Karawang | Lintaskarawang.com – Menyusul pemberitaan terkait belum terlibatnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal dalam operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Kemiri, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, Ketua Yayasan Pangan Lestari Nusantara, Hendra Wijaya, akhirnya angkat bicara dan menyampaikan hak jawab.
Hendra menegaskan, pihak yayasan tidak pernah menutup ruang kolaborasi dengan masyarakat sekitar, ia menjelaskan, dapur SPPG yang berada di Desa Kemiri saat ini belum beroperasi karena baru selesai tahap pembangunan dan masih dalam proses persiapan sistem operasional.
“Perlu kami luruskan bahwa dapur SPPG sampai saat ini belum beroperasi dan baru selesai pembangunan, saat ini kami masih fokus pada penyesuaian standar operasional, administrasi, serta pemenuhan berbagai ketentuan program MBG,” ujar Hendra saat memberikan klarifikasi, Sabtu (02/05/26).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, Yayasan Pangan Lestari Nusantara sangat menghargai aspirasi masyarakat, khususnya para pelaku UMKM yang berharap dapat terlibat dalam program tersebut.
“Kami sangat menghargai aspirasi masyarakat, khususnya pelaku UMKM di lingkungan sekitar, yayasan tidak pernah memiliki niat mengabaikan potensi lokal,” katanya.
Ia menjelaskan, program MBG memiliki standar khusus dalam pengadaan bahan pangan, proses pengolahan, hingga distribusi makanan yang seluruhnya harus mengikuti regulasi dan prosedur yang telah ditetapkan.
Karena itu, lanjut dia, proses penjajakan kerja sama dengan pihak luar, termasuk UMKM lokal, membutuhkan tahapan verifikasi guna memastikan kualitas serta keamanan pangan tetap terjaga.
“Bukan berarti masyarakat tidak dilibatkan, justru kami membuka peluang seluas-luasnya, namun semuanya harus melalui proses agar kualitas layanan tetap sesuai standar program,” tegasnya.
Hendra juga memastikan, ketika dapur SPPG mulai beroperasi, pihak yayasan akan melibatkan tenaga kerja dari lingkungan sekitar sebagai bentuk komitmen terhadap pemberdayaan masyarakat lokal.
“Tentunya kami akan melibatkan warga sekitar dalam beberapa posisi operasional dan ke depan, kami juga akan membuka ruang komunikasi dengan pelaku usaha lokal agar bisa terbangun sinergi yang baik,” tambahnya.
Menanggapi aspirasi yang berkembang di masyarakat, yayasan juga menyatakan siap membuka dialog dengan warga, tokoh lingkungan, maupun pelaku UMKM guna membahas peluang kemitraan yang dapat dijalankan secara berkelanjutan.
“Kami terbuka untuk berdiskusi, harapan kami, program ini tidak hanya sukses dalam pemenuhan gizi anak, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar,” pungkasnya.
Dengan adanya klarifikasi tersebut, Yayasan Pangan Lestari Nusantara berharap informasi yang berkembang di tengah masyarakat dapat dipahami secara utuh, proporsional, dan berimbang.
Penulis: Apih Kasur
Editor: Aan Ade Warino













Tinggalkan Balasan