Dugaan Korupsi Dana Desa Tersorot di Labanjaya: Kecamatan Pedes Diam Seribu Bahasa

- Penulis

Kamis, 4 April 2024 - 03:49

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Lintaskarawang.com – Dugaan korupsi yang melibatkan Kepala Desa Labanjaya dalam realisasi Dana Desa tahap 1 tahun 2024 telah mencuat dan menarik perhatian media. Dalam pemberitaan tersebut, terungkap bahwa proyek pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di desa tersebut diduga mengalami pengurangan volume ketinggian tanpa proses yang memadai.

Proses pengerjaannya juga dinilai kurang terstruktur, dengan tanah tidak digali terlebih dahulu sebelum pemasangan batu kali untuk pondasi TPT. Selain itu, plang papan informasi proyek tidak mencantumkan jumlah anggaran, meninggalkan keraguan terhadap transparansi penggunaan dana.

Namun, upaya jurnalis untuk menggali tanggapan dari pihak terkait mendapat hambatan. Camat Pedes, H. Aep, terkesan mengabaikan permintaan wartawan dengan tidak memberikan respons. Begitu juga dengan Sarin Timlak PPKD Labanjaya, yang tidak memberikan jawaban ketika dihubungi melalui WhatsApp.

Kasi PMD Pedes, Akhmad Satibi, hanya memberikan tanggapan singkat yang tidak memberikan klarifikasi substansial terkait dugaan pengurangan volume pembangunan. Bahkan, Sarin Timlak PPKD Labanjaya malah disebut menutup diri dan tidak memberikan jawaban.

Dalam situasi ini, pihak Kecamatan Pedes terkesan abai dan tidak mengambil langkah tegas terhadap dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh Kades Labanjaya dan kroni-kroninya. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa pihak kecamatan merestui tindak pelanggaran korupsi yang terjadi.

Dengan prinsip azas praduga tak bersalah, penting bagi pihak berwenang untuk melakukan investigasi menyeluruh terkait dugaan korupsi ini, serta mengambil langkah-langkah tegas untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana desa. (Red)

Berita Terkait

BPD Kutaampel Laporkan Kades ke Polisi, Pengelolaan Anggaran Desa 2025 Dipersoalkan
Diduga Cemarkan Nama Baik FWJI, Mantan Ketua Korwil Bekasi RSP alias Ros Dilaporkan ke Polisi
Ketua Umum Garda Wisesa Nusantara Kutuk Keras Oknum Pembuang Limbah B3 di Irigasi Desa Telukbango: “Ini Kejahatan Lingkungan”
Aktivitas Pengurugan di Lahan LP2B Masih Berjalan, Ketegasan Satpol PP Karawang Dipertanyakan
Dede Mulyana Kecam Dugaan Penculikan dan Penganiayaan Pengurus Karang Taruna Tamelang, Minta Kasus Diusut Tuntas
Seruan Musyawarah Berujung Dugaan Penculikan, Pengurus Karang Taruna Tamelang Mengaku Disiksa OTK
LBH Soroti Dugaan Pelanggaran Aset Negara di SDN Ciranggon I, Dinas dan APH Didesak Bertindak
Diduga Bongkar Aset Sebelum Izin Penghapusan, Revitalisasi SDN Ciranggon I Karawang Menuai Sorotan
Berita ini 11 kali dibaca
Tag :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:12

Resto Saung Berkah Gurame Layangkan Somasi ke Resto Sumoreang, Minta Klarifikasi dan Permintaan Maaf Terbuka

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:22

Nasabah LKM Karawang Menunggu Uang Kembali, Bupati Didesak Turun Tangan: Mengapa Belum Ada Kepastian?

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:34

DPRD Karawang Siap Kawal Aspirasi PPPK Paruh Waktu, Perjuangkan Kepastian Status dan Kesejahteraan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:46

PT NIJ Tak Hadiri RDP, DPRD Karawang Kecewa: Persoalan Kemitraan dan Tenaga Kerja Jadi Sorotan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:43

Munas APPI 2026 Perkuat Profesionalisme dan Independensi Pers

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:17

JUT Kosambibatu Disorot, Hasil Pengukuran dan Klarifikasi Pihak Terkait Jadi Bahan Verifikasi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 03:04

FMSB TEGASKAN KOMITMEN KAWAL PERSOALAN PT CMM, IQBAL MAULANA: JANGAN LECEHKAN PENEGAKAN ATURAN PEMERINTAH DAERAH!

Kamis, 15 Oktober 2026 - 03:18

Ahmad Basuni Nomor Urut 1, Ahmad Jaenudin Nomor 2 dalam Pilkades Sampalan Kutawaluya

Berita Terbaru