Pengunduran Diri Acep Jamhuri dari Sejumlah Jabatan, Publik Bertanya-Tanya

- Penulis

Selasa, 11 Juni 2024 - 02:15

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Lintaskarawang.com – 11 Juni 2024. Seiring dengan semakin santernya pemberitaan mengenai rencana H. Acep Jamhuri untuk mencalonkan diri sebagai Bupati Karawang, berbagai tanggapan muncul dari masyarakat. Salah satunya datang dari Srikandi Pemerhati Karawang yang memberikan apresiasi atas langkah berani yang diambil oleh Acep Jamhuri.

“Saya kagum karena beliau harus rela mundur dari PNS dan secara otomatis menanggalkan sejumlah jabatan penting,” ungkap Srikandi tersebut. Jabatan-jabatan yang dimaksud meliputi posisi sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Karawang, Ketua TAPD Karawang, Ketua KORPRI Karawang, Ketua Dewan Pengawas RSUD Karawang, Dewan Pengawas/Komisaris Bank BJB Karawang, Ketua Dewan Pengawas PDAM, Ketua Tim Ruislag tanah milik Pemda Karawang, Ketua TKPRD (Tim Koordinasi Penataan Ruang Daerah), dan Ketua Baperjakat.

Menurut Srikandi Pemerhati Karawang, pengunduran diri dari sejumlah jabatan tersebut bukanlah keputusan yang mudah. “Sebagai masyarakat biasa, saya membayangkan jika dari setiap jabatannya itu seandainya beliau mendapatkan honor sekurangnya Rp 20 juta per bulan, maka berpotensi kehilangan pendapatan Rp 180 juta per bulan. Belum lagi jika ditambah dengan tunjangan-tunjangan lainnya, maka kemungkinan mencapai Rp 200 juta per bulan atau bahkan lebih,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, langkah ini juga memunculkan berbagai pertanyaan di benak publik. Apakah pengorbanan melepaskan sekian jabatan dan penghasilan yang cukup besar ini semata-mata untuk mengabdi, atau justru sedang mengejar sesuatu yang lebih besar lagi?

Baca Juga:  Apel Pasukan dan Simulasi Sispamkot di Karang Pawitan, Wujudkan Pengamanan Optimal untuk Pemilu Karawang 2024

Kecurigaan ini semakin menguat setelah adanya laporan tentang kegiatan politik praktis yang dilakukan oleh Sekda bersama partai-partai politik. “Wajar jika ada yang bertanya apakah kegiatan tersebut sama sekali tidak menggunakan fasilitas dan anggaran dirinya sebagai Sekda?” lanjut Srikandi Pemerhati Karawang.

Di tengah berbagai spekulasi, Srikandi Pemerhati Karawang menegaskan pentingnya transparansi dan kejujuran dalam kepemimpinan. “Sepertinya kita sampai pada kesimpulan bahwa kita *tidak butuh calon pemimpin yang tidak jujur dan banyak masalah*,” tegasnya.

Komentar ini mencerminkan kekhawatiran masyarakat terhadap potensi penyalahgunaan wewenang dan anggaran dalam kegiatan politik. Publik berharap agar Acep Jamhuri dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan jelas dan transparan.

Sebagai informasi, langkah Acep Jamhuri untuk mundur dari jabatannya di pemerintahan diharapkan dapat memberikan contoh bagi pejabat lain yang ingin terjun ke dunia politik. Namun, tanpa kejelasan mengenai penggunaan fasilitas negara, kekhawatiran publik akan terus berlanjut.

Disisi lain, beberapa pihak seperti tim suksesnya menyatakan tetap mendukung Acep Jamhuri untuk jadi bupati karawang.. Dukungan dan kritik ini menunjukkan dinamika politik lokal yang semakin menarik untuk diikuti.

Dengan berbagai pandangan yang muncul, masyarakat Karawang menantikan perkembangan lebih lanjut terkait pencalonan Acep Jamhuri. Kejelasan dan transparansi dari pihak terkait menjadi kunci untuk meredam spekulasi dan memberikan kepercayaan kepada publik. (Ddg)

Berita Terkait

Dewan Pers Tegur Ucapan yang Merendahkan Wartawan, Hotman Paris Akhirnya Minta Maaf
Diduga Tidak Netral, Aktivis Laskar NKRI Soroti Pencalonan BPD Perwakilan Perempuan di Desa Gombongsari
Pendaftaran BPD Desa Mekarsari Resmi Ditutup, Sosialisasi Jadi Sorotan Warga di Media Sosial
Kapolres Karawang Perkuat Sinergitas Bersama Kejari dan Yonif 305/Tengkorak, Wujudkan Karawang Aman dan Kondusif
Kapolda Jabar Ajak Semua Pihak Jaga Investasi di Karawang, Ormas dan LSM Sampaikan Aspirasi Soal Perusahaan Lokal
GMMK Gelar Aksi Unjuk Rasa, Desak Transparansi Anggaran dan Tes Urine Massal Pejabat Karawang
Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Pembangunan Rutilahu di Desa Kemiri Diprotes Keluarga Penerima Manfaat
Jaga Kondusivitas Kawasan Industri, Desa Mekarjaya dan Tamelang Sepakati Nota Kesepakatan Bersama dengan Karang Taruna
Berita ini 5 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 05:11

Ormas Paguyuban Masyarakat Karawang Ancam Demo 30 Hari Berturut-turut, Desak Bupati Tinjau Langsung Proyek Bermasalah

Minggu, 19 Juli 2026 - 12:53

Menggugat “Diktator Administratif Saatnya Kebijakan Kebudayaan Berpihak pada Seniman, Bukan Sekadar Kertas

Minggu, 19 Juli 2026 - 11:37

Ribuan Warga Karawang Padati Jalan Sehat Harkopnas ke-79, UMKM Lokal Ikut Bergeliat

Jumat, 17 Juli 2026 - 09:44

DPMD dan Dinsos Karawang Perkuat Sinergi Bersama Karang Taruna, Wujudkan LKD yang Aktif, Mandiri, dan Berdaya

Jumat, 17 Juli 2026 - 06:35

Serap Aspirasi Masyarakat, Pipik Taufik Ismail Dorong Percepatan Pembangunan Desa di Karawang

Jumat, 17 Juli 2026 - 03:29

DPRD Karawang Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025 dan Proyeksi KUA-PPAS 2027, Bupati Tekankan Efisiensi Anggaran

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:40

Satlantas Polres Karawang Larang Mobil Pick Up Angkut Penumpang Demi Keselamatan

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:30

Bupati Aep Tinjau Gebyar PATEN di Karawang Barat, Salurkan Bansos dan Resmikan Program Pembangunan

Berita Terbaru