Karawang, Lintaskarawang.com – Kondisi jalan raya yang menghubungkan Pasir Kaliki dengan Desa Tegalsawah menuai sorotan tajam dari masyarakat. Pasalnya, jalan yang baru saja dibangun atau diperbaiki oleh Dinas PUPR Kabupaten Karawang itu kini sudah kembali berlubang meski belum genap satu bulan sejak selesai dikerjakan.
Fenomena ini menimbulkan pertanyaan besar soal kualitas pekerjaan proyek yang didanai dari uang rakyat tersebut. Alih-alih memberi kenyamanan bagi pengguna jalan, hasil perbaikan justru memperlihatkan indikasi asal jadi.
Kritik masyarakat semakin menguat lantaran papan informasi proyek yang sebelumnya berdiri di lokasi sudah tidak terlihat lagi. Hilangnya papan proyek itu membuat publik tidak tahu siapa pelaksana pekerjaan, berapa besar anggaran yang digunakan, serta berapa lama masa pengerjaannya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Baru sebentar dicor, sekarang sudah mulai rusak lagi. Kalau begini caranya, jelas pemborosan anggaran. Kami sebagai warga kecewa berat,” ujar salah seorang pengguna jalan yang enggan disebutkan namanya Selasa (19/8/2025).
Rusaknya jalan ini bukan hanya sekadar persoalan estetika atau kenyamanan, tetapi juga berpotensi membahayakan pengendara roda dua maupun roda empat yang melintas setiap hari. Lubang-lubang yang muncul mendadak bisa menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
Sejumlah warga menduga lemahnya pengawasan dari pihak terkait menjadi salah satu penyebab kualitas pekerjaan tidak maksimal.
Pihak Dinas PUPR Karawang diminta segera memberikan klarifikasi atas kondisi ini. Publik berhak tahu mengapa jalan baru diperbaiki sudah kembali rusak dalam hitungan minggu, serta siapa pihak kontraktor yang bertanggung jawab.
Kasus ini menjadi cermin buruknya manajemen proyek infrastruktur di daerah. Jika dibiarkan berulang, bukan hanya masyarakat yang dirugikan, tetapi juga wibawa pemerintah daerah yang dipertaruhkan.
Kini, masyarakat menunggu langkah tegas dari PUPR Karawang. Apakah perbaikan kembali akan dilakukan dengan standar yang benar, atau sekadar tambal sulam yang tak bertahan lama? Jawaban atas pertanyaan ini akan menentukan apakah anggaran publik benar-benar dikelola untuk kepentingan rakyat, atau hanya menjadi ajang bancakan proyek semata. (LK)













Tinggalkan Balasan