Ada Apa di Hulu Cilamaya? H. Jalal Turun ke Situdam, Pengawasan Limbah Dipertanyakan

- Penulis

Selasa, 15 September 2026 - 14:23

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KARAWANG | Lintaskarawang.com — Persoalan dugaan pencemaran lingkungan di wilayah Situdam kembali menjadi sorotan. Keberadaan aktivitas yang berpotensi memengaruhi kualitas aliran Sungai Cilamaya memunculkan pertanyaan serius: sejauh mana pengawasan pemerintah terhadap kegiatan usaha di kawasan tersebut berjalan?

Pertanyaan itu mencuat setelah Anggota DPR RI Fraksi PKS, H. Jalal Abdul Nasir, Ak, turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke wilayah Situdam. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi lingkungan sekaligus mendengar langsung informasi dan keluhan masyarakat.

Sidak ini menjadi penting karena Situdam berada di kawasan hulu Sungai Cilamaya. Artinya, persoalan yang terjadi di hulu bukan hanya menyangkut satu titik wilayah, tetapi berpotensi berdampak terhadap kawasan di sepanjang aliran sungai hingga hilir.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jangan sampai pemerintah baru bergerak setelah dampak pencemaran dirasakan masyarakat.

H. Jalal menegaskan bahwa persoalan lingkungan harus dilihat secara langsung dan tidak cukup hanya berdasarkan laporan administratif.

“Kita harus melihat persoalan ini secara langsung. Karena Situdam merupakan bagian dari hulu Sungai Cilamaya, maka kualitas air di sini sangat menentukan kondisi sungai di wilayah berikutnya,” ujar H. Jalal.

Pengawasan Jangan Sampai Mandul

Persoalan pencemaran tidak boleh berhenti pada rapat koordinasi atau sekadar teguran. Jika hasil pemeriksaan nantinya menemukan adanya pelanggaran, maka harus ada tindakan tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait didorong melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Mulai dari memastikan sumber dugaan pencemaran, memeriksa kualitas air, mengevaluasi aktivitas usaha di sekitar lokasi, hingga memastikan kepatuhan terhadap ketentuan pengelolaan lingkungan.

Sebab pertanyaannya sederhana:

Jika pengawasan sudah berjalan, mengapa persoalan seperti ini masih menjadi keluhan masyarakat?

Dan jika memang ditemukan pelanggaran, siapa yang harus bertanggung jawab?

H. Jalal menegaskan masyarakat tidak boleh terus menjadi pihak yang menanggung risiko dari persoalan lingkungan.

Baca Juga:  Pengurus Pramuka Gugus Depan Lapas Sukabumi Resmi Dilantik Siap Perkuat Pembinaan Kepramukaan WBP

“Jangan sampai masyarakat terus menerima dampak pencemaran. Kita ingin ada langkah nyata, pengawasan yang serius, dan solusi yang berkelanjutan agar Sungai Cilamaya tetap terjaga,” tegasnya.

Perusahaan Terindikasi Harus Dipanggil

H. Jalal menyampaikan persoalan tersebut akan segera dikoordinasikan dengan pemerintah dan instansi terkait.

Perusahaan yang terindikasi berkaitan dengan dugaan pembuangan limbah dan diduga tidak memenuhi ketentuan, perlu dipanggil untuk dimintai klarifikasi serta diperiksa sesuai prosedur.

Namun, dugaan tetap harus dibuktikan melalui pemeriksaan dan data yang dapat dipertanggungjawabkan.

Jika terbukti melanggar, jangan ragu untuk menindak. Jika tidak terbukti, pemerintah juga harus menjelaskannya secara terbuka kepada masyarakat.

Yang tidak boleh terjadi adalah pembiaran.

Karawang Jangan Hanya Kejar Investasi

Karawang merupakan salah satu kawasan industri besar. Namun, pertumbuhan ekonomi dan investasi tidak boleh berjalan dengan mengorbankan lingkungan serta ruang hidup masyarakat.

Investasi memang penting. Lapangan kerja juga penting. Tetapi lingkungan yang sehat adalah hak masyarakat.

Jangan sampai keuntungan ekonomi dinikmati hari ini, sementara masyarakat harus membayar mahal akibat kerusakan lingkungan di kemudian hari.

Sungai bukan tempat pembuangan limbah. Sungai adalah sumber kehidupan.

Karena itu, pengawasan lingkungan harus dilakukan secara rutin dan serius, bukan hanya ketika muncul keluhan atau setelah persoalan menjadi konsumsi publik.

Sidak H. Jalal di Situdam diharapkan menjadi momentum untuk membuka persoalan dugaan pencemaran Sungai Cilamaya secara terang.

Pemerintah diminta tidak berhenti pada pemeriksaan administratif. Jika ditemukan pelanggaran, masyarakat membutuhkan tindakan nyata, bukan sekadar janji koordinasi.

Sebab menjaga Sungai Cilamaya bukan hanya tanggung jawab masyarakat Situdam.

Dari hulu hingga hilir, semua pihak memiliki tanggung jawab. Jangan sampai Sungai Cilamaya menjadi korban lemahnya pengawasan.

Penulis : Nur

Penyunting : Wahid

Berita Terkait

Peringati Hari Sumpah Pemuda, DPC PDI Perjuangan Karawang Gelar Donor Darah, Lebih dari 50 Orang Terlibat
Jelang Pilkades, Apih Kasur Anggota Lintaskarawang.com Imbau Masyarakat Jaga Kondusivitas dan Hindari Politik Manipulatif
Prihatin Melihat Kondisi Warganya, Perangkat Desa dan Para Donatur Bantu Ata dan Ibu Lia Punya Tempat Tinggal
DPC FOREDER Karawang Bagikan Masker Imbas Debu Perbaikan Jalan Tuparev
Yani Kalina Nugroho Resmi Dilantik Jadi Ketua DPC PPP Kabupaten Karawang
Natala Sumedha Cup 8 Resmi Ditutup, Pertandingan Final Jadi Penutup Turnamen Bulu Tangkis di Bantar Kawung
Muscab I DPC Pemuda Batak Bersatu Kabupaten Karawang Digelar, Perkuat Konsolidasi dan Persaudaraan
Diiringi Ratusan Pendukung, Asep Supriadi Alias Penser Raih Nomor Urut 3 Pilkades Waringinjaya Kedungwaringin
Berita ini 0 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:23

PT Jaya Refrigeration Equipment Klarifikasi Isu Loker Midea, Tegaskan Tak Pernah Bekerja Sama dengan AST

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 06:14

Pipik Taufik Ismail Serap Aspirasi Warga Lemah Duhur, Musholah Bocor hingga Irigasi Sawah Jadi Sorotan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:13

Panglima Chaunk Resmi Pimpin HANKAM DPP GMPI, Dewa Sena Serahkan SK Secara Langsung

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:49

Kang Bagas Optimistis Abdul Gofur Unggul di Pilkades Wadas, SIWADAS Jadi Program Andalan Transparansi Desa

Kamis, 15 Oktober 2026 - 00:32

Kebakaran Hebat Kantor BPN Karawang, Wamen ATR/BPN Tinjau Lokasi Kejadian

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:09

MASYARAKAT CIPEUNDEUY TEGAS TOLAK PT CMM, DESAK PEMERINTAH PERIKSA LEGALITAS DAN KEPATUHAN LINGKUNGAN

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:54

FMSB Gelar Seminar Lingkungan Hidup, Soroti Tantangan Industrialisasi di Kabupaten Subang

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:27

JAGA REPUTASI INVESTASI BYD DAN VINFAST, FMSB DESAK PENEGAKAN HUKUM TERKAIT PT CMM DI SUBANG

Berita Terbaru