Karawang | Lintaskarawang.com — Kepala Dusun Cengkong memberikan klarifikasi terkait kehadirannya dalam sebuah kegiatan warga yang turut dihadiri salah satu anggota dewan bersama istrinya. Klarifikasi tersebut disampaikan untuk meluruskan informasi yang berkembang di tengah masyarakat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman, khususnya yang dikaitkan dengan dinamika politik desa.
Kepala Dusun Cengkong menjelaskan, kehadirannya dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk memenuhi undangan dari warga setempat. Sebagai perangkat kewilayahan sekaligus bagian dari masyarakat, dirinya menilai kehadiran dalam kegiatan warga merupakan bentuk tanggung jawab sosial dan pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, ketika ada warga yang mengundang dan menerima tamu di lingkungan tersebut, kehadiran kepala dusun merupakan hal yang wajar sebagai bentuk penghormatan kepada warga maupun tamu yang datang.
Ia juga menegaskan bahwa kehadiran tersebut tidak dimaksudkan sebagai bentuk dukungan politik, kampanye, maupun keterlibatan sebagai tim sukses salah satu bakal calon kepala desa.
“Kehadiran saya dalam kegiatan tersebut karena memenuhi undangan warga. Saya hadir sebagai Kepala Dusun dan bagian dari masyarakat, bukan untuk melakukan kampanye atau memberikan dukungan politik kepada calon tertentu,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pada saat kegiatan tersebut berlangsung, tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) belum dimulai. Karena itu, dirinya meminta agar kehadirannya tidak ditafsirkan sebagai bagian dari kegiatan politik praktis.
Sebagai Kepala Dusun, ia mengaku akan tetap berusaha hadir dalam berbagai kegiatan masyarakat selama mendapatkan undangan, tanpa membedakan latar belakang maupun pilihan politik warga.
“Tugas saya adalah melayani masyarakat, menjaga kerukunan dan kebersamaan warga. Saya tidak ingin perbedaan pilihan politik menjadi alasan terjadinya perpecahan di lingkungan masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap klarifikasi tersebut dapat memberikan gambaran secara utuh mengenai alasan kehadirannya dalam kegiatan warga. Dirinya juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga hubungan baik dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum diketahui secara lengkap.
Menurutnya, perbedaan pilihan merupakan bagian dari dinamika kehidupan masyarakat. Namun, persatuan dan kerukunan warga harus tetap menjadi prioritas bersama.
“Menjaga kerukunan warga adalah tanggung jawab bersama. Berbeda pilihan bukan alasan untuk memutus silaturahmi,” pungkasnya.
penulis : Juhana
Penyunting : Wahid
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT













Tinggalkan Balasan