Polisi Tangkap Lima Pemuda Terkait Dugaan Pelanggaran Kesusilaan di THM Karawang

- Penulis

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:50

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang | Lintaskarawang.com – Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (Satres PPA) Polres Karawang mengungkap kasus dugaan tindak pidana pelanggaran kesusilaan di muka umum yang terjadi di salah satu tempat hiburan malam di Kabupaten Karawang pada Minggu (7/6/2026) dini hari.

Kapolres Karawang, AKBP Fiki N. Ardiansyah, dalam konferensi pers di Mapolres Karawang, Selasa (9/6/2026), membenarkan penangkapan terhadap lima pemuda yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut. Kelimanya berinisial DA (23), SA (23), R (21), AH (20), dan IH (20).

“Para terduga pelaku diamankan setelah video yang memperlihatkan dugaan pelanggaran kesusilaan di muka umum viral di berbagai platform media sosial dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” ujar AKBP Fiki.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan hasil penyelidikan, peristiwa bermula pada Sabtu (6/6/2026) sekitar pukul 23.30 WIB. Kelima terduga pelaku bersama seorang saksi berinisial S berkumpul di sebuah rumah di Perumahan Grand Mutiara, Desa Sirnabaya, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang.

Saat berkumpul, terduga pelaku R mendapat informasi dari seorang rekannya berinisial I, yang saat ini masih dalam pengejaran, bahwa dirinya sedang berada di Theatere Night Mart Karawang. Rombongan kemudian berangkat menuju lokasi tersebut.

Mereka tiba sekitar pukul 00.00 WIB, namun karena tempat hiburan malam tersebut penuh pengunjung, rombongan memutuskan untuk meninggalkan lokasi dan mencari tempat lain.

Kasatres PPA Polres Karawang, AKP Herwita, menjelaskan bahwa sekitar pukul 01.00 WIB, terduga pelaku I kembali menghubungi R dan memberitahukan bahwa telah tersedia meja kosong. Rombongan pun kembali ke lokasi.

“Sesampainya di tempat tersebut, mereka bertemu dengan SA dan I beserta beberapa rekannya yang saat ini masih dalam proses pencarian. Di lokasi itu mereka mengonsumsi minuman beralkohol hingga berada dalam kondisi mabuk,” kata AKP Herwita.

Baca Juga:  Dugaan Pungli dalam Program PTSL di Desa Baturaden, Karawang

Dalam kondisi dipengaruhi alkohol, para terduga pelaku diduga melakukan tindakan yang melanggar kesusilaan di muka umum dengan saling berpelukan dan berciuman sesama jenis di area tempat hiburan yang masih dipadati pengunjung.

Aksi tersebut direkam oleh saksi berinisial S dan kemudian diunggah ke status WhatsApp miliknya. Selanjutnya, video tersebut diunggah ulang oleh saksi lain berinisial ILR hingga menyebar luas dan menjadi viral di media sosial.

“Masyarakat memberikan berbagai tanggapan terhadap video tersebut. Kami bergerak setelah menerima laporan dan aduan masyarakat terkait peristiwa yang dianggap meresahkan,” tambah AKP Herwita.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Satres PPA Polres Karawang melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan para terduga pelaku pada Selasa (9/6/2026) sekitar pukul 01.00 WIB di kediaman masing-masing yang berada di wilayah Kabupaten Karawang.

Dari hasil penangkapan, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa satu flashdisk berwarna hitam-merah, beberapa kaos lengan panjang dan lengan pendek, serta sejumlah celana jeans yang diduga digunakan saat kejadian.

Para terduga pelaku dijerat Pasal 406 atau Pasal 414 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang mengatur pelanggaran kesusilaan di muka umum maupun di hadapan orang lain tanpa persetujuan pihak yang menyaksikan.

Kapolres Karawang menegaskan bahwa penyelidikan masih terus berlanjut, termasuk upaya pencarian terhadap terduga pelaku berinisial I dan pihak lain yang diduga terlibat.

“Kami mengapresiasi partisipasi masyarakat yang telah melaporkan kejadian ini. Kami juga mengimbau masyarakat agar bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak menyebarluaskan konten yang berpotensi melanggar hukum,” pungkas AKBP Fiki.

(LK/Rls)

Berita Terkait

Diduga Cemarkan Nama Baik FWJI, Mantan Ketua Korwil Bekasi RSP alias Ros Dilaporkan ke Polisi
Ketua Umum Garda Wisesa Nusantara Kutuk Keras Oknum Pembuang Limbah B3 di Irigasi Desa Telukbango: “Ini Kejahatan Lingkungan”
Aktivitas Pengurugan di Lahan LP2B Masih Berjalan, Ketegasan Satpol PP Karawang Dipertanyakan
Dede Mulyana Kecam Dugaan Penculikan dan Penganiayaan Pengurus Karang Taruna Tamelang, Minta Kasus Diusut Tuntas
Seruan Musyawarah Berujung Dugaan Penculikan, Pengurus Karang Taruna Tamelang Mengaku Disiksa OTK
LBH Soroti Dugaan Pelanggaran Aset Negara di SDN Ciranggon I, Dinas dan APH Didesak Bertindak
Diduga Bongkar Aset Sebelum Izin Penghapusan, Revitalisasi SDN Ciranggon I Karawang Menuai Sorotan
Keadilan yang Tertunda, Pelapor Soroti Lambannya Penanganan Kasus di Polsek Kedungwaringin
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 11:05

Normalisasi Irigasi KW 15 Dimulai, BBWS Citarum Pimpin Pengerukan Sedimentasi Demi 13 Ribu Hektare Sawah Karawang Utara.

Selasa, 8 September 2026 - 07:01

Gebyar PATEN Majalaya Hadirkan Layanan Publik, Bantuan Sosial hingga Penyerahan Kunci Rutilahu

Selasa, 8 September 2026 - 06:58

Job Fair Gratis untuk Warga Desil 1–3, Bupati Aep Pangkas Biaya Pencari Kerja di Karawang

Selasa, 8 September 2026 - 06:37

Bupati Karawang Meriahkan Hari Jadi ke-393 Lewat Fun Run 3,93K dan Gerakan Karawang AMAN

Selasa, 8 September 2026 - 06:35

Bupati Karawang Bahas Percepatan Anggaran dan Persiapan Pilkades Serentak 67 Desa

Senin, 7 September 2026 - 10:50

Proyek Rehabilitasi SDN Sampalan 1 Karawang Disorot, Pekerja Diduga Abaikan APD dan Pengawasan Dipertanyakan

Minggu, 6 September 2026 - 14:27

Semarak Hari Jadi Karawang ke-393, 1.500 Peserta Ramaikan Fun Run 3,93K

Sabtu, 5 September 2026 - 15:22

RESCUE Berdampak & Karang Taruna Desa Situdam Gelar Aksi Bersih Sungai Cilamaya,Dalam Rangka Menyambut Milangkala Karawang ke-393  

Berita Terbaru