Pahami Sistem Triase di IGD, RSUD Jatisari: Prioritas Berdasarkan Tingkat Kegawatan Pasien

- Penulis

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:18

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang | Lintaskarawang.com – Masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa pasien yang datang lebih dahulu ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) akan mendapatkan pelayanan lebih dulu. Padahal, dalam pelayanan kegawatdaruratan, rumah sakit menerapkan sistem triase, yakni metode penilaian medis untuk menentukan prioritas penanganan berdasarkan tingkat kegawatan kondisi pasien.

Melalui edukasi kepada masyarakat, RSUD Jatisari menjelaskan bahwa sistem triase merupakan standar pelayanan di IGD yang bertujuan memastikan pasien dengan kondisi paling kritis mendapatkan pertolongan secepat mungkin.

Koordinator Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Jatisari, Yudi Solehudin, S.Kep., Ners., menegaskan bahwa pelayanan di IGD tidak didasarkan pada urutan kedatangan pasien, melainkan pada tingkat urgensi kondisi medis yang dialami.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sering kali masyarakat bertanya mengapa ada pasien yang baru datang tetapi langsung ditangani. Perlu dipahami bahwa di IGD berlaku sistem triase, sehingga pasien dengan kondisi yang mengancam nyawa akan diprioritaskan untuk mendapatkan pertolongan,” ujar Yudi, Jumat (29/5/2026).

Menurutnya, sistem triase merupakan bagian penting dalam pelayanan kegawatdaruratan yang diterapkan di seluruh rumah sakit. Sistem ini membantu tenaga medis mengambil keputusan secara cepat, tepat, dan profesional dalam menangani pasien.

Dalam penerapannya, triase membagi pasien ke dalam beberapa kategori berdasarkan tingkat kegawatan. Triase Merah diperuntukkan bagi pasien dengan kondisi yang mengancam nyawa dan membutuhkan tindakan segera, seperti henti napas, serangan jantung, atau perdarahan hebat.

Sementara itu, Triase Kuning diberikan kepada pasien dengan kondisi serius yang memerlukan penanganan cepat namun masih memungkinkan menunggu dalam waktu tertentu, seperti kasus patah tulang atau nyeri berat.

Baca Juga:  RSUD Jatisari Sediakan Layanan Cuci Darah, Permudah Pasien Gagal Ginjal di Karawang

Adapun Triase Hijau ditujukan bagi pasien dengan kondisi ringan yang tidak mengancam nyawa, seperti demam atau luka ringan, sehingga dapat menunggu lebih lama dibandingkan pasien dengan kondisi yang lebih darurat.

Yudi menegaskan bahwa penerapan triase bukan bentuk diskriminasi pelayanan, melainkan langkah untuk menyelamatkan nyawa pasien yang berada dalam kondisi kritis.

“Semua pasien tetap akan mendapatkan pelayanan. Namun dalam situasi darurat, tenaga kesehatan harus mendahulukan pasien yang keselamatannya sangat bergantung pada kecepatan penanganan,” jelasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk memahami mekanisme pelayanan di IGD agar tidak terjadi kesalahpahaman saat menunggu antrean pemeriksaan.

“Kami berharap masyarakat memahami bahwa ketika ada pasien yang didahulukan, bukan berarti pasien lain diabaikan. Sistem ini diterapkan agar pelayanan berjalan lebih efektif, adil, dan berorientasi pada keselamatan pasien,” katanya.

Lebih lanjut, Yudi menilai edukasi mengenai sistem triase penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pelayanan kesehatan darurat. Dengan pemahaman yang baik, pasien maupun keluarga dapat lebih tenang dan memahami alasan medis di balik proses pelayanan di IGD.

“Keselamatan pasien adalah prioritas utama. Sistem triase membantu tenaga kesehatan memastikan pertolongan pertama diberikan kepada mereka yang paling membutuhkan dalam waktu yang sangat terbatas. Kami mengajak masyarakat untuk mempercayai penilaian medis yang dilakukan petugas IGD karena setiap keputusan diambil berdasarkan kondisi klinis pasien dan standar pelayanan kesehatan yang berlaku,” pungkasnya.

Melalui penerapan sistem triase, RSUD Jatisari berkomitmen memberikan pelayanan kegawatdaruratan yang cepat, tepat, dan profesional demi keselamatan seluruh pasien yang membutuhkan pertolongan. (LK)

 

Berita Terkait

RSUD Jatisari Hadirkan Dokter Spesialis Urologi, Perkuat Layanan Kesehatan Masyarakat Karawang
Berawal dari Orang Tua Sakit, Akang Abdol Dirikan Tabib Karawang dengan Pengobatan Seikhlasnya
Sosialisasi Pencegahan Kusta Digelar di Karees, Empat Warga Palumbonsari Terdata Pernah Mengidap
Karawang Darurat HIV? 188 Kasus Baru Muncul dalam Tiga Bulan, Remaja Mulai Terpapar
ANCAMAN NYATA PENYALAHGUNAAN TRAMADOL, GENERASI MUDA TERANCAM GANGGUAN MENTAL
Wabup Karawang Maslani Sidak RSUD Jatisari Pastikan Pelayanan Kesehatan Berjalan Optimal
Aparatur Kecamatan Rengasdengklok Jalani Cek Kesehatan, Dukung Penanganan Stunting dan TBC
Dari Puskesmas Rengasdengklok, dr. Cucu Pimpin Upaya Tekan Stunting dan TBC
Berita ini 0 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 02:40

RSUD Jatisari Hadirkan Layanan Spesialis Orthopedi dan Traumatologi, dr. Moh Arie Arifin: Jangan Salah Penanganan Saat Patah Tulang

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:12

Kang Cucu Harap Amanah Baru Waya Karmila Jadi Momentum Penguatan Seni dan Budaya Karawang

Kamis, 16 Juli 2026 - 01:48

Jembatan Karangjati Pedes Diusulkan Ditinggikan, Warga Harap Arus Irigasi Kembali Lancar

Minggu, 21 Juni 2026 - 12:49

Egy Bastyan Hermawan Nahkodai Forum Mitra Dapur Indonesia Emas, Prioritaskan Kepastian Hukum bagi Anggota

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:15

DPC PDI Perjuangan Karawang Gelar Haul Bung Karno dan Pendidikan Politik, Perkuat Konsolidasi Internal Partai

Kamis, 18 Juni 2026 - 02:57

Jejak Kenangan “Asa Masa Depan”, SMP-IT Nurul Huda Batujaya Lepas 85 Siswa Kelas IX dengan Nuansa Penuh Haru

Kamis, 7 Mei 2026 - 09:13

Video Keluhan Pengunjung Inul Vizta Karawang Ramai di TikTok, Muncul Komentar Pro dan Kontra

Minggu, 26 April 2026 - 08:03

Kolaborasi PT Inovasi Network Plus dan Lintas Corporate Group Dorong Transformasi Digital di Karawang

Berita Terbaru