Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Pembangunan Rutilahu di Desa Kemiri Diprotes Keluarga Penerima Manfaat

- Penulis

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:13

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang | Lintaskarawang.com – Program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang seharusnya memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat berpenghasilan rendah, justru menuai keluhan dari keluarga penerima manfaat di Dusun Sukajaya 2, RT 010/RW 002, Desa Kemiri, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, Jumat (10/07/2026).

Keluarga penerima manfaat, Ibu Nakem, mempertanyakan kualitas pekerjaan pembangunan rumah yang dinilai tidak sesuai dengan standar teknis. Mereka mengaku khawatir kondisi bangunan dapat membahayakan penghuni, terutama saat memasuki musim penghujan.

Berdasarkan hasil pemantauan di lokasi, keluarga menemukan sejumlah dugaan ketidaksesuaian dalam proses pembangunan. Di antaranya, pondasi disebut tidak digali terlebih dahulu dan hanya ditempel pada bagian dasar bangunan. Selain itu, area sekitar bangunan juga dinilai belum dibersihkan secara maksimal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya itu, keluarga juga menyoroti penggunaan material yang diduga tidak sesuai spesifikasi. Besi utama yang seharusnya menggunakan diameter 10 milimeter diduga diganti dengan besi berdiameter sekitar 7,57 milimeter. Jarak antar cincin besi yang semestinya sekitar 20 sentimeter juga disebut tidak terpenuhi karena terdapat kekurangan cincin pada setiap susunan tulangan.

Mereka juga mengungkapkan bahwa pekerjaan pondasi hanya menggunakan sekitar tiga sak semen. Di lokasi proyek pun. menurut keluarga, tidak ditemukan papan informasi proyek sebagaimana lazimnya pekerjaan yang bersumber dari program pemerintah. Hasil pengukuran menggunakan waterpass juga disebut menunjukkan posisi tiang yang tidak presisi.

Baca Juga:  Bupati Karawang H.Aep Saepuloh, SE Pantau Uji Coba Program Makan Gratis untuk Siswa SD

Sebelumnya, pihak keluarga telah mempertanyakan kepada pekerja mengapa pondasi tidak digali. Kekhawatiran tersebut muncul karena kondisi tanah dinilai berpotensi mengalami penurunan saat musim hujan.

Dalam bahasa Sunda, keluarga Ibu Nakem menyampaikan kegelisahannya.

“Geuningan henteu digali, cuma ditempel doang. Kumaha lamun pas datang usum hujan, kan bahaya. Ema mah heran, jaman ayeuna masa ngawangun imah teu digali heula.” Ujarnya.

Senada dengan Hal Tersebut Keluhan serupa juga disampaikan Ari Suheri, saudara Ibu Nakem. la mengaku kecewa melihat proses pembangunan yang menurutnya tidak sesuai harapan.

“Bapa oge pas ningali asa janggal. Geuningan henteu digali. Kumaha lamun semisal ngaguling pas kahujanan, taneuhna rembes terus rubuh. Kecewa pisan urang mah. Kuduna program ieu bermanfaat keur masyarakat, malah jadi kieu.”Ujarnya Dengan Nada Tegas.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana pembangunan, pemerintah desa maupun instansi terkait mengenai dugaan ketidaksesuaian spesifikasi pekerjaan tersebut.(Apihkasur)

Berita Terkait

Ahmad Basuni Nomor Urut 1, Ahmad Jaenudin Nomor 2 dalam Pilkades Sampalan Kutawaluya
Masyarakat Soroti Pembangunan Rehabilitasi Mushola SMPN I Pakisjaya Diduga Tidak Transparan.dan abaikan K3.
Dugaan Penjualan Buku LKS Rp15 Ribu di SDN Gempol Karya 1 Jadi Sorotan, Aturan Bupati Karawang Dipertanyakan
SEGEL DIPASANG, AKTIVITAS DIDUGA BERJALAN: MENGUJI KETEGASAN DAN KOMITMEN PEMERINTAH KABUPATEN SUBANG TERHADAP PT CMM
Dugaan Korupsi Dana Desa TA 2025 Desa Kutaampel. H Karna : Ini Dalam Proses Pemeriksaan Pihak Kepolisian
GMPI DPC CIKAMPEK SURATI PT CELEBES NATURAL PROPERTINDO, TUNTUT HAK INVESTOR PASAR PEMDA
JAGA REPUTASI INVESTASI BYD DAN VINFAST, FMSB DESAK PENEGAKAN HUKUM TERKAIT PT CMM DI SUBANG
MIRIS! Rumah RUTILAHU di Dewisari Rampung Sebulan, Upah Pekerja Tak Kunjung Dibayar, Warga Malah Tekor Rp800 Ribu
Berita ini 0 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:53

Masyarakat Soroti Pembangunan Rehabilitasi Mushola SMPN I Pakisjaya Diduga Tidak Transparan.dan abaikan K3.

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:43

Dugaan Penjualan Buku LKS Rp15 Ribu di SDN Gempol Karya 1 Jadi Sorotan, Aturan Bupati Karawang Dipertanyakan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:03

SEGEL DIPASANG, AKTIVITAS DIDUGA BERJALAN: MENGUJI KETEGASAN DAN KOMITMEN PEMERINTAH KABUPATEN SUBANG TERHADAP PT CMM

Rabu, 14 Oktober 2026 - 04:24

Dugaan Korupsi Dana Desa TA 2025 Desa Kutaampel. H Karna : Ini Dalam Proses Pemeriksaan Pihak Kepolisian

Minggu, 11 Oktober 2026 - 04:57

GMPI DPC CIKAMPEK SURATI PT CELEBES NATURAL PROPERTINDO, TUNTUT HAK INVESTOR PASAR PEMDA

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:27

JAGA REPUTASI INVESTASI BYD DAN VINFAST, FMSB DESAK PENEGAKAN HUKUM TERKAIT PT CMM DI SUBANG

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:03

MIRIS! Rumah RUTILAHU di Dewisari Rampung Sebulan, Upah Pekerja Tak Kunjung Dibayar, Warga Malah Tekor Rp800 Ribu

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:33

MIRIS! Di Mana Pengawasan? Dugaan Pelanggaran Terjadi, Keselamatan dan Kepentingan Publik Dipertaruhkan!

Berita Terbaru