Karawang | Lintaskarawang.com – Kondisi saluran irigasi yang mengalami penyumbatan dan pendangkalan di wilayah Desa Pasirawi dan Pasir Kaliki, Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang, mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Kabupaten Karawang, H. Karsim dari Fraksi PDI Perjuangan. Bersama unsur pemerintah desa, aparat, dan para petani, ia turun langsung meninjau sejumlah titik saluran irigasi yang dikeluhkan warga pada Minggu (05/07/2026) pagi.
Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung penyebab terganggunya aliran air yang selama ini menjadi keluhan petani. Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kepala Desa Pasirawi Ahmad Sobari, Kepala Desa Pasir Kaliki, unsur Satpol PP Kecamatan Rawamerta, Babinsa, jajaran Polsek Rawamerta, serta para petani yang menunjukkan lokasi-lokasi saluran irigasi yang mengalami sedimentasi dan penyempitan.
Dari hasil peninjauan lapangan, H. Karsím menemukan beberapa titik saluran yang dipenuhi endapan lumpur sehingga menghambat aliran air. Menurutnya, kondisi tersebut harus segera ditangani karena berpotensi menyebabkan banjir di area persawahan saat musim hujan maupun mengganggu pasokan air ketika musim tanam berlangsung.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya sangat meminta kerja sama antara Pemerintah Desa dan masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai petani. Karena itu, sinergi antara pemerintah desa, pemerintah daerah, dan legislatif sangat diperlukan agar permasalahan tersebut tidak terus berulang setiap tahun.
“Mari kita bekerja sama antara legislatif dan eksekutif. Jangan sampai saat masa tanam tiba, sawah di Pasir Kaliki dan Pasirawi justru kebanjiran akibat saluran irigasi yang tidak pernah dibenahi,” ujarnya. Usai melakukan peninjauan, H. Karsim menggelar dialog bersama Kepala Desa Pasirawi dan Kepala Desa Pasir Kaliki untuk membahas langkah tindak lanjut.
Dalam pertemuan tersebut disepakati rencana mendatangi Dinas Pertanian Kabupaten Karawang pada Senin (06/07/2026) bersama kedua kepala desa serta Camat Rawamerta.
Menurut H. Karsim, kedatangan mereka ke Dinas Pertanian bertujuan mengajukan dukungan alat berat berupa ekskavator (beko) guna melakukan pelebaran tanggul dan normalisasi saluran irigasi agar penyempitan serta kebocoran tanggul tidak kembali terjadi.
“Mari kita besok bersama-sama mendatangi Dinas Pertanian agar dapat mengadakan beko untuk pelebaran tanggul sehingga tidak terjadi lagi penyempitan maupun kebocoran tanggul,” tambahnya.
Sementara itu, para petani berharap hasil peninjauan tersebut tidak berhenti sebatas kunjungan lapangan. Mereka menginginkan adanya langkah nyata berupa pengerukan sedimentasi, normalisasi saluran irigasi, serta perbaikan tanggul sehingga kebutuhan air pertanian dapat terpenuhi dan ancaman banjir di area persawahan dapat diminimalkan.
Bagi para petani, saluran irigasi bukan sekadar jalur aliran air melainkan urat nadi kehidupan pertanian. Mereka berharap kolaborasi antara DPRD, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, dan Dinas Pertanian mampu menghadirkan solusi konkret agar persoalan irigasi yang selama ini berulang dapat segera dituntaskan.(Wahid)













Tinggalkan Balasan