Karawang | Lintaskarawang.com – Dugaan penyelewengan bantuan bibit padi mencuat di Dusun Kobak Karim, Desa Kalangsurya, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, bantuan yang seharusnya menjadi penopang produktivitas petani itu diduga tak pernah sampai ke penerima, bahkan disebut-sebut telah dialihkan menjadi beras.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, bantuan tersebut diduga disalahgunakan oleh oknum Ketua Kelompok Tani (Poktan), bibit yang semestinya ditanam justru diduga digiling menjadi beras untuk kepentingan tertentu.
Tokoh masyarakat setempat, Dicky Wahyudin, mengungkapkan bahwa para petani tidak pernah menerima bantuan tersebut, ia menyebut praktik itu bukan terjadi sekali, melainkan berulang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Bantuan tidak dibagikan ke petani, bahkan bibitnya digiling jadi beras, sudah terjadi beberapa kali,” ujarnya, Kamis (30/04/26).
Menurut Dicky, pada kejadian terakhir yang terungkap pada April 2026, sekitar delapan karung atau setara kurang lebih delapan kuintal bibit padi diduga dialihkan, jika benar, hal ini tidak hanya melanggar aturan administratif, tetapi juga berpotensi merugikan petani secara langsung.
Dugaan tersebut mengarah pada oknum Ketua Poktan yang memiliki akses terhadap distribusi bantuan, peristiwa ini diduga terjadi berulang kali di wilayah Dusun Kobak Karim, dengan indikasi lemahnya pengawasan serta celah dalam sistem administrasi kelompok tani.
Modus yang disinyalir dilakukan yakni mengalihkan bibit padi yang seharusnya ditanam oleh petani, lalu menggilingnya menjadi beras yang tidak disalurkan kepada penerima manfaat.
Kondisi ini memicu kekecewaan di kalangan petani, mereka merasa haknya dirampas, sementara bantuan yang diharapkan mampu meningkatkan hasil panen justru hilang tanpa kejelasan.
Kasus ini juga memunculkan pertanyaan serius terkait transparansi dan akuntabilitas distribusi bantuan pertanian, jika dugaan tersebut terbukti, bukan tidak mungkin praktik serupa terjadi di tempat lain tanpa terdeteksi.
Masyarakat mendesak pemerintah desa dan instansi terkait segera melakukan investigasi menyeluruh, mereka juga meminta sanksi tegas bagi pihak yang terbukti melakukan penyimpangan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak terkait.
Penulis: Apih Kasur
Editor: Aan Ade Warino













Tinggalkan Balasan