Dampak Gempa Garut: Satu Rumah Tertimbun Longsor, Dua Anak dan Satu Perempuan Masih Tertimbun

- Penulis

Minggu, 28 April 2024 - 01:08

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut, Lintaskarawang.com – Bencana gempa bumi dengan magnitudo 6.5 yang mengguncang Garut pada tanggal 27 April 2024 pukul 23.29 WIB telah menyebabkan kerusakan serius di beberapa wilayah. Salah satu dampak paling menghancurkan adalah terjadinya longsor di Kampung Sirnagalih, Desa Talaga Jaya, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Garut.

Dalam sebuah video berdurasi 1 menit, terlihat bahwa satu rumah telah tertimbun oleh tanah longsor. Di dalam rumah tersebut dilaporkan ada dua anak dan satu perempuan yang masih tertimbun. Hingga saat ini, tim penyelamat masih berusaha untuk mengevakuasi korban yang tertimbun di dalam longsoran tersebut.

“Kami masih berupaya keras untuk mengevakuasi korban yang masih tertimbun di dalam longsoran. Rumah tersebut sudah rata tertimbun oleh tanah,” ungkap seorang petugas dari Pemerintah Desa Talaga Jaya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi lebih lanjut mengenai kondisi korban yang tertimbun di dalam longsoran tersebut. Masyarakat setempat bersama petugas penyelamat terus berupaya semaksimal mungkin untuk mengevakuasi korban.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) masih terus memantau situasi pascagempa untuk mengantisipasi kemungkinan adanya gempa susulan atau dampak lain yang bisa terjadi. Masyarakat diminta untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang. (Red)

Berita Terkait

Kebakaran Hebat Hanguskan Belasan Lapak Palet di Jalur Pantura Waringinjaya, Lalu Lintas Lumpuh Total
Viral Dugaan Pesta Sesama Jenis, Holywings Karawang Ditutup Sementara oleh Satpol PP
Kecelakaan di Jalan Lingkar Luar Tanjungpura – Klari, Muatan Beras Berserakan di Jalan
Truk Muatan Minyak Sayur Terguling di Jalur Pantura, Arus Lalu Lintas di Jatisari Macet Panjang
Polemik Limbah PT MIM Diseret ke Ranah Hukum, Askun: Kades Tak Berwenang Intervensi B2B
Diduga Disunat, Bantuan Bibit Padi di Rengasdengklok Malah Jadi Beras
Dugaan Abuse of Power Menguat, LBH Laskar NKRI Laporkan Kades Sumurkondang ke Bupati
Skandal Ponpes Terbongkar, Dugaan Pencabulan Santriwati Picu Amarah Warga
Berita ini 0 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 10:13

GMMK Gelar Aksi Unjuk Rasa, Desak Transparansi Anggaran dan Tes Urine Massal Pejabat Karawang

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:13

Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Pembangunan Rutilahu di Desa Kemiri Diprotes Keluarga Penerima Manfaat

Kamis, 9 Juli 2026 - 09:57

Jaga Kondusivitas Kawasan Industri, Desa Mekarjaya dan Tamelang Sepakati Nota Kesepakatan Bersama dengan Karang Taruna

Rabu, 8 Juli 2026 - 04:52

Dugaan Pengelolaan Dana Material P3-TGAI di Desa Malangsari Disorot, Ketua P3A Sebut Hanya Diberi Mandat Urus Pengairan

Senin, 6 Juli 2026 - 06:41

Perjuangan H. Karsim Berbuah Hasil, Dinas Pertanian Setujui Normalisasi Irigasi Rawamerta

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:06

Forum Permuda Desak Transparansi Penyewaan Sawah Bengkok Desa Kemiri, Ancam Tempuh Audiensi hingga Aksi

Jumat, 3 Juli 2026 - 09:13

Satpol PP Resmi Hentikan Sementara Operasional Alfamart Kalijaya, Tindak Lanjut Sorotan Publik dan RDP DPRD

Rabu, 1 Juli 2026 - 07:08

Investasi Bukan Karpet Merah Pelanggaran, Satpol PP Karawang Ingatkan Alfamart Kalijaya Patuh Regulasi

Berita Terbaru