Karawang | Lintaskarawang.com – Anggota DPRD Kabupaten Karawang dari Fraksi PDI Perjuangan, H. Karsim, yang akrab disapa Dewan Tani, menyerap langsung aspirasi masyarakat terkait berbagai persoalan sektor pertanian di Dusun Krajan, RT 005/RW 001, Desa Sekarwangi, Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang, Selasa (21/07/2026).
Dalam pertemuan tersebut, para petani mengeluhkan sejumlah persoalan yang dinilai mengancam produktivitas pertanian, mulai dari minimnya pasokan air irigasi, penyempitan saluran air, hingga serangan hama tikus yang semakin meresahkan. Aspirasi itu disampaikan langsung kepada H. Karsim agar dapat diperjuangkan di tingkat pemerintah daerah maupun pusat.
Kegiatan itu dihadiri perwakilan Kecamatan Rawamerta, Mantri Pertanian (MP), Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Dinas Pertanian Kabupaten Karawang, unsur Polsek Rawamerta, Babinsa, aparatur Pemerintah Desa Sekarwangi, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta warga yang mayoritas berprofesi sebagai petani.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Perwakilan RT setempat mengatakan, persoalan saluran irigasi dan serangan hama menjadi keluhan yang paling sering disampaikan masyarakat. Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata agar produktivitas pertanian tidak terus menurun.
“Kami berharap ada solusi terkait persoalan saluran irigasi dan serangan hama yang saat ini kerap merusak lahan pertanian di Desa Sekarwangi. Kehadiran Pak Dewan menjadi kesempatan bagi kami untuk menyampaikan aspirasi sekaligus mendapatkan masukan mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan agar permasalahan ini bisa segera ditangani,” ujar Ketua RT setempat.
Menanggapi aspirasi tersebut, H. Karsim menjelaskan bahwa kunjungannya bertujuan mendengarkan langsung kondisi riil yang dihadapi petani. Menurutnya, berbagai keluhan masyarakat akan menjadi bahan perjuangan di DPRD agar mendapat perhatian dari pemerintah.
Ia mengungkapkan, salah satu persoalan yang banyak disampaikan warga adalah serangan hama tikus yang diduga berkaitan dengan kondisi di sekitar kawasan Pertamina. Karena itu, ia meminta dukungan masyarakat serta data yang akurat agar usulan tersebut memiliki dasar yang kuat saat diperjuangkan kepada pemerintah.
“Saya datang ke Desa Sekarwangi bukan hanya untuk mendengar, tetapi untuk memastikan setiap keluhan petani menjadi bahan perjuangan yang nyata. Persoalan air irigasi, penyempitan saluran, hingga serangan hama tikus tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.”Ujar H.Karsim
Selain hama tikus, H. Karsim juga menyoroti persoalan kekurangan air irigasi yang disebabkan kapasitas tanggul dan saluran air yang dinilai belum memadai. Menurutnya, solusi harus dicari melalui kolaborasi seluruh pihak tanpa menghambat aktivitas pihak mana pun, termasuk Pertamina.
Ia menegaskan bahwa Kecamatan Rawamerta merupakan kawasan hijau yang harus dipertahankan sebagai salah satu lumbung pangan Kabupaten Karawang. Oleh sebab itu, persoalan pertanian tidak boleh dipandang sebelah mata dan harus menjadi prioritas pembangunan daerah.
“Rawamerta adalah salah satu kawasan pertanian yang harus kita jaga. Karena itu, saya akan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian serta mendorong berbagai pihak, termasuk pemanfaatan program CSR, agar persoalan yang dihadapi petani dapat segera ditangani melalui langkah-langkah yang konkret dan terukur.” Tambahnya.
Sebagai bentuk komitmennya, H. Karsim menyatakan akan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Karawang untuk mengupayakan pemanfaatan program Corporate Social Responsibility (CSR) bagi penanganan persoalan pertanian di Desa Sekarwangi, khususnya di wilayah sekitar kawasan Pertamina.
“Saya juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memberikan data dan informasi yang akurat. Dengan begitu, setiap usulan yang kami bawa ke DPRD maupun kepada pemerintah memiliki dasar yang kuat sehingga peluang untuk direalisasikan akan semakin besar. Harapan saya, pertanian di Sekarwangi tetap produktif, petani semakin sejahtera, dan Karawang terus menjadi lumbung pangan yang membanggakan.” Ungkapnya.
Dalam sesi dialog, warga juga mengusulkan sejumlah langkah penanganan, di antaranya normalisasi saluran irigasi yang mengalami penyempitan, penambahan jalur saluran air karena saat ini hanya mengandalkan satu saluran, serta penyelesaian persoalan distribusi air yang dinilai paling krusial bagi lahan pertanian di wilayah Gambarsari.
Masyarakat berharap seluruh aspirasi yang telah disampaikan dapat segera ditindaklanjuti melalui sinergi antara DPRD, Pemerintah Kabupaten Karawang, Dinas Pertanian, pemerintah desa, dan seluruh pemangku kepentingan, sehingga produktivitas pertanian di Desa Sekarwangi dapat terus terjaga dan kesejahteraan petani semakin meningkat.
Penulis : Wahid













Tinggalkan Balasan