Dugaan Intimidasi Jelang Pilkades Sumber Urip, Warga Mengaku Dimaki dan Diancam Putus Listrik.

- Penulis

Senin, 24 Agustus 2026 - 04:23

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BEKASI | Lintaskarawang.com — Dugaan intimidasi terhadap seorang warga menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sumber Urip, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, mencuat ke publik. Seorang warga bernama Ma Amih, yang tinggal di RT 006/RW 003, Kampung Babakan Banten, Dusun Apud, mengaku didatangi Kepala Dusun Apud dan mendapat tekanan terkait pilihan politiknya.

Peristiwa tersebut, berdasarkan pengakuan Ma Amih, bermula ketika Kepala Dusun Apud datang ke rumahnya dan meminta dirinya memilih salah satu calon kepala desa. Namun, Ma Amih menolak permintaan tersebut dengan menyatakan bahwa pilihan dalam Pilkades merupakan hak pribadi setiap warga.

“Kalau urusan mencoblos, itu hak saya mau memilih siapa saja,” ujar Ma Amih, sebagaimana diceritakan kepada warga sekitar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut keterangan Ma Amih, jawaban tersebut memicu kemarahan Kepala Dusun. Ia mengaku kemudian dimaki dengan kata-kata kasar hingga mendapat ancaman akan memutus sambungan kabel listrik yang terhubung dari rumah keluarganya.

Baca Juga:  Semarak HUT Kabupaten Bekasi ke-76 dan Menyambut HUT RI ke-81, Kecamatan Kedungwaringin Gelar Senam Massal dan Gerak Jalan

Ma Amih juga menyebut adanya ancaman yang berbunyi kurang lebih, “Kabel yang dari anak saya akan saya putuskan, rumah yang nyolok listrik akan saya tarik kabelnya.” Pernyataan itu disebut membuat dirinya merasa takut dan tertekan.

Salah seorang warga mengaku merasa prihatin terhadap kondisi Ma Amih setelah diduga menjadi korban makian dan ancaman dari seorang oknum. Menurut warga tersebut, Ma Amih hidup dalam kondisi ekonomi yang sangat sulit sehingga peristiwa yang dialaminya dinilai semakin menambah beban hidupnya.

Kasus ini memunculkan pertanyaan mengenai netralitas aparatur desa dalam proses Pilkades. Aparatur pemerintahan desa seharusnya tidak melakukan tekanan, intimidasi, maupun mengarahkan pilihan politik warga karena hak memilih dijamin oleh peraturan perundang-undangan.

Warga berharap dugaan intimidasi ini dapat ditindaklanjuti oleh panitia Pilkades, pemerintah desa, maupun pihak berwenang agar pelaksanaan Pilkades berlangsung aman, jujur, bebas, dan menghormati hak pilih setiap masyarakat.

Penulis : Apih Kasur

Berita Terkait

Diduga Minta Uang, Pekerjaan Pemagaran di Sindangmulya Dihentikan Kades, Warga Desak PRKP Turun Tangan
Ayo Bayar PBB-P2 Sebelum 30 September, Inilah Beragam Manfaatnya
Menyala! Sekda Karawang Dipercaya Bicara Transformasi Layanan Publik di Forum Jakarta Smart City
Diduga Ada Permainan Pembagian Undangan Pemilihan BPD, Ketua RT 001/RW 005 Santiong Disorot
Proyek JUT Mekarjaya Jadi Perhatian, Warga Soroti Dugaan Ketebalan Base Course
Rehabilitasi SDN Ciptamarga II Karawang Disorot, Kusen Kropos Diduga Belum Tersentuh
Dugaan Eksploitasi Seragam dan Bangunan di MTs Mursidul Falah Karawang Capai Rp1,3 Juta per Siswa
Musyawarah Kekeluargaan Dugaan Pelecehan Anak di Karawang Berakhir Buntu, Keluarga Korban Pertimbangkan Jalur Hukum
Berita ini 0 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 05:47

Diduga Minta Uang, Pekerjaan Pemagaran di Sindangmulya Dihentikan Kades, Warga Desak PRKP Turun Tangan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:11

Ayo Bayar PBB-P2 Sebelum 30 September, Inilah Beragam Manfaatnya

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:57

Menyala! Sekda Karawang Dipercaya Bicara Transformasi Layanan Publik di Forum Jakarta Smart City

Rabu, 19 Agustus 2026 - 02:45

Diduga Ada Permainan Pembagian Undangan Pemilihan BPD, Ketua RT 001/RW 005 Santiong Disorot

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:50

Proyek JUT Mekarjaya Jadi Perhatian, Warga Soroti Dugaan Ketebalan Base Course

Kamis, 13 Agustus 2026 - 04:30

Rehabilitasi SDN Ciptamarga II Karawang Disorot, Kusen Kropos Diduga Belum Tersentuh

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:10

Dugaan Eksploitasi Seragam dan Bangunan di MTs Mursidul Falah Karawang Capai Rp1,3 Juta per Siswa

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:24

Musyawarah Kekeluargaan Dugaan Pelecehan Anak di Karawang Berakhir Buntu, Keluarga Korban Pertimbangkan Jalur Hukum

Berita Terbaru