20 Tahun Tak Disoal, Kini Jembatan Perahu Dicap Ganggu Sungai oleh BBWS Citarum Ada Apa?

- Penulis

Jumat, 2 Mei 2025 - 11:38

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Lintaskarawang.com – Langkah sepihak dari BBWS Citarum yang memasang spanduk berisi larangan operasional jembatan perahu penyeberangan karena dianggap tak berizin dan mengganggu fungsi alami sungai, menuai reaksi keras dari DPP Gerakan Militansi Pejuang Indonesia (GMPI). Melalui Humas DPP GMPI, Nurdin Syam atau yang akrab disapa Mr. Kim, pihaknya menyatakan penolakan atas tindakan tersebut, Jumat (02/05/25).

“Kami menilai tindakan itu terburu-buru dan tidak berdasarkan studi lapangan yang objektif. Alasan yang digunakan BBWS terlalu mengada-ada dan tidak mempertimbangkan realitas manfaat yang telah dirasakan masyarakat,” tegas Mr. Kim.

Menurutnya, jembatan perahu tersebut menjadi jalur penting bagi mobilitas masyarakat, khususnya para buruh yang bekerja di kawasan industri. Jalur ini memperpendek waktu tempuh secara signifikan dibanding harus memutar lewat jembatan Walahar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau harus lewat Walahar, jaraknya jauh sekali. Aneh saja, jembatan ini sudah beroperasi dua dekade, tapi baru sekarang dipermasalahkan,” ujarnya.

Ditinjau dari aspek lingkungan, Mr. Kim menjelaskan bahwa jembatan ini tidak menyebabkan pencemaran atau kerusakan ekosistem sungai. Dengan konstruksi terapung yang menyesuaikan tinggi muka air, jembatan ini tetap aman bagi aliran sungai.

Baca Juga:  Monumen Bojong Tugu Rengasdengklok Kumuh, Warga Pertanyakan Pengelolaan Sampah

“Justru keberadaan jembatan ini menolong warga, mengurangi kepadatan lalu lintas, dan memberikan penghidupan bagi warga sekitar. Sangat disayangkan kalau ditutup begitu saja,” tambahnya.

Tak hanya aspek transportasi, kehadiran jembatan perahu juga menciptakan efek ekonomi yang nyata. Setidaknya 40 warga menggantungkan penghasilan dari operasional dan pemeliharaan jembatan. Bahkan, pengelolanya dikenal aktif dalam kegiatan sosial seperti membantu anak yatim dan pembangunan sarana ibadah.

Sebelum ada jembatan ini, wilayah yang dihubungkan tergolong terisolasi. Kehadirannya membuka konektivitas dan menjadi penggerak ekonomi lokal. Masyarakat sekitar pun sangat merasakan manfaatnya setiap hari.

Terkait masalah legalitas, GMPI menilai semestinya pemerintah hadir memfasilitasi penyelesaian administrasi dan memberi dukungan, bukan serta-merta menutup fasilitas yang telah terbukti berguna bagi publik.

“Kalau memang perizinannya belum lengkap, tinggal dibahas dan dicari solusinya. Jangan langsung main tutup. Ini soal hajat hidup banyak orang,” tutup Mr. Kim. (LK)

Berita Terkait

Dualisme MUSKAB KADIN Karawang Memanas, Pakar Hukum Tegaskan Berpotensi Cacat Hukum
Respons Cepat dan Humanis, Dirut RSUD Jatisari Temui Keluarga Pasien dan Jadikan Evaluasi Pelayanan IGD
DPRD Karawang Siapkan Rekomendasi Penutupan Theatre Night Mart Usai Sidak
Kasus Suap Ijon Bekasi, Ade Kuswara Bantah Nama Ono Surono Terkait Aliran Dana
Viral! Mobil Ngamuk di Tuparev, Polres Karawang Amankan Pelaku
APBN untuk Motor Listrik, Bukan Gizi? Ujang Suhana Warning BGN soal Potensi Pemborosan Negara
Lurah Palumbonsari, Indra Sudrajat Kunjungi Rumah Duka Warga yang Meninggal di Medan
GAPENSI Karawang Dukung H. Rafiudin Firdaus Maju dalam Bursa Ketua KADIN
Berita ini 28 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 14:51

DPRD Karawang Siapkan Rekomendasi Penutupan Theatre Night Mart Usai Sidak

Rabu, 15 April 2026 - 06:34

APEK Karawang All Out Dukung Rafiudin Firdaus Jadi Ketua KADIN

Sabtu, 11 April 2026 - 10:17

Pembukaan Piala Pelajar AFKAB Karawang 2026, Ajang Bangkitkan Talenta Futsal Muda

Kamis, 9 April 2026 - 02:20

Pelayanan Prima dan Pembangunan Meningkat, Desa Kertasari Jadi Contoh bagi Desa Lain

Kamis, 2 April 2026 - 17:15

Perkuat Nilai Spiritual, Lintas Corporate Group Gelar Ziarah Perdana ke Mbah Priok

Rabu, 1 April 2026 - 13:27

Di Tengah Padatnya Tugas, Lurah Palumbonsari Tetap Prioritaskan Silaturahmi

Minggu, 29 Maret 2026 - 06:14

Pemudik Masih Berdatangan di Hari Terakhir Posko Arus Balik Lebaran di Klari Karawang

Selasa, 17 Maret 2026 - 19:21

MINIMNYA KASUR LIPAT DI POSKO ISTIRAHAT PEMUDIK

Berita Terbaru