Dijanjikan Kerja di Turki, Malah Berujung di Irak: Dua PMI Asal Jabar Menanti Jalan Pulang

- Penulis

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:04

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KARAWANG | Lintaskarawang.com – Harapan mendapatkan kehidupan yang lebih baik melalui pekerjaan di luar negeri berubah menjadi persoalan bagi dua pekerja migran Indonesia (PMI) asal Jawa Barat yang kini berada di Irak.

Salah seorang di antaranya diketahui berasal dari wilayah Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, sedangkan satu lainnya disebut berasal dari Bandung, Jawa Barat. Keduanya kini diharapkan mendapat perlindungan serta bantuan dari pihak berwenang agar dapat kembali ke Indonesia dengan selamat.

Salah seorang PMI bernama Sapnah binti Iwan mengaku berangkat dari Indonesia pada 18 Agustus 2025 setelah dijanjikan pekerjaan di Turki. Namun, menurut pengakuannya, sesampainya di Turki dirinya justru dikirim ke Irak.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam rekaman video yang diterima media, Sapnah menceritakan bahwa proses keberangkatannya disebut dilakukan melalui seorang sponsor bernama Fatma dan agen bernama Wati.

“Saya dijanjikan untuk kerja di Turki. Saya berangkat tanggal 18 Agustus 2025. Nyatanya setelah sampai Turki saya dijual lagi, saya dikirim lagi ke Irak,” ujar Sapnah.

Setibanya di Irak, Sapnah mengaku kembali mengalami persoalan. Ia menyebut sempat mendapatkan majikan, tetapi kondisi pekerjaan yang dijalaninya tidak sesuai dengan harapan.

Menurut keterangannya, dirinya kemudian mengeluhkan kondisi tersebut kepada sponsor dan agen. Namun, ia mengaku nomor komunikasinya justru diblokir.

“Saya sempat kabur dan memutuskan untuk balik lagi ke kantor. Saya tidak dikasih kerja selama delapan bulan. Sekarang baru dikasih kerja, baru kerja satu bulan dan saya belum menerima gaji,” katanya.

Sapnah juga mengaku merasa takut terhadap orang-orang yang berada di kantor tempatnya tinggal atau bekerja. Kondisi tersebut membuat dirinya berharap ada pihak yang dapat membantu proses kepulangannya.

“Ya, mudah-mudahan bisa pulang secepatnya. Saya juga bertahan di sini karena takut sama orang kantor. Saya nggak ada pilihan lain,” ungkapnya dalam pesan yang disampaikan kepada pihak yang tengah berupaya membantu kepulangannya.

Kondisi Sapnah membuat keluarganya di Indonesia diliputi kekhawatiran. Jarak yang jauh serta keterbatasan akses komunikasi membuat keluarga berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk memastikan keselamatan anak mereka.

Dalam keterangannya kepada media, orang tua Sapnah bahkan menyampaikan permohonan langsung kepada pemerintah agar anaknya dapat dipulangkan.

“Saya mohon kepada Pak Gubernur, Pak Bupati dan semua atasan. Pulangkan anak saya yang berada di Irak, yang bernama Sapnah. Saya takut ada apa-apa karena dia nggak betah di sana,” ujar orang tua Sapnah Pada,Senin (10/08/2026).

Ia mengatakan Sapnah sejak lama ingin kembali ke Indonesia. Sang ibu juga mengaku tidak memiliki banyak tempat untuk meminta pertolongan setelah Sapnah kehilangan ayahnya.

“Saya di sini seorang diri. Kalau bukan kepada Bapak, saya minta tolong kepada siapa? Saya takut anak saya kenapa-napa di sana. Saya mohon pulangkan anak saya dengan selamat ke Indonesia,” katanya.

Persoalan tersebut mencuat setelah keterangan dari salah seorang PMI mengindikasikan adanya perbedaan antara negara tujuan yang dijanjikan dengan negara tempat mereka akhirnya berada.

Sapnah mengaku awalnya dijanjikan pekerjaan di Turki. Namun setelah tiba di negara tersebut, ia disebut kemudian dikirim ke Irak.

Dalam informasi lain yang diterima pihak yang membantu kepulangan, proses keberangkatan kedua PMI tersebut diduga tidak melalui prosedur penempatan PMI sebagaimana mestinya.

Baca Juga:  Didukung 17 PWI Daerah, HCB Resmi Daftar Balon Ketua Umum PWI Pusat

Keduanya juga disebut menghadapi persoalan terkait pekerjaan, upah, tempat tinggal, hingga perlindungan selama berada di luar negeri.

Namun, informasi tersebut masih berdasarkan pengakuan pekerja migran dan dokumen identitas serta paspor yang diperlihatkan kepada pihak yang berupaya membantu. Kebenarannya masih perlu diverifikasi oleh instansi berwenang.

Dalam perkembangan informasi tersebut, Sapnah juga memberikan foto seorang perempuan yang disebut bernama Wati dan saat ini berada di Turki.

Sapnah menyebut perempuan tersebut memiliki keterkaitan dengan proses keberangkatannya hingga akhirnya berada di Irak.

“Ini mukanya Bu Wati yang di Turki, yang ngirim saya ke Irak, Pak,” demikian keterangan Sapnah saat memberikan foto tersebut kepada pihak yang berupaya membantu.

Meski demikian, dugaan keterlibatan Wati tersebut masih sebatas pengakuan dari Sapnah. Hingga berita ini disusun, belum diperoleh konfirmasi langsung dari Wati maupun pihak lain yang disebut berkaitan dengan proses perekrutan dan pemberangkatan.

Karena itu, diperlukan klarifikasi menyeluruh untuk mengetahui siapa yang merekrut, siapa yang mengurus keberangkatan, dokumen apa yang digunakan, negara tujuan yang tercantum dalam dokumen, serta bagaimana hubungan antara pihak yang disebut sebagai sponsor dengan kedua PMI tersebut.

Keluarga berharap persoalan tersebut tidak hanya berhenti pada proses pemulangan, tetapi juga mendapat penanganan resmi apabila ditemukan adanya pelanggaran dalam proses penempatan pekerja migran.

Pemerintah dan instansi terkait diharapkan dapat memastikan keberadaan serta kondisi kedua PMI tersebut, memberikan perlindungan dan pendampingan, sekaligus membantu proses kepulangan apabila berdasarkan hasil pemeriksaan memang diperlukan.

Perhatian juga diharapkan datang dari berbagai pihak yang selama ini menerima pengaduan masyarakat Jawa Barat, termasuk tokoh publik seperti Dedi Mulyadi (KDM).

Namun, penanganan kedua PMI tersebut tetap diharapkan dilakukan melalui mekanisme resmi agar keselamatan, hak, dan kepentingan hukum mereka dapat terlindungi.

Kasus tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat yang hendak bekerja ke luar negeri agar tidak mudah menerima tawaran pekerjaan tanpa memastikan legalitas proses keberangkatan.

Calon PMI perlu memastikan identitas perusahaan atau pihak yang melakukan penempatan, dokumen perjalanan, kontrak kerja, negara tujuan, besaran upah, mekanisme pembayaran, jaminan perlindungan, hingga jalur pengaduan apabila menghadapi persoalan di negara tujuan.

Sebab, bekerja di luar negeri bukan hanya persoalan mendapatkan penghasilan. Ada hak pekerja migran yang harus dilindungi dan prosedur penempatan yang semestinya dipenuhi.

Kini keluarga Sapnah masih berharap ada langkah konkret dari pihak berwenang untuk memastikan kondisi kedua PMI tersebut dan membantu mereka kembali ke Tanah Air dengan selamat.

Sementara dugaan adanya proses pemberangkatan yang tidak sesuai prosedur juga diharapkan dapat ditelusuri secara menyeluruh.

Apabila dari hasil pemeriksaan nantinya ditemukan adanya pelanggaran, pihak-pihak yang terbukti bertanggung jawab diharapkan dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Informasi mengenai dugaan penempatan tidak sesuai prosedur, kondisi pekerjaan, dugaan tidak dibayarkannya upah, serta keterlibatan pihak tertentu dalam berita ini masih bersumber dari keterangan pekerja migran, keluarga, dan dokumen yang diperlihatkan kepada pihak yang membantu.(LK)

Berita Terkait

Resmi! Polres Karawang Naik Status Jadi Polresta, Kombes Mario Prahatinto Resmi Pimpin
Refleksi 30 Tahun Kudatuli, DPC PDI Perjuangan Karawang Gelar Teatrikal “Suara Diponegoro” dan Renungan Malam
Warga Perum Karawang Jaya Gotong Royong Sambut HUT ke-81 RI, Semangat Nasionalisme dan Kebersamaan Menggema
Dewan Pers Tegur Ucapan yang Merendahkan Wartawan, Hotman Paris Akhirnya Minta Maaf
Di Harkopnas ke-79 Presiden Prabowo Euweuh Pangaruhna Pemerintah Tetap Fokus Jalankan Program Rakyat
Harkopnas Ke – 79 Karawang Mobilisasi 2.050 Anggota KDPMP Siap Wujudkan Koperasi Berdaya
Wamensos Lepas Kontingen Garuda Baru, Indonesia Siap Berlaga di Street Child World Cup Meksiko
Kemenpora dan Kemenperin Teken PKS, Perkuat Industri Olahraga Nasional
Berita ini 0 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 08:14

Jembatan Perintis Garuda Diresmikan, Sambungkan Kalijati-Kamurang dan Permudah Akses Warga

Senin, 10 Agustus 2026 - 06:02

Pemkab Karawang Serentak Salurkan Vitamin dan Kalsium untuk Balita, Tekan Angka Stunting

Senin, 10 Agustus 2026 - 05:56

56 Pramuka Karawang Dilepas Menuju Jambore Nasional XII 2026 di Cibubur

Minggu, 9 Agustus 2026 - 03:45

‎Pemkab Karawang Tertibkan 93 Bangunan Liar di Sekitar Gerbang Tol Karawang Timur ‎

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:59

Gerak Cepat! H. Karsim Langsung Eksekusi Normalisasi Irigasi Usai Petani Mengeluh

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:16

Maju sebagai Calon BPD Desa Darawolong,Robi Herawan Nomor Urut 2 Siap Perjuangkan Aspirasi Warga Dusun Kali Jeruk.

Selasa, 4 Agustus 2026 - 07:20

Cetak Bibit Juara, Pemkab Karawang Gelontorkan Rp32,7 Miliar untuk Infrastruktur Olahraga dan Pendidikan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 06:58

Dewan Tani H. Karsim Perintahkan Gotong Royong Bersihkan Saluran Air Jalur Pertamina di Rawamerta

Berita Terbaru