Diduga Tidak Netral, Aktivis Laskar NKRI Soroti Pencalonan BPD Perwakilan Perempuan di Desa Gombongsari

- Penulis

Minggu, 19 Juli 2026 - 01:47

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang | LintasKarawang.com – Aktivis Tim Investigasi Laskar NKRI Kabupaten Karawang, Carim Darmawan, mengecam dugaan ketidaknetralan dalam proses pencalonan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Perwakilan Perempuan di Desa Gombongsari, Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang, Minggu (19/07/2026).

Carim menilai proses pencalonan tersebut perlu mendapat perhatian serius karena muncul dugaan adanya hubungan keluarga yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan dalam penyelenggaraan pemerintahan desa.

Menurut Carim, terdapat dua calon BPD Perwakilan Perempuan yang memiliki hubungan keluarga dengan aparatur Pemerintah Desa Gombongsari. Salah satu calon merupakan istri Kepala Urusan (Kaur) atau juru tulis desa, sedangkan calon lainnya merupakan istri Kepala Dusun (Kadus) yang juga merupakan menantu Kepala Desa Gombongsari.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Yang menjadi perhatian kami adalah adanya dugaan keterkaitan keluarga antara calon BPD dengan perangkat desa. Kondisi seperti ini berpotensi menimbulkan konflik kepentingan apabila proses pencalonan tidak dilaksanakan secara transparan, objektif, dan profesional,” ujar Carim.

Selain itu, Carim mengaku menerima informasi mengenai dugaan intimidasi terhadap sejumlah kader Posyandu yang diduga berkaitan dengan proses pencalonan BPD.

“Saya mendapat informasi dari salah seorang kader Posyandu bahwa ada dugaan tekanan terhadap ibu-ibu kader. Apabila informasi tersebut benar, tentu sangat disayangkan karena proses demokrasi di tingkat desa harus berjalan secara bebas, jujur, dan tanpa adanya intimidasi,” katanya.

Baca Juga:  Komisi I DPRD Karawang Gelar Rapat Kerja Bahas Pertanggungjawaban APBD dan RPJMD

Carim juga mengaku telah mendatangi kediaman Kepala Desa Gombongsari untuk meminta klarifikasi terkait persoalan tersebut. Namun, menurutnya, Kepala Desa tidak berada di tempat dan dirinya hanya bertemu dengan anak Kepala Desa.

“Saya sudah datang ke rumah Pak Lurah untuk meminta penjelasan, tetapi beliau tidak ada di rumah. Saya hanya bertemu dengan anaknya,” ungkapnya.

Atas kondisi tersebut, Carim mendesak Kepala Desa Gombongsari beserta seluruh perangkat desa agar menjaga netralitas serta tidak menggunakan jabatan maupun pengaruh untuk memengaruhi proses pemilihan anggota BPD.

“Saya meminta Kepala Desa beserta seluruh jajarannya bersikap netral. Jangan sampai ada ancaman ataupun tekanan terhadap kader maupun masyarakat dalam menentukan pilihan. Demokrasi desa harus dijalankan secara jujur, adil, transparan, dan bebas dari intervensi pihak mana pun,” tegasnya.

Ia juga meminta panitia pemilihan BPD, Pemerintah Kecamatan Rawamerta, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Karawang untuk melakukan pengawasan secara maksimal agar seluruh tahapan pemilihan berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan menjunjung tinggi prinsip demokrasi.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Gombongsari maupun pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan dan dugaan yang disampaikan Carim Darmawan. Redaksi membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

(LK)

Berita Terkait

MBG untuk Anak, Bukan untuk Ulat: Dugaan Temuan Ulat di SDN Ciptamargi 4 Harus Diusut
Karawang Job Fair 2026 Dibuka, Tersedia Formasi Khusus Penyandang Disabilitas
BPD Tirtasari Memanas! Jumlah Pemilih Mendadak Berlipat, Proses Pemilihan Dituntut Diulang
DPRD Karawang Gelar Rapat Paripurna, Bahas KUA-PPAS 2027 dan Propemperda 2026
BUMDes Mandiri Sejahtera Parungmulya Dorong Masyarakat Jadi Mitra Strategis Kawasan Industri
Dugaan Intimidasi Jelang Pilkades Sumber Urip, Warga Mengaku Dimaki dan Diancam Putus Listrik.
Diduga Minta Uang, Pekerjaan Pemagaran di Sindangmulya Dihentikan Kades, Warga Desak PRKP Turun Tangan
Ayo Bayar PBB-P2 Sebelum 30 September, Inilah Beragam Manfaatnya
Berita ini 0 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 03:06

Langkah Perdana Menuju Pilkades 2026, Are Resmi Daftar Pertama di Dukuh Karya dengan Gelombang Dukungan

Rabu, 2 September 2026 - 04:45

Peringati HUT Karawang ke-393, Pemkab Buka Peluang Kerja bagi Warga Desil 1, 2 Dan 3

Rabu, 2 September 2026 - 04:08

LASKAR NKRI DPC Rengasdengklok Turut Serta Aksi Demonstrasi di PT Summit Adyawinsa Indonesia, DPP LASKAR NKRI Turun Langsung

Selasa, 1 September 2026 - 06:47

Hadiah Cinta untuk Orang Tua, Wabup Karawang Resmikan Masjid Al-Hayza di Klari

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:52

Bawa Aspirasi Petani ke Menteri Pertanian, Ade Golun PJT II Rengasdengklok Sampaikan Keluhan Irigasi yang Dikeluhkan Warga

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:53

Bangun Ekosistem Kolaborasi Pemuda, LKN Buka Ruang Sinergi dengan Pemerintah, DPRD, Sekolah, Kampus, Dunia Usaha, Komunitas, dan Media

Senin, 31 Agustus 2026 - 07:50

BULOG bersama Bapanas Salurkan 181 Ribu Ton Beras Bantuan Pangan di Jawa Barat

Minggu, 30 Agustus 2026 - 06:20

Saluran Irigasi Tersumbat Parah, 1.800 Hektare Sawah Terancam Kekurangan Air, Alat Berat Mulai Diterjunkan

Berita Terbaru