Monev Disdikbud Karawang Jangan Sekadar Formalitas: Hasil, Temuan dan Tindak Lanjut Harus Terukur

- Penulis

Jumat, 7 Agustus 2026 - 14:32

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Ilustrasi

Gambar Ilustrasi

Karawang | Lintaskarawang.com – Kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap satuan pendidikan di Kabupaten Karawang kembali menjadi sorotan. Bukan karena kegiatan monev tidak penting, melainkan karena publik perlu mengetahui apa hasil nyata setelah proses pemeriksaan dilakukan.

Pada Jumat (7/8/2026), Lintaskarawang.com meminta konfirmasi kepada Kabid Dikdas Disdikbud Kabupaten Karawang, Yanto, terkait pelaksanaan monev ke sejumlah sekolah yang dilakukan pada hari tersebut.

Konfirmasi tersebut mencakup sejumlah aspek penting, mulai dari hasil pemeriksaan, kondisi sarana dan prasarana, pelaksanaan pembelajaran, kinerja guru dan kepala sekolah, hingga pengelolaan Dana BOSP/BOS serta kesesuaian penggunaan anggaran dengan RKAS/ARKAS.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, ketika ditanyakan mengenai monev yang berlangsung hari itu, Yanto menjawab bahwa dirinya belum bertemu dengan tim yang melaksanakan monev.

“Yang monev hari ini belum bertemu saya,” jawab Yanto melalui pesan singkat.

Atas jawaban tersebut, Lintaskarawang.com kemudian meminta penjelasan khusus mengenai hasil monev jenjang SMP yang disebut telah selesai dilakukan.

Pasalnya, yang menjadi perhatian bukan sekadar apakah tim monev turun ke sekolah atau tidak. Persoalan yang jauh lebih penting adalah apa yang ditemukan, apa yang direkomendasikan, siapa yang harus memperbaiki, kapan harus selesai, dan siapa yang memastikan rekomendasi tersebut benar-benar dilaksanakan.

Jangan Sampai Monev Hanya Datang, Periksa Administrasi, Lalu Selesai

Monev seharusnya tidak berhenti pada kegiatan datang ke sekolah, melihat dokumen, melakukan pemeriksaan administratif, kemudian menghasilkan laporan yang berakhir di meja birokrasi.

Jika memang terdapat persoalan di sekolah, maka monev semestinya menghasilkan temuan yang jelas dan rekomendasi yang dapat diukur.

Begitu pula apabila ditemukan persoalan sarana-prasarana, kualitas pembelajaran, manajemen sekolah, kekurangan guru, maupun pengelolaan anggaran, harus ada tindak lanjut yang jelas.

Pertanyaan publik sederhana: setelah monev dilakukan, apa yang berubah?

Apabila terdapat sekolah yang mendapatkan catatan khusus, masyarakat berhak mengetahui secara proporsional apa persoalannya dan bagaimana pemerintah daerah memastikan persoalan tersebut diperbaiki.

Demikian pula dalam pengelolaan Dana BOSP. Pemeriksaan seharusnya tidak hanya memastikan dokumen tersedia, tetapi juga melihat apakah penggunaan anggaran benar-benar sesuai peruntukan, RKAS/ARKAS, ketentuan BOSP, serta prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Lima Pertanyaan Penting untuk Disdikbud

Karena itu, Lintaskarawang.com mendorong Disdikbud Kabupaten Karawang memberikan penjelasan yang lebih konkret, khususnya mengenai lima hal.

Pertama, apa hasil konkret monev?

Bukan sekadar jumlah sekolah yang dikunjungi, tetapi apa saja persoalan yang ditemukan berdasarkan hasil pemeriksaan.

Baca Juga:  GOR Disdikpora Berubah Jadi Gudang Alat Kesenian, Terbengkalai dan Terasa Angker

Kedua, temuan apa yang menjadi prioritas?

Jika terdapat persoalan yang berpotensi mengganggu pelayanan pendidikan, tentu harus ada skala prioritas penanganan.

Ketiga, sekolah mana yang mendapatkan rekomendasi khusus?

Jika memang ada catatan atau rekomendasi perbaikan, perlu ada kejelasan mengenai objek yang harus diperbaiki dan bentuk perbaikannya.

Keempat, kapan target penyelesaiannya?

Rekomendasi tanpa batas waktu berpotensi hanya menjadi catatan administratif. Karena itu, diperlukan target penyelesaian yang jelas dan realistis.

Kelima, siapa yang mengawasi tindak lanjutnya?

Monev akan kehilangan makna apabila tidak ada mekanisme untuk memastikan rekomendasi benar-benar dilaksanakan.

Jangan Sampai Monev Hanya Menjadi Rutinitas Tahunan

Monev pada dasarnya merupakan instrumen pengawasan dan pembinaan. Karena itu, keberhasilannya tidak semestinya diukur hanya dari terlaksananya kunjungan ke sekolah.

Ukuran keberhasilan yang lebih penting adalah adanya perbaikan setelah evaluasi dilakukan.

Jangan sampai muncul kesan bahwa monev hanya menjadi kegiatan rutin: tim datang, memeriksa, mencatat, membuat laporan, kemudian persoalan kembali berulang pada periode berikutnya.

Jika itu yang terjadi, maka publik patut mempertanyakan efektivitas monev tersebut.

Terlebih ketika sektor pendidikan menyangkut kepentingan masyarakat luas dan menggunakan anggaran negara maupun daerah. Setiap proses pengawasan semestinya memiliki manfaat nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan dan tata kelola sekolah.

Jawaban Resmi Dibutuhkan Agar Informasi Berimbang

Lintaskarawang.com menegaskan bahwa pertanyaan tersebut bukan untuk menghakimi pihak sekolah maupun Disdikbud. Justru sebaliknya, konfirmasi dilakukan agar setiap informasi yang disampaikan kepada masyarakat memiliki dasar dan memperoleh penjelasan resmi dari pihak yang berwenang.

Konfirmasi mengenai hasil monev juga disampaikan kepada Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karawang, sehingga terdapat ruang bagi pejabat terkait untuk memberikan penjelasan secara resmi apabila hasil monev jenjang SMP memang telah selesai.

Publik tidak membutuhkan sekadar informasi bahwa monev telah dilaksanakan.

Publik membutuhkan hasilnya.

Apa temuannya?

Apa rekomendasinya?

Apa target perbaikannya?

Kapan harus selesai?

Dan siapa yang memastikan semuanya benar-benar dilaksanakan?

Sebab pada akhirnya, monev bukan sekadar kegiatan berkunjung ke sekolah. Monev harus mampu menghasilkan perubahan.

Jika tidak ada temuan yang ditindaklanjuti, tidak ada target perbaikan yang terukur, dan tidak ada pengawasan lanjutan, maka pertanyaan besarnya adalah:

Untuk apa monev dilakukan?

Lintaskarawang.com masih membuka ruang bagi Kabid Dikdas, Sekdis maupun Disdikbud Kabupaten Karawang untuk memberikan keterangan resmi terkait hasil monev tersebut.

(LK)

Berita Terkait

Wakil Abo Bongkar Polemik Beras Bapanas di Rengasdengklok Selatan: Beras 90 karung di GOR, Warga Mengaku Belum Kebagian
Sungai Perbatasan Cilamaya–Ciasem Dikeluhkan Berbau Menyengat, Warga Minta DLHK Turun Tangan
Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Jalan Poros Tanjung Mekar Rp189 Juta Disorot Warga
DPRD Karawang Resmi Dukung Draft RUU Perlindungan Ketenagakerjaan
Skandal KPR Fiktif Karawang Makin Melebar! Kejari Tetapkan Dua Bos Bank Himbara Jadi Tersangka, Total Kini 7 Orang
Proyek Jalan di Puseurjaya Disorot, Muncul Dugaan Permintaan Uang Koordinasi hingga Jutaan Rupiah
63 Desa Terima LHP AMJ, Publik Karawang Menanti Dibukanya Temuan dan Tindak Lanjut
Dugaan Penyimpangan BUMDes dan BLT Dana Desa Mencuat di Desa Gombongsari, Departemen Umum Hankam 88 Laskar NKRI Siap Tempuh Jalur Hukum
Berita ini 0 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 14:23

Ada Apa di Hulu Cilamaya? H. Jalal Turun ke Situdam, Pengawasan Limbah Dipertanyakan

Kamis, 10 September 2026 - 07:07

Diiringi Ratusan Pendukung, Asep Supriadi Alias Penser Raih Nomor Urut 3 Pilkades Waringinjaya Kedungwaringin

Minggu, 6 September 2026 - 07:22

Reuni Karyawan PT Farel Internusa Pratama Digelar di Kalimati Amansari, Pererat Silaturahmi Lewat Makan Bersama

Sabtu, 5 September 2026 - 06:55

Korupsi KPR Fiktif PT BAS Rp237 Miliar, Wakil Ketua Bidang Advokasi PDIP Karawang Desak Kejari Bongkar Dugaan Keterlibatan Oknum BTN

Rabu, 2 September 2026 - 04:48

Ratiban Rutin di Kediaman Marjono, Ratusan Warga Sumber urip Padati Doa Bersama Setiap Selasa Malam

Jumat, 28 Agustus 2026 - 07:26

Mr. Kim: Coffee Morning Kodim 0604 Karawang Jadi Sejarah Baru Sinergi TNI dengan Ormas dan LSM

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:41

Direktur CV. Pakar Bangunan Konstruksi,Nurhali Ajak Masyarakat Isi Kemerdekaan dengan Semangat Gotong Royong dan Pembangunan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 07:35

Hj. Saidah Anwar Nahkodai PBI Karawang Periode 2026–2030, Siap Bangun Prestasi Olahraga Boling

Berita Terbaru