Tanggul Irigasi Apur Warudoyong Selatan Ambrol, PJT II dan PUPR Turun Monitoring

- Penulis

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:19

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang | Lintaskarawang.com — Tanggul irigasi Apur yang mengalami ambrol/longsor di wilayah RT 048/RW 010, Dusun Warudoyong Selatan, mendapat perhatian dari pihak terkait. Setelah sebelumnya dilaporkan masyarakat melalui pemerintah desa, kondisi tanggul tersebut kini mulai ditindaklanjuti melalui monitoring lapangan oleh Perum Jasa Tirta (PJT) II bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang.

Monitoring dilakukan pada Kamis (20/08/2026). Dari pihak PJT II, monitoring diwakili Ade Suherman, atau yang akrab disapa Ade Golun,dari SPP Operasional Seksi Rengasdengklok wilayah PJT II. Sementara samsul selaku kepala UPTD wilayah 5 PUPR kabupaten Karawang,dari PUPR Kabupaten Karawang hadir Novi Cahyadi, selaku Katim Bidang Sumber Daya Air (SDA).

Kerusakan tanggul sebelumnya dilaporkan warga kepada pemerintah desa karena kondisi tanah yang ambrol serta tembok penahan tanah (TPT) dinilai cukup memprihatinkan. Warga khawatir kerusakan tersebut dapat berdampak terhadap keberlangsungan saluran irigasi yang berada di lokasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Laporan masyarakat kemudian ditindaklanjuti pemerintah desa dengan meminta kepala dusun melakukan koordinasi bersama pihak-pihak terkait, khususnya instansi yang memiliki kewenangan dalam penanganan infrastruktur pengairan.

Dalam monitoring tersebut, Ade Suherman menyarankan agar pemerintah desa dan pihak kecamatan segera menyampaikan laporan secara resmi melalui surat kepada instansi terkait agar penanganan dapat dilakukan secara lebih terkoordinasi.

“Saya menyarankan pihak pemdes dan kecamatan bersurat yang ditujukan ke BBWSC, ditembuskan ke Kadis PUPR, GM UW II, dan BPBD, juga disampaikan laporan ke Pak Bupati,” ujar Ade Suherman atau Ade Golun saat monitoring di lokasi.

Baca Juga:  Sudah Lewat Kontrak 12 Hari Malah Baru Pasang Rucuk Bambu, Dinas PUPR Karawang Disarankan Putus Kontrak CV Palapa Dig Daya

Saran tersebut dinilai penting mengingat kerusakan berada pada infrastruktur pengairan yang membutuhkan koordinasi lintas instansi. Dengan adanya surat dan laporan resmi, kondisi kerusakan diharapkan dapat segera mendapatkan penanganan sesuai kewenangan masing-masing pihak.

Sebelumnya, warga melalui pemerintah desa juga telah menyampaikan permohonan agar kondisi tanah yang ambrol dan TPT di tanggul irigasi Apur segera mendapat perhatian dari pihak pengairan.

“Mohon bantuannya melaporkan ke pihak terkait, Pengairan,” demikian inti laporan masyarakat yang disampaikan kepada pemerintah desa.

Kini, setelah dilakukan monitoring oleh PJT II bersama PUPR Kabupaten Karawang, masyarakat berharap langkah tersebut tidak berhenti pada pengecekan lapangan semata. Warga menantikan adanya tindak lanjut berupa penanganan kerusakan agar tanggul irigasi kembali aman dan fungsi saluran pengairan tetap berjalan dengan baik.

Kondisi tanggul yang berada di kawasan permukiman dan berkaitan langsung dengan saluran irigasi tersebut menjadi perhatian masyarakat. Mereka berharap koordinasi antara pemerintah desa, kecamatan, PJT II, PUPR, BBWSC, BPBD hingga pemerintah daerah dapat segera menghasilkan langkah konkret di lapangan.

Penulis : Apih Kasur

Penyunting : Wahid

Berita Terkait

210 Bakal Calon Kades Ikuti Tes CAT, Bupati Karawang Tegaskan Seleksi Harus Transparan
Pekerja Tak Pakai APD, Proyek Rehabilitasi SDN Batujaya I Karawang Jadi Sorotan
Viral Video Genangan di Depan SPPG Pasirjengkol 3 Karawang, Benarkah Limbah Dapur? Ini Klarifikasinya
DPRD Karawang Terima Aspirasi Pedagang Pasar Telagasari, Revitalisasi Diminta Ditunda
2.251 Anggota BPD Karawang Dilantik, Masa Keanggotaan 2026–2034
Konsolidasi 234 SC Jabar di Karawang, Bahas Penguatan Kader dan Persiapan Konvencab
Berat Badan Capai 160 Kg, Rivaldy Terbaring Tak Berdaya, Pemkab Karawang Turun Tangan
Hadapi Kemarau Panjang, Pemkab Karawang Gelar Salat Istisqa dan Perkuat Penanganan Krisis Air
Berita ini 0 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:44

210 Bakal Calon Kades Ikuti Tes CAT, Bupati Karawang Tegaskan Seleksi Harus Transparan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 01:51

Pekerja Tak Pakai APD, Proyek Rehabilitasi SDN Batujaya I Karawang Jadi Sorotan

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:45

DPRD Karawang Terima Aspirasi Pedagang Pasar Telagasari, Revitalisasi Diminta Ditunda

Senin, 5 Oktober 2026 - 05:11

2.251 Anggota BPD Karawang Dilantik, Masa Keanggotaan 2026–2034

Minggu, 4 Oktober 2026 - 10:25

Konsolidasi 234 SC Jabar di Karawang, Bahas Penguatan Kader dan Persiapan Konvencab

Jumat, 2 Oktober 2026 - 07:14

Berat Badan Capai 160 Kg, Rivaldy Terbaring Tak Berdaya, Pemkab Karawang Turun Tangan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 04:06

Hadapi Kemarau Panjang, Pemkab Karawang Gelar Salat Istisqa dan Perkuat Penanganan Krisis Air

Kamis, 1 Oktober 2026 - 05:50

Bukan Sekadar Simbol Sejarah, Paguyuban Tugu Kebulatan Tekad Buktikan Perawatan Nyata Sejak 2019

Berita Terbaru