalu berfokus pada aspek teknis dan teknologi, tanpa menyentuh persoalan struktural.

Sebagai solusi, Wahyudin mendorong pemerintah untuk tidak hanya mengedepankan inovasi pertanian, tetapi juga melakukan langkah konkret dalam penataan ulang struktur agraria, termasuk penertiban kepemilikan tanah absente dan pembatasan penguasaan lahan berlebih.

“Tanpa keberanian menyelesaikan persoalan tanah, semua klaim kesejahteraan petani hanya akan menjadi retorika,” pungkasnya.

 

LK

Berita Terkait

Mr Kim Desak Pemkab Karawang Tindak Tegas Alfamart Kalijaya, Soroti Dugaan Manipulasi Persetujuan Lingkungan
KWT Mbah Cipto di Telukjambe Jadi Percontohan Urban Farming, Produksi Ribuan Sayuran hingga Edukasi Anak
Warga Kalijaya Melawan: Dugaan “Akal-akalan Izin” Minimarket Picu Kemarahan Publik
Di Balik Hingar Bingar Dualisme KADIN, UMKM Menjerit di Tengah Kemegahan
Program Magang Resmi ke Jepang Kembali Dibuka, Disnakertrans Karawang Ajak Lulusan SMA/SMK Manfaatkan Kesempatan Emas
KERSA Dorong Ekspansi Usaha Ajak UMKM Masuk Sistem Franchise‎
Dari Karawang hingga Depok, Wisatawan Serbu Puncak di Penghujung Liburan
Desa Wadas Kembangkan Green House Melon Premium Lewat BUMDes
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 11:59

Serap Aspirasi Warga Pasu Talaga, Pipik Taufik ismail Pastikan Program Pemerintah Tepat Sasaran

Senin, 8 Juni 2026 - 07:03

Viral Video Dugaan Aktivitas LGBT di Tempat Hiburan Malam Karawang Tuai Sorotan, Sekjen GMPI Minta Ada Langkah Pencegahan

Minggu, 7 Juni 2026 - 07:09

Lapangan Pos Merah Berwajah Baru, Ibu-Ibu Senam Grand Kedung Waringin Kompak Sampaikan Terima Kasih kepada Asep Supriadi

Jumat, 5 Juni 2026 - 05:37

Perpisahan SDN Bolang I Dapat Restu Orang Tua, Acara Bernuansa Budaya Akan Digelar 22 Juni

Jumat, 5 Juni 2026 - 03:40

Komitmen Jaga Lingkungan, Desa Kamojing Ikuti Lomba Bestari Alam Tingkat Kecamatan Cikampek

Kamis, 4 Juni 2026 - 05:11

Pemdes Rengasdengklok Selatan Salurkan Bantuan Pangan kepada Warga, Masyarakat Sambut Antusias

Selasa, 2 Juni 2026 - 04:34

Ketua DPAC PSN Tempuran Serahkan Tembusan SK Kepengurusan kepada Muspika, Perkuat Sinergi dengan Pemerintah dan Aparat

Senin, 1 Juni 2026 - 06:09

Maju di Pilkades Rengasdengklok Selatan, Aka Prioritaskan Pelayanan dan Kesejahteraan Masyarakat

Berita Terbaru

Pemerintahan

Pemkab Karawang Raih Opini WTP BPK 11 Kali Berturut-turut

Rabu, 10 Jun 2026 - 06:27