Dua Ruang Kelas SDN Dawuan 3 Ambruk, Perbaikan Masih Tahap Perencanaan

- Penulis

Jumat, 10 April 2026 - 08:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KARAWANG | Lintaskarawang.com – Kondisi memprihatinkan terjadi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Dawuan 3, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang. Dua ruang kelas yang digunakan oleh siswa kelas IV dan VI dilaporkan ambruk sejak lebih dari tiga bulan lalu, namun hingga kini belum juga mendapatkan perbaikan.

Akibat kejadian tersebut, aktivitas belajar mengajar siswa terganggu. Hingga saat ini, pihak sekolah terpaksa melakukan penyesuaian agar kegiatan pembelajaran tetap berjalan meski dalam keterbatasan sarana.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karawang, Drs. Wawan Setiawan Natakusumah, M.M., menyampaikan bahwa proses perbaikan masih dalam tahap perencanaan teknis.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Untuk kegiatan tahun ini masih dalam proses gambar dan perhitungan RAB. Kemungkinan awal Mei sudah masuk proses kontrak. Sabar ya,” ujar Wawan saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

Baca Juga:  SDN Kertamulya 1 Butuh Perhatian, Dua Ruang Kelas Memprihatinkan

Sementara itu, Koordinator Wilayah Kecamatan Bidang Pendidikan (Korwilcambidik) Cikampek, Drs. H. Sanusi, M.Pd., memastikan bahwa pembangunan kembali ruang kelas yang ambruk tersebut sudah masuk dalam rencana prioritas.

“Memang sudah dalam rencana pembangunan dan akan sesegera mungkin dibangun karena skala prioritas. Saat ini sudah ditangani oleh dinas melalui bagian sarana dan prasarana,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya masih menunggu arahan lanjutan dari dinas terkait pelaksanaan teknis di lapangan.

“Kami menunggu arahan selanjutnya dari dinas. Kemungkinan bulan depan sudah mulai diperbaiki dan semoga bisa segera terealisasikan,” tambah Sanusi.

Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat segera merealisasikan perbaikan tersebut mengingat kondisi bangunan yang ambruk berpotensi membahayakan keselamatan siswa dan tenaga pendidik, serta mengganggu kualitas proses belajar mengajar di sekolah tersebut.

(Wahid)

Berita Terkait

Dana BOS Rp879 Juta Disorot, Kadisdikbud Karawang Angkat Bicara
Lomba Keagamaan Semarakkan Maulid Nabi di SMPN 2 Lemahabang, Bibit Potensial Mulai Disaring
PSYNERGY Competition 2026 Digelar Perdana, Fakultas Psikologi UBP Karawang Perkuat Jejaring Mahasiswa Tingkat Nasional
Jam Kerja, Pegawai Disdikbud Terlihat Gunakan Sandal, Disiplin Aparatur Dipertanyakan
Dari Perjuangan Menuju Wisuda, Mulyana Hanafi, S.E. Siap Melangkah dan Berkarya
LARANG JUAL BELI LKS, DISDIKBUD KARAWANG DINILAI BELUM JAWAB SOAL PENGAWASAN DAN SANKSI
Disdikbud Karawang Terbitkan Surat Edaran, Sekolah Negeri Dilarang Jual LKS, Buku, dan Seragam
Era Baru Pelayanan Pendidikan di Karawang, Disdikbud Resmikan Ruang Layanan Terpadu
Berita ini 0 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 03:04

FMSB TEGASKAN KOMITMEN KAWAL PERSOALAN PT CMM, IQBAL MAULANA: JANGAN LECEHKAN PENEGAKAN ATURAN PEMERINTAH DAERAH!

Kamis, 15 Oktober 2026 - 03:18

Ahmad Basuni Nomor Urut 1, Ahmad Jaenudin Nomor 2 dalam Pilkades Sampalan Kutawaluya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:53

Masyarakat Soroti Pembangunan Rehabilitasi Mushola SMPN I Pakisjaya Diduga Tidak Transparan.dan abaikan K3.

Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:03

SEGEL DIPASANG, AKTIVITAS DIDUGA BERJALAN: MENGUJI KETEGASAN DAN KOMITMEN PEMERINTAH KABUPATEN SUBANG TERHADAP PT CMM

Rabu, 14 Oktober 2026 - 04:24

Dugaan Korupsi Dana Desa TA 2025 Desa Kutaampel. H Karna : Ini Dalam Proses Pemeriksaan Pihak Kepolisian

Minggu, 11 Oktober 2026 - 04:57

GMPI DPC CIKAMPEK SURATI PT CELEBES NATURAL PROPERTINDO, TUNTUT HAK INVESTOR PASAR PEMDA

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:27

JAGA REPUTASI INVESTASI BYD DAN VINFAST, FMSB DESAK PENEGAKAN HUKUM TERKAIT PT CMM DI SUBANG

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:03

MIRIS! Rumah RUTILAHU di Dewisari Rampung Sebulan, Upah Pekerja Tak Kunjung Dibayar, Warga Malah Tekor Rp800 Ribu

Berita Terbaru