MBG untuk Anak, Bukan untuk Ulat: Dugaan Temuan Ulat di SDN Ciptamargi 4 Harus Diusut

- Penulis

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:56

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar sayur MBG Ciptamargi 002 yang terlihat ada ulatnya

Gambar sayur MBG Ciptamargi 002 yang terlihat ada ulatnya

Karawang | Lintaskarawang.com — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan. Kali ini, dugaan persoalan kualitas makanan terjadi di SDN Ciptamargi 4, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, yang menerima makanan dari SPPG Ciptamargi 002.

Informasi tersebut ramai diperbincangkan setelah sebuah video yang memperlihatkan dugaan adanya ulat di dalam sayuran menu MBG beredar di grup wali kelas.

Menurut keterangan salah satu orang tua siswa, ulat tersebut ditemukan di dalam sayuran yang menjadi bagian dari makanan MBG. Beruntung, makanan tersebut belum sempat dimakan oleh anaknya sehingga dugaan ulat itu diketahui sebelum makanan dikonsumsi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Untungnya tidak kemakan oleh anak saya,” ujar orang tua siswa tersebut.

Persoalan ini tentu tidak bisa dianggap sebagai kejadian sepele. Program MBG menyasar anak-anak sekolah yang seharusnya mendapatkan makanan yang bergizi, layak, higienis, dan aman untuk dikonsumsi.

Jika benar ditemukan ulat dalam makanan yang dibagikan kepada siswa, maka pertanyaan besarnya bukan hanya soal bagaimana ulat tersebut bisa masuk ke dalam sayuran, tetapi juga sejauh mana proses pemeriksaan bahan baku, pencucian, pengolahan, hingga pemeriksaan akhir sebelum makanan didistribusikan ke sekolah dilakukan oleh pihak SPPG.

MBG Jangan Sekadar Kejar Jumlah, Keamanan Harus Nomor Satu

Program MBG bukan sekadar persoalan membagikan makanan kepada sebanyak-banyaknya siswa. Ada tanggung jawab besar di balik setiap kotak makanan yang diberikan kepada anak-anak.

Baca Juga:  GMPI Rayakan Anniversary ke-4 dengan Pagelaran Wayang Golek di Rengasdengklok

Jangan sampai orientasi terhadap target distribusi justru membuat aspek kualitas dan keamanan pangan menjadi nomor dua.

Sebab, makanan yang diberikan kepada anak sekolah tidak boleh hanya terlihat lengkap secara menu. Sayur ada, lauk ada, buah ada, lalu dianggap selesai.

Yang lebih penting adalah memastikan seluruh makanan tersebut benar-benar layak konsumsi.

Temuan dugaan ulat dalam sayuran semestinya menjadi alarm bagi pengelola SPPG dan pihak terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh.

Pertanyaannya sederhana:

Apakah bahan baku benar-benar diperiksa?

Apakah sayuran dicuci dan disortir dengan standar yang memadai?

Apakah proses memasak diawasi dengan baik?

Dan apakah makanan diperiksa kembali sebelum dikirim kepada anak-anak di sekolah?

Jangan menunggu sampai ada siswa yang benar-benar mengalami gangguan kesehatan baru kemudian semua pihak sibuk mencari siapa yang bertanggung jawab.

Orang Tua Berhak Mendapat Penjelasan

Orang tua siswa tentu memiliki hak untuk mengetahui bagaimana makanan yang dikonsumsi anak mereka diproses dan dijamin keamanannya.

Apalagi jika benar video tersebut beredar di grup wali kelas dan menjadi perhatian para orang tua.

Pihak SPPG Ciptamargi 002 maupun instansi terkait perlu memberikan penjelasan secara terbuka mengenai kejadian tersebut.

(LK)

Berita Terkait

Karawang Job Fair 2026 Dibuka, Tersedia Formasi Khusus Penyandang Disabilitas
BPD Tirtasari Memanas! Jumlah Pemilih Mendadak Berlipat, Proses Pemilihan Dituntut Diulang
DPRD Karawang Gelar Rapat Paripurna, Bahas KUA-PPAS 2027 dan Propemperda 2026
BUMDes Mandiri Sejahtera Parungmulya Dorong Masyarakat Jadi Mitra Strategis Kawasan Industri
Dugaan Intimidasi Jelang Pilkades Sumber Urip, Warga Mengaku Dimaki dan Diancam Putus Listrik.
Diduga Minta Uang, Pekerjaan Pemagaran di Sindangmulya Dihentikan Kades, Warga Desak PRKP Turun Tangan
Ayo Bayar PBB-P2 Sebelum 30 September, Inilah Beragam Manfaatnya
Menyala! Sekda Karawang Dipercaya Bicara Transformasi Layanan Publik di Forum Jakarta Smart City
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:56

MBG untuk Anak, Bukan untuk Ulat: Dugaan Temuan Ulat di SDN Ciptamargi 4 Harus Diusut

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:22

Karawang Job Fair 2026 Dibuka, Tersedia Formasi Khusus Penyandang Disabilitas

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:58

DPRD Karawang Gelar Rapat Paripurna, Bahas KUA-PPAS 2027 dan Propemperda 2026

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:52

BUMDes Mandiri Sejahtera Parungmulya Dorong Masyarakat Jadi Mitra Strategis Kawasan Industri

Senin, 24 Agustus 2026 - 04:23

Dugaan Intimidasi Jelang Pilkades Sumber Urip, Warga Mengaku Dimaki dan Diancam Putus Listrik.

Jumat, 21 Agustus 2026 - 05:47

Diduga Minta Uang, Pekerjaan Pemagaran di Sindangmulya Dihentikan Kades, Warga Desak PRKP Turun Tangan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:11

Ayo Bayar PBB-P2 Sebelum 30 September, Inilah Beragam Manfaatnya

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:57

Menyala! Sekda Karawang Dipercaya Bicara Transformasi Layanan Publik di Forum Jakarta Smart City

Berita Terbaru