Dugaan Abuse of Power Menguat, LBH Laskar NKRI Laporkan Kades Sumurkondang ke Bupati

- Penulis

Kamis, 30 April 2026 - 08:13

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Poto: Direktur LBH DPP LSM Laskar NKRI, Dr. M. Gary Gagarin Akbar, SH, MH

Poto: Direktur LBH DPP LSM Laskar NKRI, Dr. M. Gary Gagarin Akbar, SH, MH

Karawang | Lintaskarawang.com — Direktur LBH DPP LSM Laskar NKRI, Dr. M. Gary Gagarin Akbar, SH, MH, secara resmi melayangkan pengaduan kepada Bupati Karawang dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) terkait dugaan penyalahgunaan wewenang oleh Kepala Desa dan perangkat Desa Sumurkondang.

Pengaduan tersebut berkaitan dengan sejumlah kebijakan pemerintah desa yang dinilai tidak memiliki dasar hukum dan berpotensi merugikan pihak lain, termasuk pelaku usaha.

Salah satu yang disoroti adalah adanya surat dari Pemerintah Desa Sumurkondang kepada PT Indo Multimandiri (PT MIM) yang mempermasalahkan pergantian vendor pengelola limbah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam surat itu, disebutkan bahwa perusahaan yang dapat bekerja sama dengan PT MIM harus memiliki rekomendasi dari pemerintah desa.

Menurut Gary, kebijakan tersebut dinilai menyesatkan. “Namanya rekomendasi, bukan kewajiban, tidak ada dasar hukum yang mengatur bahwa pelaku usaha harus memiliki rekomendasi desa untuk bisa beroperasi,” ujarnya.

Selain itu, LBH Laskar NKRI juga menyoroti dugaan pemaksaan oleh pihak desa terhadap PT MIM terkait permintaan pembayaran sewa jalan desa sebesar Rp200 juta.

“Kalau itu jalan umum, tidak boleh disewakan, jalan desa diperuntukkan bagi kepentingan publik, kalau memang desa mengklaim kepemilikan, harus dibuktikan secara hukum,” tegasnya.

Baca Juga:  Cuma Modal KTP! Warga Karawang Kini Bisa Berobat Gratis Tanpa BPJS

Gary menilai, tindakan tersebut berpotensi masuk dalam kategori pungutan liar (pungli) dan penyalahgunaan wewenang, ia menyebut, jika terbukti, perbuatan tersebut dapat dijerat dengan ketentuan dalam Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

Mengacu pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999, khususnya Pasal 12 huruf e, pejabat yang menyalahgunakan kekuasaan untuk memaksa seseorang memberikan sesuatu dapat dikenai pidana penjara hingga 20 tahun.

Selain itu, pihaknya juga menduga adanya pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, khususnya Pasal 17 yang mengatur larangan penyalahgunaan kewenangan oleh pejabat pemerintahan.

“Dalam aturan tersebut jelas, sanksi terberat adalah pemberhentian dari jabatan,” kata Gary.

LBH Laskar NKRI mendesak Bupati Karawang dan DPMD segera mengambil langkah tegas, termasuk melakukan pemeriksaan dan menjatuhkan sanksi terhadap oknum kepala desa jika terbukti bersalah, mereka menilai persoalan ini tidak hanya meresahkan masyarakat, tetapi juga berpotensi mengganggu iklim investasi di Kabupaten Karawang.

Penulis: Fitri

Editor: Aan Ade Warino

Berita Terkait

Polsek Rengasdengklok Bergerak Cepat Tangani Kasus Bocah Tenggelam di Saluran Irigasi Desa Dewisari
Tawuran Pelajar di Klari Kembali Makan Korban, Lima Jari Siswa Putus Jadi Alarm Darurat Kekerasan Remaja
Selidiki Penyebab Kematian, Unit Reskrim Polsek Rengasdengklok Olah TKP Penemuan Mayat di Desa Kampung sawah
Kebakaran Hebat Hanguskan Belasan Lapak Palet di Jalur Pantura Waringinjaya, Lalu Lintas Lumpuh Total
Viral Dugaan Pesta Sesama Jenis, Holywings Karawang Ditutup Sementara oleh Satpol PP
Kecelakaan di Jalan Lingkar Luar Tanjungpura – Klari, Muatan Beras Berserakan di Jalan
Truk Muatan Minyak Sayur Terguling di Jalur Pantura, Arus Lalu Lintas di Jatisari Macet Panjang
Polemik Limbah PT MIM Diseret ke Ranah Hukum, Askun: Kades Tak Berwenang Intervensi B2B
Berita ini 0 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 04:12

Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Jalan Poros Tanjung Mekar Rp189 Juta Disorot Warga

Jumat, 11 September 2026 - 02:35

DPRD Karawang Resmi Dukung Draft RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Kamis, 10 September 2026 - 12:14

Skandal KPR Fiktif Karawang Makin Melebar! Kejari Tetapkan Dua Bos Bank Himbara Jadi Tersangka, Total Kini 7 Orang

Kamis, 10 September 2026 - 08:22

Proyek Jalan di Puseurjaya Disorot, Muncul Dugaan Permintaan Uang Koordinasi hingga Jutaan Rupiah

Senin, 7 September 2026 - 12:27

63 Desa Terima LHP AMJ, Publik Karawang Menanti Dibukanya Temuan dan Tindak Lanjut

Jumat, 4 September 2026 - 06:26

Dugaan Penyimpangan BUMDes dan BLT Dana Desa Mencuat di Desa Gombongsari, Departemen Umum Hankam 88 Laskar NKRI Siap Tempuh Jalur Hukum

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:56

MBG untuk Anak, Bukan untuk Ulat: Dugaan Temuan Ulat di SDN Ciptamargi 4 Harus Diusut

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:22

Karawang Job Fair 2026 Dibuka, Tersedia Formasi Khusus Penyandang Disabilitas

Berita Terbaru