Apakah Meremas Bisa Menghilangkan Stres? Ini Dia Jawabannya !

- Penulis

Minggu, 5 April 2026 - 09:27

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar: ilustrasi AI

Gambar: ilustrasi AI

Opini | Lintaskarawang.com – Dalam hiruk-pikuk hidup modern, manusia kerap lupa bahwa tubuh memiliki memori dan naluri yang bekerja lebih cepat dari logika.

Sistem saraf, misalnya, dengan tegas membedakan sentuhan yang aman dan sentuhan yang mengancam, pelukan hangat, genggaman tangan, atau sekadar tepukan ringan di bahu jika dilakukan atas dasar persetujuan mengirim sinyal ke otak bahwa kita berada dalam zona aman.

Hormon stres mereda, oksitosin meningkat, dan tubuh bekerja pada ritme yang lebih lembut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, sentuhan bukan urusan sepele, Ia berhenti menjadi gestur kasih jika dipaksakan, tanpa persetujuan, sentuhan berubah menjadi intrusi yang memicu kewaspadaan. Kita sering menganggap enteng hal ini, seolah tubuh selalu siap menerima kehadiran siapa pun.

Padahal, sistem saraf punya radar yang lebih jujur daripada mulut, ia mengenali kenyamanan, mendeteksi ancaman, dan memberi peringatan dalam diam.

Di tengah masyarakat yang semakin sibuk dan terfragmentasi, sentuhan yang aman justru menjadi barang langka, kita rutin berpapasan, tetapi tak benar-benar hadir. Kontak fisik terjadi, tetapi tidak memberi rasa teduh, dan akibatnya, kadar stres masyarakat terus merangkak naik diam-diam, tapi pasti.

Baca Juga:  Ada Apa? Kerugian Negara Rp5,1 M, Mr KiM Ungkap Klu: “Tunggu Tanggal Mainnya!”

Fenomena ini mengingatkan kita bahwa kualitas relasi jauh lebih penting daripada intensitas interaksi, bukan banyaknya pelukan atau genggaman yang berarti, melainkan siapa yang melakukannya.

Oksitosin tidak bekerja kepada semua orang, ia dipicu oleh rasa percaya. Jika seseorang mampu membuat kita tenang hanya dengan kehadirannya, itu bukan kebetulan biologis itu tanda bahwa tubuh merasa aman dalam jangkauannya.

Kita mungkin hidup di abad teknologi, tetapi kebutuhan paling purba tetap sama merasa aman, dalam dunia yang semakin keras, menemukan seseorang yang bisa menurunkan kadar kortisol hanya dengan kehadirannya adalah sebuah kemewahan. Dan mungkin, di situlah kita perlu berhenti sejenak menandai mereka yang mampu menghadirkan keteduhan tanpa banyak kata. (***)

Editor: Aan Ade Warino

Berita Terkait

Mr Kim: Temuan Map Bertuliskan “Bupati Karawang” di Rumah Eks Kepala BGN Jangan Digiring ke Opini Negatif
Musim Proyek, Pejabat Karawang Sulit Dihubungi: Saatnya Bupati Evaluasi Mental ASN yang Antikritik
Kasus Keracunan Makanan MBG di Bandung Timbulkan Efek Domino, Program Terancam Mubazir
Ada Apa? Kerugian Negara Rp5,1 M, Mr KiM Ungkap Klu: “Tunggu Tanggal Mainnya!”
Kritik Adalah Vitamin, Pejabat Karawang Diminta Jangan Antikritik
Asep Mahdum Rowi, SE: Gubernur atau YouTuber? Kepemimpinan Harus Fokus pada Solusi, Bukan Sensasi
Membedah Bukti Pelanggaran RI 36 Milik Raffi Ahmad: Perspektif Ferry Irwandi
Analisis Teguh Nurdiansyah: Antara Playing Victim dan Politik Kambing Hitam di Karawang
Berita ini 0 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 07:09

Lapangan Pos Merah Berwajah Baru, Ibu-Ibu Senam Grand Kedung Waringin Kompak Sampaikan Terima Kasih kepada Asep Supriadi

Jumat, 5 Juni 2026 - 03:40

Komitmen Jaga Lingkungan, Desa Kamojing Ikuti Lomba Bestari Alam Tingkat Kecamatan Cikampek

Kamis, 4 Juni 2026 - 05:11

Pemdes Rengasdengklok Selatan Salurkan Bantuan Pangan kepada Warga, Masyarakat Sambut Antusias

Selasa, 2 Juni 2026 - 04:34

Ketua DPAC PSN Tempuran Serahkan Tembusan SK Kepengurusan kepada Muspika, Perkuat Sinergi dengan Pemerintah dan Aparat

Senin, 1 Juni 2026 - 06:09

Maju di Pilkades Rengasdengklok Selatan, Aka Prioritaskan Pelayanan dan Kesejahteraan Masyarakat

Senin, 1 Juni 2026 - 04:40

Peringati Hari Lahir Pancasila, Pemuda Pancasila PAC Klari Gelar Tabur Bunga di TMP Pancawati

Senin, 1 Juni 2026 - 02:52

Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Ujang Suhana: Bung Karno Beri Nyali, Tan Malaka Beri Otak, Prabu Siliwangi Beri Adab

Minggu, 31 Mei 2026 - 06:03

Proyek Drainase Pulojaya Disorot: Kualitas Dipertanyakan, Pengawas Jangan Tutup Mata!

Berita Terbaru