Karawang | Lintaskarawang.com – Aksi unjuk rasa gabungan mahasiswa, buruh, dan elemen masyarakat sipil di depan Pemda Kabupaten Karawang, berlangsung memanas, pada Sabtu (02/05/26) Sore menjelang petang.
Massa yang sejak sore menggelar demonstrasi meningkatkan tekanan dengan merapat ke gerbang utama gedung dewan, bahkan membakar ban bekas sebagai simbol kekecewaan terhadap kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.
Pantauan di lokasi, kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi dari area depan Pemda Kabupaten Karawang yang berada di Jalan Ahmad Yani, aksi bakar ban itu langsung menyita perhatian warga sekitar maupun pengguna jalan yang melintas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari atas mobil komando, para orator secara bergantian menyampaikan kritik keras terhadap kinerja Eksekutif maupun Legislatif Kabupaten Karawang, massa menilai lembaga legislatif tersebut gagal menjalankan fungsi pengawasan, terutama dalam isu pendidikan dan ketenagakerjaan yang belakangan menjadi sorotan publik.
“DPRD jangan hanya duduk diam, kami datang membawa tuntutan rakyat Karawang,” teriak salah satu orator, disambut sorakan peserta aksi.
Dalam aksi tersebut, demonstran membawa tiga tuntutan utama. Pertama, mendesak realisasi anggaran pendidikan yang dinilai harus lebih adil, transparan, dan tepat sasaran, mahasiswa menyoroti masih adanya persoalan akses pendidikan, pemerataan bantuan, hingga pengelolaan anggaran yang dinilai belum menyentuh masyarakat kecil.
Kedua, massa menuntut pencabutan regulasi yang dianggap melegalkan sistem outsourcing dan praktik magang murah, kelompok buruh menilai kebijakan tersebut semakin memperlemah posisi pekerja, terutama generasi muda yang baru memasuki dunia industri.
Ketiga, massa mendesak penegakan sanksi tegas terhadap perusahaan yang tidak menjalankan kuota 60 persen tenaga kerja lokal di Karawang, isu ini menjadi salah satu tuntutan yang paling keras disuarakan demonstran.
Di tengah meningkatnya tensi aksi, aparat dari Polres Karawang tampak memperketat penjagaan serta barikade personel berseragam lengkap dipasang di gerbang utama untuk mengantisipasi massa masuk ke area Pemda.
Meski situasi sempat memanas, aparat keamanan masih mengedepankan pendekatan persuasif dengan melakukan negosiasi bersama koordinator lapangan agar aksi tetap kondusif.
Namun hingga sore menjelang petang, belum terlihat adanya perwakilan Eksekutif maupun Legislatif Kabupaten Karawang yang menemui massa secara langsung, dan kondisi tersebut memicu kekecewaan peserta aksi.
“Kami tidak akan mundur sebelum pimpinan DPRD menemui kami dan menandatangani tuntutan ini,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa.
Akibat aksi tersebut, arus lalu lintas di sekitar Jalan Ahmad Yani mengalami kemacetan panjang serta kendaraan dari dua arah terpantau mengular karena sebagian badan jalan dipadati massa aksi dan kendaraan taktis aparat.
Hingga berita ini diturunkan, massa aksi masih bertahan di depan gerbang Pemda Kabupaten Karawang dengan pengawalan ketat aparat kepolisian.
Hingga saat ini situasi di lokasi masih dinamis seiring belum adanya keputusan maupun respons resmi dari pihak Eksekutif maupun Legislatif.
Reporter: Fitri
Penyunting: Aan Ade Warino













Tinggalkan Balasan