Karawang | Lintaskarawang.com – Tawuran antarpelajar kembali mencoreng dunia pendidikan di Kabupaten Karawang. Seorang pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mengalami luka berat setelah tangan kanannya disabet senjata tajam hingga mengakibatkan lima jarinya putus dalam insiden yang terjadi di Jalan Raya Klari–Pancawati, Kecamatan Klari, Senin (20/07/2026) malam.
Peristiwa yang terekam video dan beredar luas di media sosial itu memperlihatkan dua kelompok pelajar saling menyerang menggunakan senjata tajam di tengah jalan. Korban dilaporkan roboh bersimbah darah sebelum akhirnya dievakuasi oleh rekan-rekannya ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Karawang untuk mendapatkan penanganan medis.
Humas RSUD Karawang, Abdullah Luthfi, membenarkan bahwa korban datang dengan kondisi luka serius pada tangan kanan. Tim medis langsung memberikan penanganan intensif dan menyiapkan tindakan operasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Korban datang ke IGD dengan luka cukup parah, jari-jarinya putus. Rencananya akan dilakukan tindakan operasi dan saat ini kondisi korban dalam keadaan baik,” ujarnya.
Sementara itu, Yunus, kakek korban, mengaku baru mengetahui cucunya menjadi korban tawuran setelah mendapat kabar dari teman-teman korban. Sebelum kejadian, korban berpamitan meminjam kendaraan dengan alasan hendak bermain futsal.
Di sisi lain, aparat kepolisian dari Polsek Klari bersama Satreskrim Polres Karawang masih melakukan penyelidikan. Polisi mengumpulkan keterangan saksi serta memburu para pelaku yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.
Kasus ini bukan sekadar tindak kriminal biasa. Tawuran yang kembali terjadi menunjukkan bahwa persoalan kenakalan remaja masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan.
Insiden yang menyebabkan seorang pelajar kehilangan lima jari tangannya menjadi pengingat bahwa tawuran bukan lagi sekadar kenakalan remaja, melainkan ancaman serius terhadap masa depan generasi muda.
Penulis : Wahid













Tinggalkan Balasan