Karawang Disiapkan Jadi Pilot Project Biosaka, Targetkan Pertanian Modern Tanpa Konflik Sosial

- Penulis

Senin, 20 April 2026 - 08:19

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Poto: Muhamad Anshar penemu Biosaka N level 1 Aktivasi 6 saat sosialisasi di Kecamatan Tirtamulya (doc. istimewa)

Keterangan Poto: Muhamad Anshar penemu Biosaka N level 1 Aktivasi 6 saat sosialisasi di Kecamatan Tirtamulya (doc. istimewa)

Karawang | Lintaskarawang.com – Sosialisasi Biosaka N Level 1 Aktivasi 6 digelar di Kecamatan Tirtamulya, Kabupaten Karawang, yang melibatkan unsur pemerintah kecamatan, relawan, kelompok tani, serta perwakilan petani setempat. Senin, (20/04/26).

Kegiatan tersebut dihadiri antara lain Mantri Polisi Kecamatan Tirtamulya Maman Kadarusman sebagai perwakilan camat, penemu Biosaka Muhamad Anshar, serta sejumlah relawan Biosaka Karawang seperti Yayan Sofyan, Restu Kurnia P, H. Tata, Thony Syaepuloh, KH Majid, dan Eko Murbiyanto. Turut hadir perwakilan Gapoktan Citarik, Kandi Permana dan Didit Kurnia, serta Ghofur sebagai perwakilan petani Tirtamulya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan berbagai praktik langsung terkait pemanfaatan Biosaka, mulai dari netralisasi pestisida dengan penyemprotan ke dalam tangki, pengurangan bau pada kandang ternak kambing, hingga pembuatan pupuk dari bahan rumput.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain praktik, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab terkait penerapan Biosaka sebagai solusi di sektor pertanian dan peternakan, khususnya dalam mendukung pengembangan ekonomi mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Muhamad Anshar mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendorong pemanfaatan Biosaka N Level 1 sebagai teknologi ramah lingkungan yang dapat mendukung peningkatan ekonomi masyarakat tanpa menimbulkan konflik sosial.

Baca Juga:  Warga Sambut Antusias Proyek Penggantian Jembatan di Dusun Jayasari Malangsari

“Hari ini kita menyelesaikan misi pertama, yaitu pemasifan Biosaka N Level 1 untuk mendorong perkembangan ekonomi mikro, kecil, dan menengah, terutama di sektor pertanian dan peternakan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan, penggunaan teknologi tersebut diharapkan mampu menjadi solusi alternatif bagi pelaku usaha kecil agar tetap berkembang tanpa menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar.

Menurutnya, Karawang berpotensi menjadi percontohan atau pilot project penerapan Biosaka di Jawa Barat, bahkan secara nasional, dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis lingkungan.

“Dengan teknologi ini, pertanian menjadi lebih mudah dan biaya produksi bisa ditekan, sehingga diharapkan dapat menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, panitia juga membagikan Biosaka N Level 1 secara gratis kepada peserta, produk tersebut tidak diperjualbelikan, dan peserta dipersilakan membawa wadah sendiri untuk memperbanyak secara mandiri.

Melalui kegiatan ini, diharapkan penerapan Biosaka dapat mendukung terciptanya pertanian ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (LK)

Editor: Aan Ade Warino

Berita Terkait

210 Bakal Calon Kades Ikuti Tes CAT, Bupati Karawang Tegaskan Seleksi Harus Transparan
Pekerja Tak Pakai APD, Proyek Rehabilitasi SDN Batujaya I Karawang Jadi Sorotan
Viral Video Genangan di Depan SPPG Pasirjengkol 3 Karawang, Benarkah Limbah Dapur? Ini Klarifikasinya
DPRD Karawang Terima Aspirasi Pedagang Pasar Telagasari, Revitalisasi Diminta Ditunda
2.251 Anggota BPD Karawang Dilantik, Masa Keanggotaan 2026–2034
Konsolidasi 234 SC Jabar di Karawang, Bahas Penguatan Kader dan Persiapan Konvencab
Berat Badan Capai 160 Kg, Rivaldy Terbaring Tak Berdaya, Pemkab Karawang Turun Tangan
Hadapi Kemarau Panjang, Pemkab Karawang Gelar Salat Istisqa dan Perkuat Penanganan Krisis Air
Berita ini 0 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:30

Ketum BARAK Indonesia Tantang KIM Buka Data: Jangan Asal Kaitkan Ormas dengan Gangguan Investasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:23

Ketum Banaspati Minta KIM Tak Cap Ormas dan LSM sebagai Gangguan Investasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:43

Laskar Merah Putih Kritik KIM: Jangan Stigmatisasi Ormas sebagai Pengganggu Investasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:29

Fajar Try Suari Kritik Narasi KIM: Audiensi Ormas dan LSM Tak Bisa Serta-Merta Dikategorikan Gangguan Investasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:16

KIM Disorot, H. Surono: Jangan Balik Narasi, Kritik Masyarakat Harus Dijawab

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:07

Kunjungan Panja DPR RI Dituding Bersifat Sepihak: Pengamat Sebut Keluhan Kawasan Industri Karawang Kaburkan Akar Masalah Lingkungan dan Hak Warga Lokal

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:53

BPPKB Banten Karawang Sentil KIM: Jangan Jadikan Investasi Alasan Membungkam Kritik

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:46

Sekjen DPP GMPI Kritik Keras KIM Karawang: Jangan Jadikan Isu Investasi untuk Membungkam Kontrol Sosial

Berita Terbaru