Pipik Taufik Ismail Serap Aspirasi Warga Lemah Duhur, Musholah Bocor hingga Irigasi Sawah Jadi Sorotan

- Penulis

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 06:14

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, Pipik Taufik Ismail, S.Sos., M.M., menggelar kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Tahun Anggaran 2026, Sabtu (17/10/2026).

anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, Pipik Taufik Ismail, S.Sos., M.M., menggelar kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Tahun Anggaran 2026, Sabtu (17/10/2026).

KARAWANG | Lintaskarawang.com – Persoalan bangunan Musholah yang mengalami kebocoran, perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu), pembangunan jalan usaha tani, hingga kesulitan pasokan air untuk persawahan menjadi aspirasi warga Desa Lemah Duhur, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang, saat anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, Pipik Taufik Ismail, S.Sos., M.M., menggelar kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Tahun Anggaran 2026, Sabtu (17/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, warga menyampaikan sejumlah kebutuhan pembangunan yang dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah, khususnya terkait fasilitas ibadah, kesejahteraan masyarakat, pelestarian budaya desa, dan dukungan terhadap sektor pertanian.

Pertemuan itu dihadiri Kepala Desa Lemah Duhur Agus Hasan, S.Sos., anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), aparatur desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, DPC GMPI Kecamatan Tempuran, serta masyarakat setempat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu aspirasi yang disampaikan melalui anggota BPD berkaitan dengan kondisi Musala As Solihin yang mengalami kebocoran. Kondisi tersebut menyebabkan air masuk dan menggenangi bagian dalam bangunan sehingga mengganggu kenyamanan warga saat menjalankan ibadah.

Masyarakat berharap persoalan tersebut mendapat perhatian dan dapat diperjuangkan melalui aspirasi wakil rakyat agar perbaikan musala dapat direalisasikan. Selain itu, warga juga menyampaikan kebutuhan perbaikan rumah tidak layak huni serta pembangunan jalan usaha tani untuk menunjang aktivitas masyarakat.

Di sektor pertanian, ketua kelompok tani menyoroti persoalan keterbatasan pasokan air yang dibutuhkan untuk mengairi persawahan. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena ketersediaan air merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung kegiatan pertanian dan menjaga produktivitas petani.

Baca Juga:  Wacana Ganti Nama Provinsi Jawa Barat Jadi Provinsi Sunda Kembali Menguat, DPRD Siap Tindak Lanjuti Aspirasi

Warga berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait dapat memberikan perhatian lebih terhadap kebutuhan petani Desa Lemah Duhur. Perbaikan saluran irigasi juga diharapkan dapat dikoordinasikan dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) maupun Perum Jasa Tirta (PJT), sesuai dengan kewenangan masing-masing.

Selain persoalan infrastruktur dan pertanian, masyarakat turut menyampaikan pentingnya perhatian terhadap pelestarian budaya di Desa Lemah Duhur agar potensi budaya setempat tetap terjaga dan mendapat dukungan yang memadai.

Kepala Desa Lemah Duhur, Agus Hasan, S.Sos., berharap kegiatan pengawasan tersebut dapat menjadi sarana untuk memperjuangkan berbagai kebutuhan masyarakat kepada pemerintah sesuai dengan kewenangannya.

Ia menilai komunikasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan wakil rakyat penting untuk mendorong penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi warga.

Sementara itu, Pipik Taufik Ismail menegaskan bahwa kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan merupakan bagian dari upaya menyerap aspirasi masyarakat sekaligus mengetahui secara langsung berbagai persoalan yang membutuhkan perhatian pemerintah.

“Aspirasi yang disampaikan masyarakat menjadi bahan penting bagi kami untuk diperjuangkan sesuai dengan kewenangan dan mekanisme yang berlaku,” ungkap Pipik.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat Desa Lemah Duhur berharap aspirasi yang telah disampaikan dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan instansi terkait, terutama untuk perbaikan Musala As Solihin, penanganan rumah tidak layak huni, pembangunan jalan usaha tani, serta pembenahan saluran irigasi.

Warga berharap kegiatan pengawasan ini tidak hanya menjadi forum penyampaian keluhan, tetapi juga menjadi langkah awal untuk mendorong solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat dan mendukung pembangunan desa yang lebih baik.

Penulis : Wahid

Berita Terkait

Panglima Chaunk Resmi Pimpin HANKAM DPP GMPI, Dewa Sena Serahkan SK Secara Langsung
Kang Bagas Optimistis Abdul Gofur Unggul di Pilkades Wadas, SIWADAS Jadi Program Andalan Transparansi Desa
Kebakaran Hebat Kantor BPN Karawang, Wamen ATR/BPN Tinjau Lokasi Kejadian
MASYARAKAT CIPEUNDEUY TEGAS TOLAK PT CMM, DESAK PEMERINTAH PERIKSA LEGALITAS DAN KEPATUHAN LINGKUNGAN
FMSB Gelar Seminar Lingkungan Hidup, Soroti Tantangan Industrialisasi di Kabupaten Subang
JAGA REPUTASI INVESTASI BYD DAN VINFAST, FMSB DESAK PENEGAKAN HUKUM TERKAIT PT CMM DI SUBANG
Novia Nurfitriani, S.H. Resmi Dilantik Jadi Anggota BPD Rengasdengklok Selatan
Gema Maulid Nabi Menggema di Karyasari, Tabligh Akbar Hadirkan Ustaz Nana Gerhana
Berita ini 0 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:59

Kebakaran Kantor ATR/BPN Karawang Jadi Sorotan, Pipik Taufik Ismail Pertanyakan Keamanan dan Cadangan Data Pertanahan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:37

Dini Novi Andriyani S.E. Raih Nomor Urut 1 dalam Pengundian Calon Kepala Desa Sindangkarya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 04:51

Rohmat Sagita Dapat Nomor Urut 3 dalam Pilkades Mulyajaya, Pendukung Beri Kawalan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 05:37

Bolos Sekolah, Sejumlah Siswa SMP Terjaring Patroli Satpol PP dan MP Kecamatan Rengasdengklok

Senin, 12 Oktober 2026 - 03:20

Selesai Diikuti Ratusan Atlet, Kejurkab PBSI Karawang 2026 Dihujani Protes Soal Aturan ID Peserta

Senin, 12 Oktober 2026 - 03:15

Kejurkab PBSI Pengkab Karawang 2026, Tuai Protes

Minggu, 11 Oktober 2026 - 04:25

Proyek Sanitasi Ratusan Juta di Pajaten Jadi Sorotan, 23 Unit Dibangun, Papan Informasi Diduga Belum Terpasang

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:44

210 Bakal Calon Kades Ikuti Tes CAT, Bupati Karawang Tegaskan Seleksi Harus Transparan

Berita Terbaru