Karawang, Lintaskarawang.com – Tokoh masyarakat Karawang sekaligus mantan anggota DPRD Kabupaten Karawang, H. Karda Wiranata, menyatakan kekecewaan mendalam atas perlakuan tidak etis yang diterimanya saat berkunjung ke Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika), Selasa (2/7/2025).
Dalam pernyataannya, H. Karda menjelaskan bahwa kunjungan tersebut dilakukan atas dasar niat baik untuk membantu seorang warga Batujaya yang tidak mampu dan telah tertahan ijazah S1-nya selama tujuh tahun akibat tunggakan biaya. Ia mengaku telah menyampaikan maksud tersebut secara resmi melalui pesan WhatsApp kepada Rektor Unsika, dan mendapat balasan persetujuan untuk hadir ke kampus.
Namun sesampainya di lokasi yang telah disepakati, H. Karda justru mendapat perlakuan yang tidak pantas. Ia mengaku dihadang oleh petugas keamanan kampus serta seseorang yang mengaku sebagai perwakilan Humas Unsika, yang memperlakukannya seolah-olah sebagai orang asing dan tidak diinginkan kehadirannya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Padahal saya sudah menyampaikan maksud kedatangan dan bahkan sudah berkomunikasi langsung dengan rektor. Tapi saya diperlakukan tidak sopan, seperti orang yang ingin mengacau,” ujar H. Karda dalam siaran persnya, Kamis (3/7/2025)
Ia menyayangkan sikap tidak profesional dan minim etika dari pihak kampus, terutama karena kedatangannya bertujuan untuk membantu masyarakat yang kesulitan. Ia pun mempertanyakan mengapa ajudan maupun staf humas justru menghadang jika benar Rektor Unsika bersedia menemuinya.
“Ini bentuk penghinaan, bukan hanya kepada saya, tapi juga terhadap semangat kemanusiaan untuk membantu rakyat kecil. Sebagai orang yang dulu turut memperjuangkan status negeri Unsika, saya merasa dikhianati,” tambahnya.
Lebih lanjut, H. Karda menegaskan bahwa ia tidak sedang mencari keuntungan pribadi dari kunjungan itu. Sebaliknya, ia menekankan bahwa kampus semestinya menjadi ruang terbuka yang menjunjung tinggi nilai-nilai etika, empati, dan kemanusiaan.
Ia menyerukan kepada Rektor Unsika dan seluruh civitas akademika untuk melakukan introspeksi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi, terutama kepada pihak-pihak yang datang dengan niat baik.
“Pernyataan ini saya sampaikan sebagai tanggung jawab moral kepada publik, dan demi menjaga marwah Unsika sebagai lembaga pendidikan yang seharusnya berpihak pada rakyat,” pungkasnya.
(LK/Dadan)













Tinggalkan Balasan