Karawang | Lintaskarawang.com – Beredarnya video yang memperlihatkan sekelompok pria sedang berdansa diiringi alunan musik DJ di salah satu tempat hiburan malam di Kabupaten Karawang menuai beragam reaksi dari masyarakat.
Video yang beredar luas di media sosial tersebut memicu perbincangan publik dan menjadi sorotan sejumlah kalangan, salah satu tanggapan datang dari Sekretaris Jenderal DPP Gerakan Militansi Pejuang Indonesia (GMPI), Rahadian yang akrab disapa A. Ian. Ia meminta seluruh elemen masyarakat, pemerintah, tokoh agama, dan tokoh pemuda untuk berperan aktif dalam menjaga nilai-nilai sosial dan moral di tengah masyarakat.
Menurut Ian, fenomena yang diduga berkaitan dengan perilaku LGBT tersebut tidak boleh dipandang sebagai persoalan sepele dan perlu mendapat perhatian serius melalui pendekatan edukasi serta pembinaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga generasi muda dari berbagai bentuk perilaku yang dianggap menyimpang menurut norma agama dan budaya yang berlaku di masyarakat, jangan sampai hal ini berkembang tanpa adanya perhatian dari semua pihak,” ujar Ian kepada wartawan, Senin (08/06/26).
Ian juga menyoroti tingginya kasus HIV/AIDS yang masih menjadi perhatian di Kabupaten Karawang, menurutnya peningkatan HIV/AIDS dikarawang di duga salah satu penyebabnya dari seks bebas yang dilakukan para kaum LGBT.
“Persoalan HIV/AIDS harus menjadi perhatian bersama, karena itu diperlukan edukasi kesehatan, penguatan moral, dan langkah-langkah pencegahan yang melibatkan berbagai pihak agar masyarakat mendapatkan pemahaman yang benar,” katanya.
Lebih lanjut, Ian menilai bahwa upaya pembinaan dan rehabilitasi sosial perlu dikedepankan terhadap individu yang dianggap memerlukan pendampingan, sehingga mereka dapat kembali beradaptasi dengan lingkungan sosial secara positif.
“Yang harus dikedepankan adalah pendekatan kemanusiaan, pembinaan, dan rehabilitasi sosial, tujuannya agar mereka mendapatkan pendampingan yang tepat dan tidak semakin terisolasi dari lingkungan masyarakat,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola tempat hiburan malam yang disebut-sebut dalam video tersebut maupun dari instansi terkait mengenai lokasi dan kebenaran peristiwa yang viral di media sosial itu.
Masyarakat menanti klarifikasi dari pihak-pihak yang berwenang langkah apa yang akan diambil mengenai pencegahan dan pembinaan kepada mereka yang berperilaku dianggap menyimpang menurut norma agama dan budaya di Indonesia. (Aan/LK).













Tinggalkan Balasan