Dugaan Honor Aparatur Lingkungan Belum Dibayar, Pemerintahan Desa Mulyajaya Jadi Sorotan

- Penulis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:40

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang | Lintaskarawang.com – Polemik dugaan belum dibayarkannya honor Ketua RT, Ketua RW, dan Kepala Dusun (Kadus) di Desa Mulyajaya, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang, kian menjadi sorotan publik.

Sejumlah aparatur lingkungan disebut mempertanyakan transparansi pengelolaan honor yang dikabarkan belum mereka terima selama berbulan-bulan.

Informasi tersebut mencuat setelah Carim dari LSM Laskar NKRI mengaku melakukan konfirmasi langsung kepada sejumlah Ketua RT, Ketua RW, dan Kadus di Desa Mulyajaya, Sabtu (16/05/26).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari hasil penelusuran itu, para aparatur lingkungan disebut membenarkan bahwa honor mereka hingga kini belum diterima.

Carim mengungkapkan, dari keterangan yang ia himpun, dana honor tersebut diduga sempat dipinjam terlebih dahulu oleh kepala desa untuk kebutuhan biaya sidang di pengadilan.

“Saya sudah bertemu langsung dengan Ketua RT, Ketua RW, dan Kadus di Desa Mulya Jaya, mereka menyampaikan bahwa honor memang belum diterima, alasannya, honor dipinjam dulu oleh kepala desa untuk biaya sidang di pengadilan, itu keterangan langsung dari mereka,” ujar Carim kepada awak media.

Pernyataan itu memunculkan keresahan di kalangan aparatur lingkungan, salah seorang Ketua RT bahkan mengaku sejak awal menjabat dirinya belum pernah memegang kartu ATM yang disebut digunakan untuk pencairan honor.

“Kita kasihan pak, dari awal sampai sekarang kita sebagai RT belum pernah memegang ATM, kalau tidak ditegur, kepala desa pasti diam saja,” ungkapnya.

Baca Juga:  Gubernur Dedi Mulyadi Kumpulkan Kepala Daerah Bahas Reaktivasi Jalur Kereta di Jawa Barat

Carim meminta media dan elemen masyarakat ikut mengawal persoalan tersebut agar pemerintah desa segera melakukan pembenahan dan membayarkan honor RT, RW, serta Kadus yang disebut telah menunggak hingga sembilan bulan.

Menurutnya, tanpa adanya pengawasan publik, persoalan tersebut dikhawatirkan terus berlarut tanpa kejelasan penyelesaian.

“Bukan berarti kita tidak suka kepada kepala desa, tetapi kita kasihan kepada RT, RW, dan Kadus yang belum digaji, setelah saya konfirmasi langsung, ternyata benar adanya,” tambahnya.

Tak hanya menyoroti kepala desa, Carim juga mempertanyakan fungsi pengawasan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang dinilai seharusnya mampu memastikan hak aparatur desa tersalurkan sesuai ketentuan.

“Ketua BPD juga harus bertanggung jawab karena memiliki hak pengawasan terhadap kepala desa dan harus memperjuangkan hak warga maupun RT,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Desa Mulyajaya maupun unsur BPD setempat belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan keterlambatan pembayaran honor RT, RW, dan Kadus tersebut.

Masyarakat kini menanti penjelasan terbuka dari pemerintah desa agar polemik yang berkembang tidak semakin menimbulkan keresahan di tengah publik.

Penulis: Apih kasur

Editor: Aan Ade Warino

Berita Terkait

Bupati Aep Tekankan Jabatan ASN sebagai Amanah, Dorong Kolaborasi dan Integritas
Hari Kesaktian Pancasila 2026, Pemkab Karawang Gelar Upacara Khidmat di Plaza Pemda
APBD Perubahan 2026 Karawang Disepakati, Pemkab Fokus Perkuat Kesejahteraan Masyarakat
Ratusan Kapal Iringi Pelarungan Dondang, Ruat Laut Blanakan ke-59 Meriahkan Laut Jawa dan Jadi Simbol Syukur Nelayan Subang
DPRD Karawang Gelar Rapat Paripurna, Bahas Perubahan APBD 2026 hingga APBD 2027
Bapenda Karawang Hadirkan Pelayanan Pajak Jemput Bola di Gebyar PATEN Kecamatan Majalaya
Kabar Gembira! Pemkab Karawang Beri Diskon hingga 80 Persen dan Bebas Denda PBB-P2
Bapenda Karawang Bahas Raperbup DBH-PDRD Bersama DPMD
Berita ini 0 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 03:20

Selesai Diikuti Ratusan Atlet, Kejurkab PBSI Karawang 2026 Dihujani Protes Soal Aturan ID Peserta

Senin, 12 Oktober 2026 - 03:15

Kejurkab PBSI Pengkab Karawang 2026, Tuai Protes

Minggu, 11 Oktober 2026 - 04:25

Proyek Sanitasi Ratusan Juta di Pajaten Jadi Sorotan, 23 Unit Dibangun, Papan Informasi Diduga Belum Terpasang

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:44

210 Bakal Calon Kades Ikuti Tes CAT, Bupati Karawang Tegaskan Seleksi Harus Transparan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 01:51

Pekerja Tak Pakai APD, Proyek Rehabilitasi SDN Batujaya I Karawang Jadi Sorotan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:59

Viral Video Genangan di Depan SPPG Pasirjengkol 3 Karawang, Benarkah Limbah Dapur? Ini Klarifikasinya

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:45

DPRD Karawang Terima Aspirasi Pedagang Pasar Telagasari, Revitalisasi Diminta Ditunda

Senin, 5 Oktober 2026 - 05:11

2.251 Anggota BPD Karawang Dilantik, Masa Keanggotaan 2026–2034

Berita Terbaru