Proyek Pengecatan Gedung DPRD Karawang Berantakan, Cat Berserakan Hingga ke Jalan

- Penulis

Senin, 15 Juli 2024 - 07:06

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Lintaskarawang.com – Proyek pengecatan gedung DPRD Kabupaten Karawang menjadi sorotan publik. Terlihat kasat mata, proyek tersebut berantakan dengan cat yang berserakan hingga ke jalan lalu lalang di sekitar lokasi pengecatan. Kondisi ini menimbulkan dampak sosial yang merasa terganggu dengan situasi tersebut.

Menurut pantauan di lapangan, cat yang digunakan untuk pengecatan gedung DPRD mengotori trotoar dan jalan akibat dari cat yang tercecer. Senin (15/7/2024).

Selain berantakan, proyek pengecatan ini juga menuai kritik karena tidak ada papan informasi yang biasanya terpasang di setiap proyek pembangunan atau renovasi. Hal ini membuat masyarakat bertanya-tanya tentang transparansi dan legalitas proyek tersebut. Beberapa warga menyebut proyek ini sebagai “proyek siluman” karena tidak adanya informasi yang jelas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nurdin Syam, yang akrab dipanggil Mr. Kim, mengungkapkan kekecewaannya terhadap pelaksanaan proyek pengecatan gedung DPRD ini. Menurutnya, perusahaan yang mengerjakan proyek ini seharusnya mendapatkan sanksi tegas. “Perusahaan yang melakukan pengecatan ini harus di-blacklist. Proyek seperti ini sangat merugikan masyarakat dan mencoreng nama baik pemerintah daerah,” tegasnya.

Baca Juga:  SDN Wadas 1 Diduga Lakukan Pungutan Liar Terkait Buku LKS, APH Diminta Tindaklanjuti

Mr. Kim juga menekankan pentingnya pengawasan yang lebih ketat terhadap setiap proyek pembangunan di wilayah Karawang. “Kita harus pastikan setiap proyek dilakukan dengan standar yang tinggi dan tidak merugikan masyarakat. Pengawasan harus diperketat agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tambahnya.

Sementara itu, pihak kontraktor yang bertanggung jawab atas proyek pengecatan gedung DPRD belum memberikan pernyataan resmi terkait kondisi ini. Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi dari media masih belum mendapatkan tanggapan.

Kasus ini menjadi pelajaran bagi semua pihak tentang pentingnya perencanaan dan pelaksanaan proyek yang baik. Transparansi dan akuntabilitas harus menjadi prioritas utama agar proyek-proyek pembangunan dapat memberikan manfaat maksimal. (Red)

Berita Terkait

Warga Mulyajaya Soroti Aset dan Dana Desa Rp190 Juta, Inspektorat Diminta Tegak Lurus
Lebih Praktis! TANGKAR Resmi Jadi SuperApp untuk Semua Layanan Publik Karawang
Wakil Abo Bongkar Polemik Beras Bapanas di Rengasdengklok Selatan: Beras 90 karung di GOR, Warga Mengaku Belum Kebagian
Sungai Perbatasan Cilamaya–Ciasem Dikeluhkan Berbau Menyengat, Warga Minta DLHK Turun Tangan
Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Jalan Poros Tanjung Mekar Rp189 Juta Disorot Warga
DPRD Karawang Resmi Dukung Draft RUU Perlindungan Ketenagakerjaan
Skandal KPR Fiktif Karawang Makin Melebar! Kejari Tetapkan Dua Bos Bank Himbara Jadi Tersangka, Total Kini 7 Orang
Proyek Jalan di Puseurjaya Disorot, Muncul Dugaan Permintaan Uang Koordinasi hingga Jutaan Rupiah
Berita ini 8 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 05:14

Warga Mulyajaya Soroti Aset dan Dana Desa Rp190 Juta, Inspektorat Diminta Tegak Lurus

Rabu, 16 September 2026 - 02:32

Lebih Praktis! TANGKAR Resmi Jadi SuperApp untuk Semua Layanan Publik Karawang

Jumat, 11 September 2026 - 04:25

Sungai Perbatasan Cilamaya–Ciasem Dikeluhkan Berbau Menyengat, Warga Minta DLHK Turun Tangan

Jumat, 11 September 2026 - 04:12

Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Jalan Poros Tanjung Mekar Rp189 Juta Disorot Warga

Jumat, 11 September 2026 - 02:35

DPRD Karawang Resmi Dukung Draft RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Kamis, 10 September 2026 - 12:14

Skandal KPR Fiktif Karawang Makin Melebar! Kejari Tetapkan Dua Bos Bank Himbara Jadi Tersangka, Total Kini 7 Orang

Kamis, 10 September 2026 - 08:22

Proyek Jalan di Puseurjaya Disorot, Muncul Dugaan Permintaan Uang Koordinasi hingga Jutaan Rupiah

Senin, 7 September 2026 - 12:27

63 Desa Terima LHP AMJ, Publik Karawang Menanti Dibukanya Temuan dan Tindak Lanjut

Berita Terbaru