Fenomena Bumi Kian Pendek pada Juli Sampai Agustus 2025, Ada Apakah Dengan Bumi ?

- Penulis

Jumat, 4 Juli 2025 - 02:55

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Doc istimewa: dibuat oleh Artificial Intelligence

Doc istimewa: dibuat oleh Artificial Intelligence

Indonesia, Lintaskarawang.com – Bumi, rumah besar bagi seluruh umat manusia, kembali menyuguhkan kejutan dari jagat raya. Bukan gempa, bukan badai, tapi sesuatu yang jauh lebih halus namun tak kalah mengejutkan dimana rotasinya semakin cepat.

Bayangkan, hari-hari yang biasa kita jalani selama 24 jam perlahan mulai berkurang, meski hanya dalam hitungan milidetik. Namun bagi para ilmuwan, perubahan kecil ini bukanlah hal sepele.

Menurut International Earth Rotation and Reference Systems Service (IERS), pada 9 Juli 2025, Bumi akan menyelesaikan satu putaran penuh 1,30 milidetik lebih cepat dari biasanya. Kemudian di tanggal 22 Juli dan 5 Agustus, kecepatan itu bahkan bertambah, membuat durasi hari lebih singkat 1,38 hingga 1,5 milidetik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejak awal 2020, fenomena percepatan rotasi ini mulai menjadi perhatian. Tahun lalu, 2024, tercatat sebagai pemecah rekor hari tercepat dalam sejarah modern, lebih pendek 1,66 milidetik dari hari normal.

Lalu, apa yang membuat Bumi berlari?

Ilmuwan mengaitkannya dengan posisi Bulan. Dalam jangka panjang, Bulan memang memperlambat rotasi Bumi lewat gaya tarik gravitasinya. Namun saat jaraknya berada pada titik maksimum dari ekuator, efek perlambatan ini menurun dan itulah yang diduga menjadi pemicu Bumi melaju lebih cepat dari biasanya.

Baca Juga:  Anjing Peliharaan Menggigit Tetangga, Korban Pinta Pemilik Bertanggung Jawab

Fenomena ini bisa diprediksi, tetapi tetap membuat banyak ilmuwan mengernyit. Sejak 1972, total 27 detik kabisat telah ditambahkan ke sistem waktu dunia untuk menyesuaikan perlambatan Bumi. Namun sejak 2016, tidak ada lagi detik tambahan yang dibutuhkan.

Bahkan pada Juni 2025, IERS telah mengonfirmasi tidak akan ada detik kabisat ditambahkan tahun ini.

“Tidak adanya kebutuhan untuk detik kabisat ini tidak terduga,” kata Judah Levine, seorang fisikawan dari National Institute of Standards and Technology.

Meski tak berdampak langsung ke kehidupan sehari-hari, kita tak akan tiba-tiba bangun lebih pagi karena waktu dipercepat sejuta detik sekalipun dalam fenomena ini. Ia mencerminkan betapa dinamisnya planet yang kita huni. Bahwa Bumi, yang selama ini kita anggap stabil, ternyata terus berubah bahkan dalam hal paling mendasar.

Dan kini, sambil kita menjalani Juli dan Agustus, kita pun turut menjadi saksi momen langka di mana waktu benar-benar terasa lebih cepat, secara harfiah.

Editor: Aan

Berita Terkait

Kasus Siswa SD Diduga Bunuh Diri, Karang Taruna Karawang Dorong Gerakan Peduli Perlengkapan Sekolah
Anak 11 Tahun Tewas Tenggelam di Kolam PT PGN, Keluarga Minta Area Dipagari dan Diawasi Ketat
Tim Damkar Karawang Lakukan Pengecekan Warga Terdampak Banjir di Cilamaya
Lansia Diduga Tenggelam Pascabanjir di Karangligar
GERAK CEPAT TNI AD DAN SCF MENYISIR HUTAN SANGGABUANA POLRES KARAWANG MEMBURU PEMBURU SATWA LIAR TEREKAM KAMERA
Banjir Rendam Desa Telukbuyung Pakisjaya Warga Mengungsi dan Butuh Bantuan
Tinggi Muka Air Sungai Citarum Naik ke Status Awas, Warga Diminta Waspada
Kabar Hilangnya Siswi SD Cengkong IV Gegerkan Warga, Polisi Ungkap Fakta Sebenarnya
Berita ini 32 kali dibaca
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Minggu, 8 Februari 2026 - 18:59

MAKIN Karawang Gelar Hari Persaudaraan Sambut Imlek

Sabtu, 7 Februari 2026 - 08:55

Viral di Media Sosial, Kondisi Bayi Zea Dipastikan Sehat dan Sudah Ditangani PSM Palumbonsari

Kamis, 5 Februari 2026 - 09:43

Menteri Agama RI Kunjungi Klenteng Sian Djin Ku Poh dan Vihara Buddha Loka Karawang‎

Kamis, 5 Februari 2026 - 05:32

Pemkab Karawang Gelar Aksi Bersih-Bersih Pantai Tangkolak Tindak Lanjut Arahan Presiden RI

Rabu, 4 Februari 2026 - 16:04

Samsudin Setiawan Resmi Dilantik sebagai Ketua Karang Taruna Desa Tamelang Periode 2026–2031

Selasa, 3 Februari 2026 - 06:44

Bupati Aep Lantik 13 ASN Pemkab Karawang, Tekankan Kinerja Kolektif dan Pelayanan Publik

Minggu, 1 Februari 2026 - 12:58

Lampu PJU Roboh di Pantura Lemah Abang Cikarang, Picu Kemacetan Panjang

Minggu, 1 Februari 2026 - 07:39

Ramayana Ciplaz karawang Membuka Acara Festival Marching Band tingkat SD/SMP

Berita Terbaru