Dugaan Korupsi Dana Desa Panyingkiran: Program Ketahanan Pangan dan BUMDes Jadi Sorotan

- Penulis

Kamis, 12 September 2024 - 05:48

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, lintaskarawang.com – Dugaan korupsi Dana Desa yang melibatkan Kepala Desa Panyingkiran, Kusnadi, semakin mencuat dan sulit terbantahkan. Beberapa program prioritas yang tercantum dalam laporan pertanggungjawaban Desa Panyingkiran untuk tahun anggaran 2022-2023, seperti program Ketahanan Pangan dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), menjadi sorotan.

Pada tahun anggaran 2022, Pemerintah Desa (Pemdes) Panyingkiran menerima Dana Desa sebesar Rp 1.200.703.000. Dari jumlah tersebut, terdapat realisasi anggaran untuk BUMDes sekitar Rp 70.496.000, pengadaan alat pertanian Dong Fleng senilai Rp 17.145.000, alat produksi pertanian sebesar Rp 60.000.000, serta pengadaan kambing pedaging sebesar Rp 51.960.000.

Pada tahun 2023, anggaran untuk BUMDes kembali dianggarkan sebesar Rp 20.000.000. Namun, menurut salah seorang warga setempat yang berinisial JG, BUMDes yang dibangun sejak tahun 2021 tidak pernah beroperasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“BUMDes dibangun tahun 2021, tapi dari awal sampai sekarang gak pernah beroperasi, Bang,” ujar salah seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya.

Baca Juga:  Promotor Judi Online Dapat Dijerat Ancaman Pidana

Selain itu, pada tahun anggaran 2023, anggaran untuk pembelian domba senilai Rp 50.000.000 dan sapi sebesar Rp 80.000.000 juga dianggarkan. Namun, dari hasil investigasi tim Jejakhukum.net di lapangan, ditemukan bahwa semua program Ketahanan Pangan, termasuk pengelolaan sapi dan domba, dikelola langsung oleh Kepala Desa.

Temuan ini semakin memperlihatkan buruknya manajemen Pemerintah Desa Panyingkiran dalam mengelola Dana Desa, menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan masyarakat.

Ketika dihubungi terpisah melalui WhatsApp pribadinya pada Rabu (11/09/24), Kepala Desa Panyingkiran, Kusnadi, tidak memberikan tanggapan apapun terkait masalah ini.

Masyarakat berharap agar dugaan penyalahgunaan Dana Desa ini dapat segera terungkap dengan pemeriksaan oleh pihak Kejaksaan demi mendapatkan kejelasan. (Red)

Berita Terkait

BPD Kutaampel Laporkan Kades ke Polisi, Pengelolaan Anggaran Desa 2025 Dipersoalkan
Diduga Cemarkan Nama Baik FWJI, Mantan Ketua Korwil Bekasi RSP alias Ros Dilaporkan ke Polisi
Ketua Umum Garda Wisesa Nusantara Kutuk Keras Oknum Pembuang Limbah B3 di Irigasi Desa Telukbango: “Ini Kejahatan Lingkungan”
Aktivitas Pengurugan di Lahan LP2B Masih Berjalan, Ketegasan Satpol PP Karawang Dipertanyakan
Dede Mulyana Kecam Dugaan Penculikan dan Penganiayaan Pengurus Karang Taruna Tamelang, Minta Kasus Diusut Tuntas
Seruan Musyawarah Berujung Dugaan Penculikan, Pengurus Karang Taruna Tamelang Mengaku Disiksa OTK
LBH Soroti Dugaan Pelanggaran Aset Negara di SDN Ciranggon I, Dinas dan APH Didesak Bertindak
Diduga Bongkar Aset Sebelum Izin Penghapusan, Revitalisasi SDN Ciranggon I Karawang Menuai Sorotan
Berita ini 33 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 04:57

GMPI DPC CIKAMPEK SURATI PT CELEBES NATURAL PROPERTINDO, TUNTUT HAK INVESTOR PASAR PEMDA

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:27

JAGA REPUTASI INVESTASI BYD DAN VINFAST, FMSB DESAK PENEGAKAN HUKUM TERKAIT PT CMM DI SUBANG

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:03

MIRIS! Rumah RUTILAHU di Dewisari Rampung Sebulan, Upah Pekerja Tak Kunjung Dibayar, Warga Malah Tekor Rp800 Ribu

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:30

Ketum BARAK Indonesia Tantang KIM Buka Data: Jangan Asal Kaitkan Ormas dengan Gangguan Investasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:23

Ketum Banaspati Minta KIM Tak Cap Ormas dan LSM sebagai Gangguan Investasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:52

KIM Dikritik KOMPAK: Kritik Masyarakat Jangan Dicap Gangguan Keamanan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:43

Laskar Merah Putih Kritik KIM: Jangan Stigmatisasi Ormas sebagai Pengganggu Investasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:29

Fajar Try Suari Kritik Narasi KIM: Audiensi Ormas dan LSM Tak Bisa Serta-Merta Dikategorikan Gangguan Investasi

Berita Terbaru