Karawang | Lintaskarawang.com – Sosialisasi Biosaka N Level 1 Aktivasi 6 digelar di Kecamatan Tirtamulya, Kabupaten Karawang, yang melibatkan unsur pemerintah kecamatan, relawan, kelompok tani, serta perwakilan petani setempat. Senin, (20/04/26).
Kegiatan tersebut dihadiri antara lain Mantri Polisi Kecamatan Tirtamulya Maman Kadarusman sebagai perwakilan camat, penemu Biosaka Muhamad Anshar, serta sejumlah relawan Biosaka Karawang seperti Yayan Sofyan, Restu Kurnia P, H. Tata, Thony Syaepuloh, KH Majid, dan Eko Murbiyanto. Turut hadir perwakilan Gapoktan Citarik, Kandi Permana dan Didit Kurnia, serta Ghofur sebagai perwakilan petani Tirtamulya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan berbagai praktik langsung terkait pemanfaatan Biosaka, mulai dari netralisasi pestisida dengan penyemprotan ke dalam tangki, pengurangan bau pada kandang ternak kambing, hingga pembuatan pupuk dari bahan rumput.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain praktik, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab terkait penerapan Biosaka sebagai solusi di sektor pertanian dan peternakan, khususnya dalam mendukung pengembangan ekonomi mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Muhamad Anshar mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendorong pemanfaatan Biosaka N Level 1 sebagai teknologi ramah lingkungan yang dapat mendukung peningkatan ekonomi masyarakat tanpa menimbulkan konflik sosial.
“Hari ini kita menyelesaikan misi pertama, yaitu pemasifan Biosaka N Level 1 untuk mendorong perkembangan ekonomi mikro, kecil, dan menengah, terutama di sektor pertanian dan peternakan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, penggunaan teknologi tersebut diharapkan mampu menjadi solusi alternatif bagi pelaku usaha kecil agar tetap berkembang tanpa menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar.
Menurutnya, Karawang berpotensi menjadi percontohan atau pilot project penerapan Biosaka di Jawa Barat, bahkan secara nasional, dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis lingkungan.
“Dengan teknologi ini, pertanian menjadi lebih mudah dan biaya produksi bisa ditekan, sehingga diharapkan dapat menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, panitia juga membagikan Biosaka N Level 1 secara gratis kepada peserta, produk tersebut tidak diperjualbelikan, dan peserta dipersilakan membawa wadah sendiri untuk memperbanyak secara mandiri.
Melalui kegiatan ini, diharapkan penerapan Biosaka dapat mendukung terciptanya pertanian ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (LK)
Editor: Aan Ade Warino













Tinggalkan Balasan