Karawang Gelar Panen Padi Rendah Karbon dan Sosialisasi Kampung Swasembada Pangan Lestari

- Penulis

Senin, 16 Juni 2025 - 05:36

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Lintaskarawang.com – Kampung Karokrok Utara RT 01/RW 02, Desa Kalijaya, Kecamatan Telagasari, Karawang, menjadi saksi semaraknya acara Panen Padi Rendah Karbon dan Ramah Lingkungan yang digelar oleh Perkumpulan Insan Tani dan Nelayan Indonesia (INTANI), Senin (16/6/2025). Acara ini merupakan bagian dari program Kampung Swasembada Pangan Lestari berbasis The Gade Integrated Farming (TGIF).

Kegiatan berlangsung dari pukul 08.00 hingga 12.00 WIB dan dihadiri berbagai elemen masyarakat, termasuk Ketua Umum INTANI Guntur S. Mahardika, Ketua INTANI Karawang H. Cecep Saepulloh, Kepala Desa Kalijaya Adnan Hamda, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Danramil 0409, Sekcam Telagasari, penyuluh pertanian, perwakilan Pegadaian, serta masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Guntur S. Mahardika menyampaikan rasa bangganya terhadap salah satu tenaga ahli INTANI, Ustadz Baharudin, yang berhasil mengembangkan bioteknologi pertanian dan mendapatkan penghargaan dari Jepang. “Saat ini, sudah ada 44 petani yang tersertifikasi BNSP berkat fasilitasi dari Pegadaian. Ini merupakan langkah nyata menuju pertanian berkelanjutan,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Budidaya padi rendah karbon yang dikembangkan oleh Kelompok Tani Saikhwan 2 di Karawang membuktikan efisiensi waktu tanam. Mereka berhasil memanen dalam 88 hari, lebih cepat dibanding budidaya konvensional yang biasanya memakan waktu hingga 115 hari. Panen simbolis pun dilakukan langsung oleh Ketua Umum INTANI dan Ketua INTANI Karawang di tengah hamparan sawah.

Baca Juga:  H. Budiwanto, S.Si., M.M. Sosialisasikan Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Pendidikan di Desa Kondangjaya, Karawang Timur

Ketua INTANI Karawang, H. Cecep Saepulloh, menekankan pentingnya penggunaan pupuk organik yang ramah lingkungan. “Menggunakan pupuk organik itu mudah, aman tanpa bahan kimia, dan terbukti membuat hasil panen lebih subur serta menjaga kelestarian tanah,” tuturnya.

Kepala Desa Kalijaya, Adnan Hamda, menyambut baik kegiatan tersebut dan mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada INTANI atas pencerahan terkait pertanian berkelanjutan. Ia juga berharap masyarakat dapat mulai meninggalkan penggunaan pestisida dan beralih ke bahan alami yang tersedia di lingkungan sekitar.

Danramil 0409, Korps Infanteri Joko Siswoyo, dalam kesempatan itu mengapresiasi kontribusi INTANI. Menurutnya, pupuk organik dapat mengembalikan keseimbangan tanah dan meningkatkan produktivitas hingga 10 ton per hektare. “Ini adalah solusi nyata untuk ketahanan pangan,” katanya.

Kepala UPTD Pengelolaan Pertanian Telagasari menambahkan bahwa transformasi pertanian memerlukan proses bertahap dan konsistensi. “Yang terpenting adalah menjaga lingkungan dan menerapkan teknik pertanian yang benar demi kelangsungan jangka panjang,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pegadaian yang diwakili oleh Pimpinan Cabang Karawang Ali Rosyid serta Deputi Bisnis Wilayah Rismon, menegaskan komitmen Pegadaian dalam mendukung program ini. “Sebagai BUMN, kami mendukung penuh kerja sama antara INTANI, kelompok tani, dan masyarakat untuk mewujudkan pertanian multikultural berbasis bahan organik dan rendah karbon,” ucap Rismon. (Ripai)

Berita Terkait

Disnakertrans Karawang dan Polban Gelar Pelatihan Servis AC Mobil untuk Alumni BLK
Pendampingan UMKM Mentorship 2026 di Rawamerta Di Gelar, Perkuat Kapasitas Pelaku Usaha agar Naik Kelas.
ORMAS/LSM Karawang Soroti Dugaan Monopoli Pengelolaan Limbah B3 CATL, Perusahaan Lokal Merasa Tersisih
Mr Kim Desak Pemkab Karawang Tindak Tegas Alfamart Kalijaya, Soroti Dugaan Manipulasi Persetujuan Lingkungan
KWT Mbah Cipto di Telukjambe Jadi Percontohan Urban Farming, Produksi Ribuan Sayuran hingga Edukasi Anak
Warga Kalijaya Melawan: Dugaan “Akal-akalan Izin” Minimarket Picu Kemarahan Publik
Modernisasi Pertanian Tanpa Reforma Agraria Dinilai Ilusi, Aktivis Soroti Ketimpangan Lahan di Karawang
Di Balik Hingar Bingar Dualisme KADIN, UMKM Menjerit di Tengah Kemegahan
Berita ini 125 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:58

DPRD Karawang Gelar Rapat Paripurna, Bahas KUA-PPAS 2027 dan Propemperda 2026

Senin, 24 Agustus 2026 - 04:23

Dugaan Intimidasi Jelang Pilkades Sumber Urip, Warga Mengaku Dimaki dan Diancam Putus Listrik.

Jumat, 21 Agustus 2026 - 05:47

Diduga Minta Uang, Pekerjaan Pemagaran di Sindangmulya Dihentikan Kades, Warga Desak PRKP Turun Tangan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:11

Ayo Bayar PBB-P2 Sebelum 30 September, Inilah Beragam Manfaatnya

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:57

Menyala! Sekda Karawang Dipercaya Bicara Transformasi Layanan Publik di Forum Jakarta Smart City

Rabu, 19 Agustus 2026 - 02:45

Diduga Ada Permainan Pembagian Undangan Pemilihan BPD, Ketua RT 001/RW 005 Santiong Disorot

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:22

Ketua DPRD Karawang Pimpin Sidang Paripurna Istimewa Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:08

Rapat Paripurna DPRD Karawang Tetapkan Dua Perda, Bahas Reses III dan Perubahan KUA-PPAS 2026

Berita Terbaru