Universitas Singaperbangsa (Unsika) Gelar Konferensi Pers Terkait Pembangunan Kelas Kontainer untuk Mengatasi Kekurangan Ruang Kelas

- Penulis

Selasa, 17 Desember 2024 - 14:44

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Lintaskarawang.com – Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) menggelar konferensi pers di Gedung Opon Kampus Unsika pada hari Selasa, 17 Desember 2024, untuk memaparkan terobosan terbaru dalam upaya mengatasi kekurangan ruang kelas di kampus tersebut.

Konferensi pers tersebut dihadiri oleh awak media, Wakil Rektor 2 Safuri, Wakil Rektor 3 Amirudin, Kepala Biro Kurniawan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Indra Budiman, dan Kepala Bagian Humas Unsika, Anna. Rektor Unsika, melalui Kepala Biro Kurniawan, menjelaskan bahwa kampus menghadapi kebutuhan mendesak akan ruang kelas seiring dengan jumlah mahasiswa yang terus berkembang. Dengan 18.000 mahasiswa aktif dan hanya 84 ruang kelas yang tersedia, Unsika memerlukan tambahan 66 ruang kelas untuk memenuhi kebutuhan akademik.

Sebagai solusi sementara, Unsika memutuskan untuk membeli 40 unit cabin kontainer yang akan diubah menjadi ruang kelas. Setiap cabin akan digunakan untuk dua kelas dengan anggaran yang total mencapai Rp6,4 miliar, yang bersumber dari Badan Layanan Umum (BLU) Unsika.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pembelian cabin kontainer ini adalah solusi cepat untuk mengatasi kekurangan ruang kelas yang ada. Satu cabin seharga Rp159 juta akan menampung dua kelas. Langkah ini kami tempuh sementara menunggu pembangunan ruang kelas permanen yang dijadwalkan dimulai pada tahun 2025, ujar Kurniawan.

Baca Juga:  Tokoh Karawang H. Karda Wiranata Menyesalkan Perlakuan Tak Etis dari Pihak Unsika

Wakil Rektor 2, Safuri, menambahkan bahwa Unsika sebenarnya sudah memiliki Detail Engineering Design (DED) untuk pembangunan ruang kelas permanen, namun terhambat oleh perubahan satuan biaya yang terjadi setelah pandemi COVID-19. Sebagai langkah alternatif, Unsika memilih kelas kontainer karena proses pengadaan yang lebih cepat.

Penggunaan cabin kontainer ini akan memungkinkan kami untuk segera memenuhi kebutuhan ruang kelas. Kami pastikan bahwa fasilitas pendukung yang ada di dalamnya akan memadai untuk kenyamanan mahasiswa kata Safuri.

Meski begitu, beberapa pihak mempertanyakan kondisi kontainer yang sudah disusun di atas tanah tanpa paving block yang sempurna. Safuri menjelaskan bahwa hal ini dilakukan untuk efisiensi waktu.

Paving block sedang dipasang agar area tidak becek, dan batu-batu kerikil digunakan sebagai solusi sementara. Kami prioritaskan penyelesaian ruang kelas dulu, sedangkan urusan landscape akan dikerjakan pada tahun 2025,tambahnya.

Pihak Unsika menegaskan bahwa meskipun penggunaan kelas kontainer ini bersifat sementara, mereka berkomitmen untuk terus meningkatkan infrastruktur pendidikan di masa mendatang, dengan pembangunan ruang kelas permanen yang sudah direncanakan.

Dengan langkah ini diharapkan kebutuhan ruang kelas bagi mahasiswa dapat segera terpenuhi dan tidak menghambat proses belajar mengajar di Universitas Singaperbangsa Karawang. (Ripai/Suci)

Berita Terkait

Lomba Keagamaan Semarakkan Maulid Nabi di SMPN 2 Lemahabang, Bibit Potensial Mulai Disaring
PSYNERGY Competition 2026 Digelar Perdana, Fakultas Psikologi UBP Karawang Perkuat Jejaring Mahasiswa Tingkat Nasional
Jam Kerja, Pegawai Disdikbud Terlihat Gunakan Sandal, Disiplin Aparatur Dipertanyakan
Dari Perjuangan Menuju Wisuda, Mulyana Hanafi, S.E. Siap Melangkah dan Berkarya
LARANG JUAL BELI LKS, DISDIKBUD KARAWANG DINILAI BELUM JAWAB SOAL PENGAWASAN DAN SANKSI
Disdikbud Karawang Terbitkan Surat Edaran, Sekolah Negeri Dilarang Jual LKS, Buku, dan Seragam
Era Baru Pelayanan Pendidikan di Karawang, Disdikbud Resmikan Ruang Layanan Terpadu
Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UNSIKA Gelar Workshop “From Theory to Practice” untuk Mempersiapkan Calon Guru Bahasa Inggris yang Adaptif
Berita ini 25 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 05:14

Warga Mulyajaya Soroti Aset dan Dana Desa Rp190 Juta, Inspektorat Diminta Tegak Lurus

Rabu, 16 September 2026 - 02:32

Lebih Praktis! TANGKAR Resmi Jadi SuperApp untuk Semua Layanan Publik Karawang

Jumat, 11 September 2026 - 04:25

Sungai Perbatasan Cilamaya–Ciasem Dikeluhkan Berbau Menyengat, Warga Minta DLHK Turun Tangan

Jumat, 11 September 2026 - 04:12

Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Jalan Poros Tanjung Mekar Rp189 Juta Disorot Warga

Jumat, 11 September 2026 - 02:35

DPRD Karawang Resmi Dukung Draft RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Kamis, 10 September 2026 - 12:14

Skandal KPR Fiktif Karawang Makin Melebar! Kejari Tetapkan Dua Bos Bank Himbara Jadi Tersangka, Total Kini 7 Orang

Kamis, 10 September 2026 - 08:22

Proyek Jalan di Puseurjaya Disorot, Muncul Dugaan Permintaan Uang Koordinasi hingga Jutaan Rupiah

Senin, 7 September 2026 - 12:27

63 Desa Terima LHP AMJ, Publik Karawang Menanti Dibukanya Temuan dan Tindak Lanjut

Berita Terbaru