Karawang | Lintaskarawang.com – Polemik penyaluran bantuan beras Badan Pangan Nasional (Bapanas) di Desa Rengasdengklok Selatan, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, kembali menjadi sorotan. Wakil Abo meminta pemerintah desa segera mengevaluasi mekanisme pembagian bantuan menyusul banyaknya warga yang mengaku belum menerima beras meski penyaluran telah berlangsung selama tiga hari, Sabtu hingga Senin (12–14 September 2026).
Keluhan warga disampaikan langsung kepada Wakil Abo yang juga menjabat sebagai Ketua RT 01 Dusun Rengasjaya 1. Ia menilai penyaluran bantuan harus mengutamakan masyarakat yang telah memiliki surat atau stempel penerima, tanpa mempersoalkan kategori desil.
Menurut Wakil Abo, pemerintah desa dan pihak terkait seharusnya mengacu pada data penerima yang telah ditetapkan agar penyaluran bantuan tepat sasaran dan tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Harusnya sudah ada data penerima yang dirilis. Kasihan masyarakat yang sampai sekarang belum mendapatkan bantuan beras. Jangan sampai warga yang berhak justru belum menerima,” ujar Wakil Abo, Senin (14/09/2026).
Wakil Abo Juga, masih banyak beras Bapanas yang terlihat ada 90 karung di GOR Desa Rengasdengklok Selatan. Karena itu, ia menyarankan agar sisa beras tersebut segera disalurkan kepada masyarakat yang belum menerima bantuan, bukan dikembalikan ke Bulog.
“Saran saya ke Pak Nang selaku PSM, tidak usah lihat desil, yang penting warga yang sudah ada stempel penerima dibagikan saja. Beras masih banyak bertumpuk di GOR desa. Masa beras sisanya mau dikembalikan ke Bulog? Lebih baik bagikan saja ke masyarakat, supaya selesai dan tidak ada lagi pertanyaan dari warga,” kata Wakil Abo.
Dan Ia juga mengusulkan agar penyaluran bantuan berikutnya tidak dipusatkan di kantor desa. Menurutnya, pembagian di setiap dusun atau kewilayahan akan membuat proses lebih tertib dan memudahkan pencocokan data penerima.
“Kalau dibagikan per dusun, warga tidak perlu berdesakan di kantor desa. Prosesnya lebih rapi, penerimanya lebih jelas, dan masyarakat lebih mudah mengambil bantuan,” ujarnya.
Wakil Abo berharap Pemerintah Desa Rengasdengklok Selatan segera memberikan penjelasan terkait data penerima dan mekanisme penyaluran agar polemik tidak semakin meluas di tengah masyarakat.
Sementara itu, sejumlah warga juga menginginkan pembagian bantuan dilakukan di masing-masing dusun agar tidak terjadi kerumunan dan seluruh warga yang berhak menerima bantuan dapat terlayani dengan baik.
Hingga berita ini diterbitkan, masih terdapat laporan warga yang mengaku belum menerima bantuan beras Bapanas, sementara sebagian beras disebut masih tersimpan di GOR Desa Rengasdengklok Selatan. Warga berharap penyaluran segera dituntaskan agar tidak menimbulkan keresahan berkepanjangan.
Penulis : Apih Kasur
Penyunting : Wahid













Tinggalkan Balasan