Mr Kim: Temuan Map Bertuliskan “Bupati Karawang” di Rumah Eks Kepala BGN Jangan Digiring ke Opini Negatif

- Penulis

Minggu, 7 Juni 2026 - 12:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Ilustrasi

Gambar Ilustrasi

Karawang | Lintaskarawang.com – Aktivis Karawang, Nurdin Syam atau yang akrab disapa Mr Kim, menilai kemunculan sebuah map atau amplop bertuliskan “Bupati Karawang” dalam dokumentasi penggeledahan di kediaman mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) tidak seharusnya langsung dikaitkan dengan dugaan pelanggaran tertentu tanpa dasar fakta yang jelas.

Menurutnya, sejumlah pihak terkesan terlalu cepat membangun opini dan framing negatif terhadap Pemerintah Kabupaten Karawang maupun Bupati Karawang hanya berdasarkan keberadaan sebuah dokumen yang belum diketahui secara pasti isi dan konteksnya.

“Keberadaan map bertuliskan Bupati Karawang belum tentu menunjukkan adanya persoalan. Bisa saja itu merupakan surat resmi pemerintah daerah berupa usulan, permohonan, pemberitahuan, atau korespondensi kedinasan lainnya yang memang ditujukan kepada BGN,” ujar Mr Kim, pada Minggu (7/6/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan bahwa dokumen berlogo atau bertuliskan kepala daerah merupakan hal yang lazim dalam komunikasi antarinstansi pemerintah. Karena itu, menurutnya, publik perlu menunggu fakta yang sebenarnya sebelum menarik kesimpulan.

Mr Kim juga mengingatkan bahwa Kabupaten Karawang selama ini aktif berkoordinasi dengan BGN terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk dalam upaya pemenuhan kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Berdasarkan informasi yang diperolehnya dari Satgas MBG Kabupaten Karawang, kebutuhan SPPG di wilayah Karawang masih cukup besar jika disesuaikan dengan jumlah sekolah yang ada.

“Saat ini terdapat usulan sekitar 174 SPPG yang diajukan kepada BGN. Sangat mungkin dokumen yang dimaksud berkaitan dengan kebutuhan tersebut atau bentuk komunikasi resmi lainnya,” katanya.

Baca Juga:  Analisis Teguh Nurdiansyah: Antara Playing Victim dan Politik Kambing Hitam di Karawang

Selain itu, Mr Kim menyebut Karawang juga pernah menjadi lokasi kegiatan pertemuan SPPG dari beberapa daerah yang dilaksanakan di Hotel Mercure. Oleh karena itu, menurutnya, tidak menutup kemungkinan terdapat berbagai dokumen resmi pemerintah daerah yang berada dalam administrasi maupun arsip kerja pejabat BGN.

Ia juga mengemukakan kemungkinan bahwa dokumen tersebut belum sempat diteruskan kepada pejabat terkait dan masih berada dalam penguasaan staf atau ajudan yang menangani administrasi pimpinan.

Lebih lanjut, Mr Kim berharap pergantian kepemimpinan di BGN tidak menghambat berbagai usulan yang telah diajukan daerah, khususnya terkait kebutuhan SPPG di Kabupaten Karawang.

“Saya berharap Kepala BGN yang baru dapat segera menindaklanjuti kebutuhan SPPG di Karawang agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih optimal. Jika diperlukan, usulan yang sebelumnya telah disampaikan dapat diajukan kembali untuk memastikan prosesnya tetap berjalan,” ujarnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk tidak terburu-buru membangun persepsi negatif sebelum ada penjelasan resmi dan fakta yang lengkap. Menurutnya, yang terpenting saat ini adalah memastikan program-program pelayanan publik tetap berjalan dan kebutuhan masyarakat Karawang dapat terus diperjuangkan.

“Biarkan aparat penegak hukum bekerja berdasarkan fakta dan alat bukti. Sementara pemerintah daerah tetap fokus bekerja untuk masyarakat,” pungkasnya.

(LK)

Berita Terkait

Apakah Meremas Bisa Menghilangkan Stres? Ini Dia Jawabannya !
Musim Proyek, Pejabat Karawang Sulit Dihubungi: Saatnya Bupati Evaluasi Mental ASN yang Antikritik
Kasus Keracunan Makanan MBG di Bandung Timbulkan Efek Domino, Program Terancam Mubazir
Ada Apa? Kerugian Negara Rp5,1 M, Mr KiM Ungkap Klu: “Tunggu Tanggal Mainnya!”
Kritik Adalah Vitamin, Pejabat Karawang Diminta Jangan Antikritik
Asep Mahdum Rowi, SE: Gubernur atau YouTuber? Kepemimpinan Harus Fokus pada Solusi, Bukan Sensasi
Membedah Bukti Pelanggaran RI 36 Milik Raffi Ahmad: Perspektif Ferry Irwandi
Analisis Teguh Nurdiansyah: Antara Playing Victim dan Politik Kambing Hitam di Karawang
Berita ini 0 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:05

Desa Rengasdengklok Selatan Bersama Mahasiswa UBP Resmikan Tempat Pengelolaan Sampah, Dorong Budaya Hidup Bersih dan Ramah Lingkungan

Kamis, 23 Juli 2026 - 07:02

Bupati Karawang Lantik Direksi Petrogas dan Sejumlah Pejabat, Tekankan Profesionalisme dan Kolaborasi

Rabu, 22 Juli 2026 - 17:09

Desa Pasirjengkol Siapkan Rangkaian Semarak HUT ke-81 RI, Kades Ajak Warga Perkuat Persatuan Lewat Beragam Lomba

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:00

Polsek Rengasdengklok Kawal Penertiban Bangunan Liar di Saluran Sekunder PJT II, Berlangsung Aman dan Kondusif

Selasa, 21 Juli 2026 - 05:14

PJT II Dan Pemerintah Kabupaten karawang Tertibkan Bangunan Liar di Saluran Sekunder Cikangkung, Dua Alat Berat Diterjunkan

Senin, 20 Juli 2026 - 05:11

Ormas Paguyuban Masyarakat Karawang Ancam Demo 30 Hari Berturut-turut, Desak Bupati Tinjau Langsung Proyek Bermasalah

Senin, 20 Juli 2026 - 03:39

Sekda Karawang Ingatkan ASN Jaga Etos Kerja Usai Nobar Final Piala Dunia 2026, Omzet UMKM Tembus Rp1,19 Miliar

Minggu, 19 Juli 2026 - 12:53

Menggugat “Diktator Administratif Saatnya Kebijakan Kebudayaan Berpihak pada Seniman, Bukan Sekadar Kertas

Berita Terbaru