Karawang | Lintaskarawang.com – Polresta Karawang menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Mencegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak dalam Menjaga Kamtibmas yang Kondusif di Kabupaten Karawang” di Hotel Pangestu, Kamis (30/07/26).
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Kasat Binmas Polresta Karawang AKP Asep Yadi Supariadi, S.H., yang hadir mewakili Kepala Polresta Karawang.
FGD menghadirkan berbagai unsur pemangku kepentingan, di antaranya Kabid Pendidikan Dasar Disdikbud Karawang Yanto, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Singaperbangsa Karawang Saprialman, serta Indra Yudha Koswara dari Komisi C Senat Fakultas Hukum Universitas Singaperbangsa Karawang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, AKP Asep Yadi Supariadi menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi seluruh elemen masyarakat dalam mencegah terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak, sehingga tercipta situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif di Kabupaten Karawang.
Forum diskusi menitikberatkan pada upaya pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat melalui pendekatan persuasif dan edukatif sejak usia dini.
Sementara itu, Indra Yudha Koswara menekankan pentingnya peran keluarga dan masyarakat dalam memberikan perlindungan kepada anak, terutama di era digital.
“Kita sebagai masyarakat harus bisa melindungi dan memberikan pengawasan terhadap anak, banyak kesalahan yang dilakukan anak berawal dari penggunaan telepon genggam dan terkadang salah mengklik atau membuka media sosial dapat masuk ke algoritma tertentu yang kemudian menimbulkan efek domino hingga mendorong anak melakukan tindakan lain yang tidak semestinya,” ujarnya.
Ia juga menyoroti bahwa kasus perundungan (bullying) masih menjadi salah satu bentuk kekerasan yang sering ditemukan di lingkungan sekolah. Karena itu, menurutnya, guru, orang tua, dan masyarakat harus lebih aktif melakukan pendampingan dan pendekatan kepada anak.
Senada dengan itu, Kabid Pendidikan Dasar Disdikbud Karawang, Yanto, menyampaikan bahwa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terus mendorong kolaborasi antara sekolah, komite, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman.
“Kami mengusung tema sinergi Disdikbud, sekolah, komite, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pendidikan yang kondusif dan bebas kekerasan. Pencegahan kekerasan terhadap anak dan perempuan menjadi tanggung jawab bersama, peran orang tua, guru, dan masyarakat sangat penting, termasuk melalui layanan konseling di sekolah seperti Bimbingan dan Konseling (BK),” kata Yanto.
Melalui forum diskusi tersebut, para peserta diharapkan dapat menyamakan persepsi dan memperkuat kerja sama dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak sejak dini, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab antarpeserta dan panitia juga menyediakan coffee break dan makan siang sebagai bagian dari rangkaian acara yang diselenggarakan oleh Polresta Karawang.
Reporter: Dadan
Penyunting: Aan Ade Warino













Tinggalkan Balasan