Diduga Minta Uang, Pekerjaan Pemagaran di Sindangmulya Dihentikan Kades, Warga Desak PRKP Turun Tangan

- Penulis

Jumat, 21 Agustus 2026 - 05:47

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KARAWANG | Lintaskarawang.com — Warga mempertanyakan dugaan dihentikannya pekerjaan pemagaran di Dusun Ciampel RT 001/RW 001, Desa Sindangmulya, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang. Pekerjaan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Karawang melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) itu disebut terhenti setelah adanya persoalan antara pihak pelaksana dengan Kepala Desa Sindangmulya, Usep Sapudin.

Dugaan penghentian pekerjaan tersebut menjadi sorotan warga lantaran disebut berkaitan dengan adanya permintaan sejumlah uang kepada pihak pelaksana.

Salah seorang warga berinisial MD mengatakan, persoalan bermula ketika Kepala Desa Sindangmulya diduga meminta uang terkait pelaksanaan pekerjaan pemagaran tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Awalnya Pak Lurah Usep meminta uang di pekerjaan itu. Sudah dikasih Rp500 ribu dan kemudian dikasih lagi oleh pelaksana Rp500 ribu, total semuanya satu juta. Tetapi tidak mau. Akhirnya pekerjaan diberhentikan,” ujar MD kepada wartawan.

MD mempertanyakan dasar penghentian pekerjaan tersebut. Menurutnya, apabila penghentian benar terjadi karena persoalan permintaan uang, maka hal tersebut perlu dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat maupun pihak terkait.

“Kalau memang benar ada permintaan uang di luar ketentuan, tentu harus ada penjelasan. Jangan sampai pekerjaan yang menggunakan anggaran pemerintah malah terhambat,” katanya.

Menurut MD, pembangunan yang menggunakan anggaran pemerintah seharusnya dikawal agar pelaksanaannya berjalan sesuai kontrak, spesifikasi teknis, serta ketentuan yang berlaku.

Ia juga menilai pemerintah desa semestinya mendukung program pembangunan yang masuk ke wilayahnya selama pelaksanaan pekerjaan dilakukan sesuai aturan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Baca Juga:  Ringankan Beban Ekonomi, Yayasan Darma Prasada Karawang Bagikan Beras untuk Warga

“Harusnya kepala desa bersyukur kalau di desanya ada pembangunan. Yang penting pekerjaannya dilaksanakan sesuai aturan dan hasilnya bermanfaat untuk masyarakat,” tegasnya.

Warga berharap persoalan tersebut tidak dibiarkan berlarut-larut. Apabila terdapat persoalan administratif maupun teknis dalam pekerjaan, menurut mereka, seharusnya penyelesaiannya ditempuh melalui mekanisme resmi dan tidak menghambat pekerjaan yang bersumber dari anggaran pemerintah.

Atas kondisi tersebut, warga mendesak Dinas PRKP Kabupaten Karawang untuk turun langsung ke lokasi guna memastikan kondisi pekerjaan. Pemeriksaan juga dinilai penting untuk menggali keterangan dari pihak pelaksana, pemerintah desa, serta masyarakat sekitar.

Warga ingin memastikan apakah pekerjaan benar-benar dihentikan, apa penyebabnya, serta apakah terdapat dasar administratif atau teknis yang menjadi alasan penghentian pekerjaan tersebut.

Selain itu, warga meminta penggunaan anggaran APBD dalam pekerjaan pemagaran tersebut dilakukan secara transparan dan akuntabel. Mereka berharap seluruh pihak memberikan penjelasan secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Jika pekerjaan yang dibiayai APBD tersebut memang dihentikan tanpa alasan yang jelas, warga khawatir kondisi itu dapat menghambat program pembangunan dan berpotensi merugikan kepentingan masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Sindangmulya Usep Sapudin maupun Dinas PRKP Kabupaten Karawang belum memberikan keterangan terkait dugaan permintaan uang serta penghentian pekerjaan pemagaran tersebut.

Dugaan permintaan uang dan penghentian pekerjaan dalam berita ini masih berdasarkan keterangan warga. Konfirmasi dari pihak Kepala Desa Sindangmulya dan Dinas PRKP Kabupaten Karawang tetap diperlukan sebagai bagian dari keberimbangan pemberitaan.

Penulis : Apih Kasur

Berita Terkait

Wakil Abo Bongkar Polemik Beras Bapanas di Rengasdengklok Selatan: Beras 90 karung di GOR, Warga Mengaku Belum Kebagian
Sungai Perbatasan Cilamaya–Ciasem Dikeluhkan Berbau Menyengat, Warga Minta DLHK Turun Tangan
Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Jalan Poros Tanjung Mekar Rp189 Juta Disorot Warga
DPRD Karawang Resmi Dukung Draft RUU Perlindungan Ketenagakerjaan
Skandal KPR Fiktif Karawang Makin Melebar! Kejari Tetapkan Dua Bos Bank Himbara Jadi Tersangka, Total Kini 7 Orang
Proyek Jalan di Puseurjaya Disorot, Muncul Dugaan Permintaan Uang Koordinasi hingga Jutaan Rupiah
63 Desa Terima LHP AMJ, Publik Karawang Menanti Dibukanya Temuan dan Tindak Lanjut
Dugaan Penyimpangan BUMDes dan BLT Dana Desa Mencuat di Desa Gombongsari, Departemen Umum Hankam 88 Laskar NKRI Siap Tempuh Jalur Hukum
Berita ini 0 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 14:23

Ada Apa di Hulu Cilamaya? H. Jalal Turun ke Situdam, Pengawasan Limbah Dipertanyakan

Kamis, 10 September 2026 - 07:07

Diiringi Ratusan Pendukung, Asep Supriadi Alias Penser Raih Nomor Urut 3 Pilkades Waringinjaya Kedungwaringin

Minggu, 6 September 2026 - 07:22

Reuni Karyawan PT Farel Internusa Pratama Digelar di Kalimati Amansari, Pererat Silaturahmi Lewat Makan Bersama

Sabtu, 5 September 2026 - 06:55

Korupsi KPR Fiktif PT BAS Rp237 Miliar, Wakil Ketua Bidang Advokasi PDIP Karawang Desak Kejari Bongkar Dugaan Keterlibatan Oknum BTN

Rabu, 2 September 2026 - 04:48

Ratiban Rutin di Kediaman Marjono, Ratusan Warga Sumber urip Padati Doa Bersama Setiap Selasa Malam

Jumat, 28 Agustus 2026 - 07:26

Mr. Kim: Coffee Morning Kodim 0604 Karawang Jadi Sejarah Baru Sinergi TNI dengan Ormas dan LSM

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:41

Direktur CV. Pakar Bangunan Konstruksi,Nurhali Ajak Masyarakat Isi Kemerdekaan dengan Semangat Gotong Royong dan Pembangunan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 07:35

Hj. Saidah Anwar Nahkodai PBI Karawang Periode 2026–2030, Siap Bangun Prestasi Olahraga Boling

Berita Terbaru