Panen Padi Rendah Karbon Bukti Efisiensi dan Keberlanjutan, INTANI Karawang Ungkap Hasil 5 Ton per Hektar

- Penulis

Selasa, 17 Juni 2025 - 08:17

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padi rendah karbon dari lahan seluas satu hektar, diperoleh hasil produksi sebesar 5 ton

Padi rendah karbon dari lahan seluas satu hektar, diperoleh hasil produksi sebesar 5 ton

Karawang, Lintaskarawang.com – Perkumpulan Insan Tani dan Nelayan Indonesia (INTANI) menggelar panen raya padi rendah karbon dan ramah lingkungan di Karawang pada Senin (16/6/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kampung Swasembada Pangan Lestari berbasis The Gade Integrated Farming (TGIF) yang mengedepankan pertanian berkelanjutan dan efisien.

Panen dilakukan oleh kelompok tani Saikhwan 2 yang menjadi mitra program TGIF di Karawang. Setelah pemanenan, dilakukan penimbangan hasil gabah kering panen pada Selasa (17/6/2025). Dari lahan seluas satu hektar, diperoleh hasil produksi sebesar 5 ton padi rendah karbon atau padi organik.

Ketua INTANI Karawang, H. Cecep Saepulloh, menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian tersebut. Ia menegaskan bahwa selain ramah lingkungan, metode budidaya ini terbukti mampu menekan biaya produksi hingga hampir 50 persen dibanding metode konvensional.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Alhamdulillah, hasil panen kali ini sangat menggembirakan. Ini membuktikan bahwa pendekatan pertanian rendah karbon tidak hanya melindungi lingkungan, tapi juga sangat efisien secara ekonomi,” ungkap Cecep.

Baca Juga:  Kerja Sama Pertanian Indonesia-Turki Tingkatkan Ekspor Komoditas Unggulan

Lebih lanjut, Cecep menjelaskan bahwa efisiensi waktu tanam menjadi keunggulan lainnya dari metode ini. Padi berhasil dipanen hanya dalam waktu 88 hari, jauh lebih cepat dibanding sistem konvensional yang membutuhkan waktu sekitar 115 hari.

Budidaya padi rendah karbon ini juga tidak menggunakan pestisida kimia dan meminimalisir penggunaan pupuk anorganik, sehingga aman bagi lingkungan dan kesehatan konsumen. Dengan hasil panen yang stabil dan biaya produksi yang rendah, sistem ini diharapkan dapat menjadi solusi masa depan bagi petani Indonesia.

INTANI Karawang bersama para petani mitra berkomitmen untuk terus mengembangkan sistem pertanian ramah lingkungan berbasis teknologi dan kearifan lokal. Ke depan, program TGIF akan terus dikembangkan ke berbagai desa lain di Karawang dan sekitarnya.

“Ini momentum untuk kembali membangkitkan semangat bertani secara lestari, ramah lingkungan, dan berbasis komunitas. Harapannya, ketahanan pangan bisa dicapai secara mandiri oleh desa-desa di Karawang,” pungkas Cecep. (LK)

Berita Terkait

Mr Kim Desak Pemkab Karawang Tindak Tegas Alfamart Kalijaya, Soroti Dugaan Manipulasi Persetujuan Lingkungan
KWT Mbah Cipto di Telukjambe Jadi Percontohan Urban Farming, Produksi Ribuan Sayuran hingga Edukasi Anak
Warga Kalijaya Melawan: Dugaan “Akal-akalan Izin” Minimarket Picu Kemarahan Publik
Modernisasi Pertanian Tanpa Reforma Agraria Dinilai Ilusi, Aktivis Soroti Ketimpangan Lahan di Karawang
Di Balik Hingar Bingar Dualisme KADIN, UMKM Menjerit di Tengah Kemegahan
Program Magang Resmi ke Jepang Kembali Dibuka, Disnakertrans Karawang Ajak Lulusan SMA/SMK Manfaatkan Kesempatan Emas
KERSA Dorong Ekspansi Usaha Ajak UMKM Masuk Sistem Franchise‎
Dari Karawang hingga Depok, Wisatawan Serbu Puncak di Penghujung Liburan
Berita ini 30 kali dibaca
Tag :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 13:21

Satpol PP Karawang Dinilai Melehoy, Alfamart Kalijaya Tetap Beroperasi Meski Izin Dipersoalkan

Rabu, 10 Juni 2026 - 06:38

BM PAN Karawang: Pemkab Harus Tutup Permanen TNM dan Perkuat Edukasi Generasi Muda

Rabu, 10 Juni 2026 - 06:34

Karang Taruna Karawang Barat Ancam Gelar Aksi Lebih Besar, Soroti Izin PBG hingga AMDAL yang Belum Lengkap

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:50

Polisi Tangkap Lima Pemuda Terkait Dugaan Pelanggaran Kesusilaan di THM Karawang

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:28

DPRD Karawang Soroti Kejanggalan Izin Alfamart Kalijaya, Warga Pertanyakan Legalitas Operasional

Selasa, 9 Juni 2026 - 03:21

Sikapi Video Viral di Theatre night mart, Gajah Muda Nusantara Karawang Ajak Semua Pihak Jaga Kehormatan Daerah

Selasa, 9 Juni 2026 - 02:51

Ketua MPI Karawang Desak Pemda Perketat Pengawasan Tempat Hiburan Malam

Selasa, 9 Juni 2026 - 01:56

Ketua DPRD Karawang Dorong Penyusunan Produk Hukum Antisipasi Perilaku Seks Menyimpang

Berita Terbaru