KARAWANG | Lintaskarawang.com — Pekerjaan pembangunan, rehabilitasi, dan pemeliharaan Jalan Usaha Tani (JUT) di Dusun Jamantri RT 009/RW 003, Desa Mekarjaya, Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang, menjadi sorotan. Pasalnya, pengerasan jalan di lokasi proyek diduga memiliki ketebalan material base course atau beskos yang tidak sesuai dengan spesifikasi pekerjaan,Jum’at (14/08/2026).
Pantauan di lokasi menunjukkan material agregat yang digunakan untuk pengerasan jalan tampak relatif tipis. Kondisi tersebut memunculkan dugaan adanya ketidaksesuaian antara pekerjaan di lapangan dengan volume atau spesifikasi teknis yang tercantum dalam dokumen perencanaan/RAB.
Informasi pada papan proyek menyebutkan pekerjaan tersebut merupakan kegiatan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Karawang yang bersumber dari APBD Kabupaten Karawang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Proyek tersebut tercantum memiliki nilai kontrak sebesar Rp139.682.000, dengan waktu pelaksanaan selama 30 hari kalender. Sementara pelaksana pekerjaan tercantum CV Zidan Multi Mandiri.
Dalam pelaksanaannya, ketebalan base course disebut sekitar 15 sentimeter sebagai bagian dari spesifikasi pekerjaan. Namun, berdasarkan pengamatan visual di lapangan, ketebalan material yang terhampar terlihat belum meyakinkan untuk memenuhi ukuran tersebut.
Kondisi ini tentunya perlu dipastikan melalui pengukuran secara teknis, bukan hanya berdasarkan pengamatan kasat mata. Jika hasil pengukuran nantinya menunjukkan adanya kekurangan volume atau ketebalan, hal tersebut berpotensi menimbulkan pertanyaan terkait kualitas pekerjaan dan kesesuaian realisasi dengan perencanaan.
Sorotan juga mengarah pada aspek pengawasan proyek. Sebab, pengawasan memiliki peran penting untuk memastikan material, volume, ketebalan, hingga metode pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
Apalagi, pekerjaan tersebut menggunakan anggaran yang bersumber dari APBD Kabupaten Karawang sehingga pelaksanaannya semestinya mengedepankan prinsip kualitas, transparansi, serta akuntabilitas penggunaan anggaran publik.
Masyarakat pun berharap pihak terkait, termasuk Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Karawang serta pengawas pekerjaan, dapat melakukan pemeriksaan dan pengukuran langsung terhadap ketebalan base course di lokasi.
Penulis : Apih Kasur
Penyunting : Wahid













Tinggalkan Balasan