Karawang, Lintaskarawang.com – Pelaksanaan rekrutmen tenaga kerja oleh PT. FCC Indonesia yang digelar di SMKN 12 Bandung pada Senin (21/7) menuai sorotan tajam dari berbagai kalangan, khususnya masyarakat Karawang. Pasalnya, meski perusahaan tersebut beroperasi di wilayah Karawang, proses seleksi justru dilaksanakan di luar daerah dan tidak menyasar langsung sekolah-sekolah kejuruan yang ada di Karawang.
Sebanyak 13 pelamar diketahui lolos seleksi awal dalam rekrutmen tersebut dan dijadwalkan akan mengikuti Medical Check Up (MCU) sebagai tahapan lanjutan. Meskipun proses berjalan lancar dan penuh semangat dari para peserta, kritik justru muncul terkait kebijakan lokasi dan sasaran rekrutmen.
Diketahui, Karawang masih menghadapi tantangan besar dalam hal pengangguran, terutama di kalangan lulusan SMK. Ironisnya, puluhan SMK yang tersebar di Kabupaten Karawang, termasuk sekolah-sekolah unggulan, memiliki lulusan dengan kompetensi yang tidak kalah saing.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Langkah PT. FCC Indonesia ini terkesan mengabaikan potensi tenaga kerja lokal Karawang. Padahal, mereka beroperasi di sini dan seharusnya mendukung program pemerintah daerah dalam mengutamakan penyerapan tenaga kerja lokal,” ujar Angga Dhita Ketua Forum Karawang Utara Bersatu pemerhati ketenagakerjaan di Karawang.
Pemerintah daerah Karawang sendiri selama ini terus menggaungkan komitmennya untuk menekan angka pengangguran melalui sinergi dengan dunia industri dan pendidikan vokasi. Namun, kasus seperti ini justru mencerminkan adanya ketidakharmonisan antara dunia industri dan kebijakan lokal.
Pihak BKK (Bursa Kerja Khusus) di SMKN 12 Bandung pun diminta untuk lebih selektif dalam menjalin kerja sama dengan industri, terlebih bila lokasi kerja perusahaan berada di luar kota mereka. Hal ini dinilai tidak adil bagi pelajar di wilayah sekitar perusahaan yang memiliki harapan untuk mendapatkan pekerjaan sesuai jurusan dan kompetensi mereka.
“Harusnya FCC Indonesia membuka peluang yang adil bagi putra-putri Karawang. Jangan hanya memanfaatkan wilayah tapi tidak memprioritaskan warganya,” tambahnya.
Kritik ini menjadi catatan penting bagi perusahaan yang beroperasi di Karawang agar turut serta dalam mendukung kemajuan daerah, tidak hanya secara ekonomi tetapi juga dalam aspek sosial, termasuk pengurangan angka pengangguran.
“Kami bukan anti-rekrutmen lintas daerah, tapi jangan lupakan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap wilayah tempat mereka berdiri. Karawang butuh kerja nyata, bukan hanya operasional industri semata.”tutupnya. (LK)













Tinggalkan Balasan