Berawal dari Orang Tua Sakit, Akang Abdol Dirikan Tabib Karawang dengan Pengobatan Seikhlasnya

- Penulis

Kamis, 21 Mei 2026 - 05:58

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Abdurrahman Rohis atau yang akrab disapa Akang Abdol

Foto Abdurrahman Rohis atau yang akrab disapa Akang Abdol

Karawang | Lintaskarawang.com – Di sebuah rumah sederhana di Dusun Salam I, Desa Karangjaya, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang, puluhan warga tampak silih berganti datang sejak pagi hari. Mereka rela antre demi mendapatkan terapi pengobatan tradisional di “Tabib Karawang”, sebuah tempat terapi alternatif milik Abdurrahman Rohis atau yang akrab disapa Akang Abdol.

Bukan tanpa alasan tempat itu ramai didatangi pasien. Di balik berdirinya Tabib Karawang, tersimpan kisah perjuangan seorang anak yang ingin melihat kedua orang tuanya sembuh dari penyakit yang diderita.

Akang Abdol menceritakan, awal mula dirinya mendalami dunia terapi tradisional berangkat dari kondisi ayah dan ibunya yang sakit cukup parah. Sang ayah diketahui menderita diabetes hingga mengalami amputasi tangan, sementara ibunya mengalami sakit lambung kronis.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dulu saya terus mencari guru terapi karena ingin membantu orang tua. Saya belajar ngurut Cimande sampai ke Banten atas arahan KH Asbun dari Bekasi,” ujarnya saat ditemui, Kamis (21/05/2026).

Perjalanan itu kemudian mempertemukannya dengan seorang guru terapi asal Karawang bernama Ki Galuh. Dari sosok itulah Akang Abdol mulai mendalami berbagai metode pengobatan tradisional secara serius.

Setelah merasa cukup belajar, ia mulai mencoba mengaplikasikan ilmu tersebut kepada kedua orang tuanya. Hasilnya di luar dugaan.

“Alhamdulillah seminggu diterapi, orang tua saya mulai bisa makan enak lagi, jalan-jalan lagi. Tetangga juga mulai banyak yang bertanya pengobatannya di mana,” katanya.

Dari mulut ke mulut, kabar mengenai terapi yang dilakukan Akang Abdol mulai menyebar ke masyarakat sekitar. Sejak saat itu pasien terus berdatangan hingga akhirnya ia mendirikan tempat praktik yang kini dikenal dengan nama Tabib Karawang.

Baca Juga:  HUT ke-5 RSUD Jatisari, Puluhan Perempuan Ikuti Screening HPV DNA Gratis

Nama tersebut, kata dia, sebenarnya bukan pilihannya sendiri. Ide itu datang dari sang guru yang telah meninggal dunia.

“Saya sebenarnya tidak mau memakai nama Tabib Karawang. Tapi guru saya bilang nama itu bagus dan mudah dikenal masyarakat,” tuturnya.

Kini, Tabib Karawang menangani berbagai keluhan kesehatan seperti stroke, asam urat, lambung, jantung, diabetes, encok, rematik hingga lemah syahwat. Namun, ia mengaku tidak menerima penanganan untuk patah tulang dan benjolan tertentu.

Dalam praktiknya, Akang Abdol menggunakan berbagai metode terapi tradisional seperti akupuntur, bekam, terapi sendok, totok petir, gurah mata hingga gurah hidung.

Menariknya, pasien tidak dipatok biaya tertentu. Pengobatan dilakukan dengan sistem bayar seikhlasnya.

“Yang penting pasien ikhlas. Tapi untuk tindakan seperti bekam dan akupuntur memang harus dilakukan di tempat karena membutuhkan alat khusus,” jelasnya.

Meski pasien cukup banyak, Akang Abdol membatasi jam praktik hanya empat jam setiap hari, yakni mulai pukul 09.00 WIB hingga 13.00 WIB. Sementara pendaftaran dibuka sejak pukul 07.00 WIB. Praktik tutup setiap Kamis dan Jumat.

Sudah hampir satu tahun lebih Tabib Karawang berdiri. Berbagai atribut seperti plang dan bendera yang terpasang di lokasi, menurutnya, sebagian besar berasal dari pasien sebagai bentuk dukungan dan rasa terima kasih.

Bagi sebagian warga, tempat terapi itu bukan sekadar lokasi pengobatan alternatif. Di sana tersimpan kisah tentang perjuangan seorang anak yang tak ingin menyerah melihat kedua orang tuanya sakit, hingga akhirnya memilih membantu banyak orang melalui jalan pengobatan tradisional.

(Apih Kasur)

Berita Terkait

RSUD Jatisari Luncurkan UPD dan Layanan Homecare MESRA, Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat
Pahami Sistem Triase di IGD, RSUD Jatisari: Prioritas Berdasarkan Tingkat Kegawatan Pasien
RSUD Jatisari Hadirkan Dokter Spesialis Urologi, Perkuat Layanan Kesehatan Masyarakat Karawang
Sosialisasi Pencegahan Kusta Digelar di Karees, Empat Warga Palumbonsari Terdata Pernah Mengidap
Karawang Darurat HIV? 188 Kasus Baru Muncul dalam Tiga Bulan, Remaja Mulai Terpapar
ANCAMAN NYATA PENYALAHGUNAAN TRAMADOL, GENERASI MUDA TERANCAM GANGGUAN MENTAL
Wabup Karawang Maslani Sidak RSUD Jatisari Pastikan Pelayanan Kesehatan Berjalan Optimal
Aparatur Kecamatan Rengasdengklok Jalani Cek Kesehatan, Dukung Penanganan Stunting dan TBC
Berita ini 0 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 08:14

Jembatan Perintis Garuda Diresmikan, Sambungkan Kalijati-Kamurang dan Permudah Akses Warga

Senin, 10 Agustus 2026 - 06:02

Pemkab Karawang Serentak Salurkan Vitamin dan Kalsium untuk Balita, Tekan Angka Stunting

Senin, 10 Agustus 2026 - 05:00

Ketua KSM GMBI Kedungwaringin Apresiasi Polsek, Dorong Sinergi Jaga Kamtibmas

Minggu, 9 Agustus 2026 - 03:45

‎Pemkab Karawang Tertibkan 93 Bangunan Liar di Sekitar Gerbang Tol Karawang Timur ‎

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:59

Gerak Cepat! H. Karsim Langsung Eksekusi Normalisasi Irigasi Usai Petani Mengeluh

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:16

Maju sebagai Calon BPD Desa Darawolong,Robi Herawan Nomor Urut 2 Siap Perjuangkan Aspirasi Warga Dusun Kali Jeruk.

Selasa, 4 Agustus 2026 - 07:20

Cetak Bibit Juara, Pemkab Karawang Gelontorkan Rp32,7 Miliar untuk Infrastruktur Olahraga dan Pendidikan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 06:58

Dewan Tani H. Karsim Perintahkan Gotong Royong Bersihkan Saluran Air Jalur Pertamina di Rawamerta

Berita Terbaru