Warga Geram! Lowongan Kerja di Karawang Jadi Ladang Bisnis Calo dan Oknum

- Penulis

Senin, 18 Agustus 2025 - 02:17

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Lintaskarawang.com – Masyarakat Karawang digegerkan dengan munculnya praktik percaloan tenaga kerja yang kini dilakukan secara terang-terangan. Bukan lagi sembunyi-sembunyi, seorang calo dengan percaya diri justru mengiklankan jasanya di media sosial, lengkap dengan tarif yang harus dibayar oleh pencari kerja.

Lebih mengejutkan lagi, calo tersebut bahkan memiliki “kantor resmi” berbadan hukum layaknya Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang berlokasi di kawasan industri Roling Hills, KIIC. Dengan paras cantik dan gaya mempesona, ia seakan tak gentar menantang hukum, hingga disebut mampu meluluhkan sebagian oknum HRD perusahaan industri.

Fenomena ini memperlihatkan bahwa praktik percaloan tenaga kerja di Karawang sudah bukan lagi rahasia umum. Jaringannya diduga rapi, mulai dari oknum HRD, aparat desa, lingkungan, organisasi tertentu, hingga oknum dinas terkait.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Padahal, jelas disebutkan bahwa memungut uang dari pencari kerja adalah tindak kejahatan. Sayangnya, lemahnya pengawasan pemerintah membuat praktik haram ini kian tumbuh subur dan menyakiti masyarakat kecil.

Baca Juga:  Dorong Kemandirian Ekonomi, Dinkop Karawang Bekali Disabilitas dengan Digital Marketing

Hampir setahun menjabat, Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh S.E. masih berhadapan dengan benang kusut masalah pengangguran. Programnya dinilai cukup baik, namun tanpa dukungan tegas dari Muspida dan dinas terkait, langkah Bupati dikhawatirkan tidak akan membuahkan hasil.

Warga pun dibuat geram. Di tengah sulitnya ekonomi, peluang kerja justru berubah menjadi ladang bisnis oleh oknum tak bertanggung jawab.

“Kalau cari kerja saja harus bayar, lalu apa gunanya investasi besar-besaran di Karawang? Apa manfaatnya bagi rakyat?” ujar salah seorang warga dengan nada kecewa.

Kini sorotan publik tertuju pada pemerintah daerah. Masyarakat Karawang menuntut tindakan tegas untuk memutus rantai percaloan tenaga kerja yang sudah merajalela, agar peluang kerja kembali bersih, adil, dan berpihak pada rakyat.

Berita Terkait

KWT Mbah Cipto di Telukjambe Jadi Percontohan Urban Farming, Produksi Ribuan Sayuran hingga Edukasi Anak
Warga Kalijaya Melawan: Dugaan “Akal-akalan Izin” Minimarket Picu Kemarahan Publik
Modernisasi Pertanian Tanpa Reforma Agraria Dinilai Ilusi, Aktivis Soroti Ketimpangan Lahan di Karawang
Di Balik Hingar Bingar Dualisme KADIN, UMKM Menjerit di Tengah Kemegahan
KERSA Dorong Ekspansi Usaha Ajak UMKM Masuk Sistem Franchise‎
Dari Karawang hingga Depok, Wisatawan Serbu Puncak di Penghujung Liburan
Desa Wadas Kembangkan Green House Melon Premium Lewat BUMDes
Pengusaha Asal Karawang Tembus Pasar Eropa dan Asia
Berita ini 54 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:18

Pahami Sistem Triase di IGD, RSUD Jatisari: Prioritas Berdasarkan Tingkat Kegawatan Pasien

Kamis, 21 Mei 2026 - 05:58

Berawal dari Orang Tua Sakit, Akang Abdol Dirikan Tabib Karawang dengan Pengobatan Seikhlasnya

Rabu, 20 Mei 2026 - 01:40

Sosialisasi Pencegahan Kusta Digelar di Karees, Empat Warga Palumbonsari Terdata Pernah Mengidap

Rabu, 6 Mei 2026 - 06:15

Karawang Darurat HIV? 188 Kasus Baru Muncul dalam Tiga Bulan, Remaja Mulai Terpapar

Sabtu, 25 April 2026 - 01:29

ANCAMAN NYATA PENYALAHGUNAAN TRAMADOL, GENERASI MUDA TERANCAM GANGGUAN MENTAL

Jumat, 17 April 2026 - 10:33

Wabup Karawang Maslani Sidak RSUD Jatisari Pastikan Pelayanan Kesehatan Berjalan Optimal

Rabu, 15 April 2026 - 04:20

Aparatur Kecamatan Rengasdengklok Jalani Cek Kesehatan, Dukung Penanganan Stunting dan TBC

Selasa, 14 April 2026 - 06:06

Dari Puskesmas Rengasdengklok, dr. Cucu Pimpin Upaya Tekan Stunting dan TBC

Berita Terbaru