BEKASI | Lintaskarawang.com — Dugaan intimidasi terhadap seorang warga menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sumber Urip, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, mencuat ke publik. Seorang warga bernama Ma Amih, yang tinggal di RT 006/RW 003, Kampung Babakan Banten, Dusun Apud, mengaku didatangi Kepala Dusun Apud dan mendapat tekanan terkait pilihan politiknya.
Peristiwa tersebut, berdasarkan pengakuan Ma Amih, bermula ketika Kepala Dusun Apud datang ke rumahnya dan meminta dirinya memilih salah satu calon kepala desa. Namun, Ma Amih menolak permintaan tersebut dengan menyatakan bahwa pilihan dalam Pilkades merupakan hak pribadi setiap warga.
“Kalau urusan mencoblos, itu hak saya mau memilih siapa saja,” ujar Ma Amih, sebagaimana diceritakan kepada warga sekitar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut keterangan Ma Amih, jawaban tersebut memicu kemarahan Kepala Dusun. Ia mengaku kemudian dimaki dengan kata-kata kasar hingga mendapat ancaman akan memutus sambungan kabel listrik yang terhubung dari rumah keluarganya.
Ma Amih juga menyebut adanya ancaman yang berbunyi kurang lebih, “Kabel yang dari anak saya akan saya putuskan, rumah yang nyolok listrik akan saya tarik kabelnya.” Pernyataan itu disebut membuat dirinya merasa takut dan tertekan.
Salah seorang warga mengaku merasa prihatin terhadap kondisi Ma Amih setelah diduga menjadi korban makian dan ancaman dari seorang oknum. Menurut warga tersebut, Ma Amih hidup dalam kondisi ekonomi yang sangat sulit sehingga peristiwa yang dialaminya dinilai semakin menambah beban hidupnya.
Kasus ini memunculkan pertanyaan mengenai netralitas aparatur desa dalam proses Pilkades. Aparatur pemerintahan desa seharusnya tidak melakukan tekanan, intimidasi, maupun mengarahkan pilihan politik warga karena hak memilih dijamin oleh peraturan perundang-undangan.
Warga berharap dugaan intimidasi ini dapat ditindaklanjuti oleh panitia Pilkades, pemerintah desa, maupun pihak berwenang agar pelaksanaan Pilkades berlangsung aman, jujur, bebas, dan menghormati hak pilih setiap masyarakat.
Penulis : Apih Kasur













Tinggalkan Balasan