Lawan Kekerasan Anak dan Perempuan, Polresta Karawang Perkuat Sinergi Lintas Sektor

- Penulis

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:46

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto: Focus Group Discussion (FGD) Lintas Sektor dari Polresta Karawang, Disdikbud, Akademisi Universitas Singaperbangsa Mencegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Keterangan Foto: Focus Group Discussion (FGD) Lintas Sektor dari Polresta Karawang, Disdikbud, Akademisi Universitas Singaperbangsa Mencegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Karawang | Lintaskarawang.com – Polresta Karawang menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Mencegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak dalam Menjaga Kamtibmas yang Kondusif di Kabupaten Karawang” di Hotel Pangestu, Kamis (30/07/26).

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Kasat Binmas Polresta Karawang AKP Asep Yadi Supariadi, S.H., yang hadir mewakili Kepala Polresta Karawang.

FGD menghadirkan berbagai unsur pemangku kepentingan, di antaranya Kabid Pendidikan Dasar Disdikbud Karawang Yanto, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Singaperbangsa Karawang Saprialman, serta Indra Yudha Koswara dari Komisi C Senat Fakultas Hukum Universitas Singaperbangsa Karawang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya, AKP Asep Yadi Supariadi menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi seluruh elemen masyarakat dalam mencegah terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak, sehingga tercipta situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif di Kabupaten Karawang.

Forum diskusi menitikberatkan pada upaya pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat melalui pendekatan persuasif dan edukatif sejak usia dini.

Sementara itu, Indra Yudha Koswara menekankan pentingnya peran keluarga dan masyarakat dalam memberikan perlindungan kepada anak, terutama di era digital.

“Kita sebagai masyarakat harus bisa melindungi dan memberikan pengawasan terhadap anak, banyak kesalahan yang dilakukan anak berawal dari penggunaan telepon genggam dan terkadang salah mengklik atau membuka media sosial dapat masuk ke algoritma tertentu yang kemudian menimbulkan efek domino hingga mendorong anak melakukan tindakan lain yang tidak semestinya,” ujarnya.

Baca Juga:  Aep Syaepuloh Hadiri HUT ke-17 Partai Gerindra di SICC

Ia juga menyoroti bahwa kasus perundungan (bullying) masih menjadi salah satu bentuk kekerasan yang sering ditemukan di lingkungan sekolah. Karena itu, menurutnya, guru, orang tua, dan masyarakat harus lebih aktif melakukan pendampingan dan pendekatan kepada anak.

Senada dengan itu, Kabid Pendidikan Dasar Disdikbud Karawang, Yanto, menyampaikan bahwa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terus mendorong kolaborasi antara sekolah, komite, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman.

“Kami mengusung tema sinergi Disdikbud, sekolah, komite, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pendidikan yang kondusif dan bebas kekerasan. Pencegahan kekerasan terhadap anak dan perempuan menjadi tanggung jawab bersama, peran orang tua, guru, dan masyarakat sangat penting, termasuk melalui layanan konseling di sekolah seperti Bimbingan dan Konseling (BK),” kata Yanto.

Melalui forum diskusi tersebut, para peserta diharapkan dapat menyamakan persepsi dan memperkuat kerja sama dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak sejak dini, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab antarpeserta dan panitia juga menyediakan coffee break dan makan siang sebagai bagian dari rangkaian acara yang diselenggarakan oleh Polresta Karawang.

Reporter: Dadan

Penyunting: Aan Ade Warino

Berita Terkait

Diduga Ada Mark-Up Anggaran Rehabilitasi SDN Solokan I Pakisjaya, Proyek Rp327 Juta Disorot
Warga Mulyajaya Soroti Aset dan Dana Desa Rp190 Juta, Inspektorat Diminta Tegak Lurus
Lebih Praktis! TANGKAR Resmi Jadi SuperApp untuk Semua Layanan Publik Karawang
Wakil Abo Bongkar Polemik Beras Bapanas di Rengasdengklok Selatan: Beras 90 karung di GOR, Warga Mengaku Belum Kebagian
Sungai Perbatasan Cilamaya–Ciasem Dikeluhkan Berbau Menyengat, Warga Minta DLHK Turun Tangan
Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Jalan Poros Tanjung Mekar Rp189 Juta Disorot Warga
DPRD Karawang Resmi Dukung Draft RUU Perlindungan Ketenagakerjaan
Skandal KPR Fiktif Karawang Makin Melebar! Kejari Tetapkan Dua Bos Bank Himbara Jadi Tersangka, Total Kini 7 Orang
Berita ini 0 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 07:12

GMPI Rengasdengklok Selatan Pertanyakan Mekanisme Pembagian Undangan Beras Bapanas, Soroti Dugaan Keterlibatan Oknum BPD Berinisial DS

Senin, 14 September 2026 - 13:48

Natala Sumedakap Cup 8 Resmi Bergulir, 64 Pasangan Ganda Ramaikan Turnamen Badminton HUT Karawang ke-393

Minggu, 13 September 2026 - 15:25

Anggota KPPS Desa Sampalan Resmi Dilantik, Siap Kawal Pilkades 2026 Berlangsung Jujur, Aman, dan Kondusif,

Minggu, 13 September 2026 - 15:20

Rescue Karang Taruna dan Warga Bengle Bersatu Bersihkan Lingkungan, Semangat Gotong Royong Warnai HUT Karawang ke-393

Selasa, 8 September 2026 - 11:05

Normalisasi Irigasi KW 15 Dimulai, BBWS Citarum Pimpin Pengerukan Sedimentasi Demi 13 Ribu Hektare Sawah Karawang Utara.

Selasa, 8 September 2026 - 07:01

Gebyar PATEN Majalaya Hadirkan Layanan Publik, Bantuan Sosial hingga Penyerahan Kunci Rutilahu

Selasa, 8 September 2026 - 06:58

Job Fair Gratis untuk Warga Desil 1–3, Bupati Aep Pangkas Biaya Pencari Kerja di Karawang

Selasa, 8 September 2026 - 06:55

Wakil Bupati Karawang Resmikan Masjid Al-Hayza di Griya Kosambi Asri, Hadiah Anak untuk Orang Tua Jadi Amal Jariyah

Berita Terbaru