Karawang | Lintaskarawang.com – Komitmen dalam memperjuangkan kebutuhan petani terus ditunjukkan Anggota DPRD Kabupaten Karawang, H. Karsim dari Fraksi PDI Perjuangan. Setelah sebelumnya meninjau langsung saluran irigasi yang mengalami penyumbatan, H. Karsim bersama Kepala Desa Pasir Awi Ahmad Sobari, Kepala Desa Pasir Kaliki Engkos Koswara,unsur Kecamatan Rawamerta, UPTD, dan Kapolsek mendatangi Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Karawang, Senin (06/07/2026), untuk menindaklanjuti usulan masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, H. Karsim mengungkapkan bahwa pengajuan yang disampaikan masyarakat Desa Pasir Awi dan Desa Pasir Kaliki mendapat respons positif. Program pompanisasi dan normalisasi saluran irigasi telah disetujui untuk direalisasikan guna mengatasi persoalan pengairan yang selama ini dikeluhkan para petani.
Meski demikian, ia menjelaskan masih terdapat kendala pada pembiayaan operasional alat berat berupa ekskavator yang akan digunakan dalam pekerjaan normalisasi. Karena itu, pihaknya bersama pemerintah desa dan unsur Forkopimcam terus berkoordinasi agar proses pengerjaan dapat segera berjalan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Alhamdulillah, usulan masyarakat mengenai pompanisasi dan normalisasi sudah mendapat respons dari Dinas Pertanian. Tinggal kami mencari solusi terkait biaya operasional alat berat agar pekerjaan bisa segera dilaksanakan,” ujar H. Karsim.
Ia menjelaskan, normalisasi saluran di depan Kantor Kecamatan Rawamerta diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu minggu. Setelah tanggul selesai diperbaiki dan kondisinya dinilai aman, pemerintah berencana melakukan pengecoran jalan di atasnya agar dapat dimanfaatkan masyarakat, termasuk sebagai akses kegiatan olahraga yang rutin digelar setiap akhir pekan.
Menurut H. Karsim, kelancaran sistem irigasi menjadi prioritas karena sektor pertanian merupakan penopang utama perekonomian masyarakat di Daerah Pemilihan II, khususnya Kecamatan Rawamerta.
“Pertanian di Dapil II sangat penting. Jika pengairan tidak berjalan dengan baik, maka aktivitas bercocok tanam akan terganggu dan berdampak pada kehidupan masyarakat. Karena itu kami terus berupaya mencari solusi agar kebutuhan air bagi para petani terpenuhi,” katanya.
Selain memperjuangkan normalisasi di Rawamerta, H. Karsim juga mengaku akan mengajukan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) kepada Pertamina untuk membantu penanganan saluran irigasi di wilayah Desa Sekarwangi dan Desa Panyingkiran. Menurutnya, kondisi saluran yang tersumbat di wilayah tersebut menyulitkan petani melakukan tanam secara serentak.
Melalui dukungan CSR tersebut, ia berharap dapat dilakukan normalisasi saluran tersier sekaligus penyediaan sarana dan prasarana pertanian yang dibutuhkan, sehingga produktivitas pertanian di wilayah tersebut dapat meningkat dan kesejahteraan petani semakin terjamin.(Wahid)













Tinggalkan Balasan