Opini | Lintaskarawang.com – Dalam hiruk-pikuk hidup modern, manusia kerap lupa bahwa tubuh memiliki memori dan naluri yang bekerja lebih cepat dari logika.
Sistem saraf, misalnya, dengan tegas membedakan sentuhan yang aman dan sentuhan yang mengancam, pelukan hangat, genggaman tangan, atau sekadar tepukan ringan di bahu jika dilakukan atas dasar persetujuan mengirim sinyal ke otak bahwa kita berada dalam zona aman.
Hormon stres mereda, oksitosin meningkat, dan tubuh bekerja pada ritme yang lebih lembut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, sentuhan bukan urusan sepele, Ia berhenti menjadi gestur kasih jika dipaksakan, tanpa persetujuan, sentuhan berubah menjadi intrusi yang memicu kewaspadaan. Kita sering menganggap enteng hal ini, seolah tubuh selalu siap menerima kehadiran siapa pun.
Padahal, sistem saraf punya radar yang lebih jujur daripada mulut, ia mengenali kenyamanan, mendeteksi ancaman, dan memberi peringatan dalam diam.
Di tengah masyarakat yang semakin sibuk dan terfragmentasi, sentuhan yang aman justru menjadi barang langka, kita rutin berpapasan, tetapi tak benar-benar hadir. Kontak fisik terjadi, tetapi tidak memberi rasa teduh, dan akibatnya, kadar stres masyarakat terus merangkak naik diam-diam, tapi pasti.
Fenomena ini mengingatkan kita bahwa kualitas relasi jauh lebih penting daripada intensitas interaksi, bukan banyaknya pelukan atau genggaman yang berarti, melainkan siapa yang melakukannya.
Oksitosin tidak bekerja kepada semua orang, ia dipicu oleh rasa percaya. Jika seseorang mampu membuat kita tenang hanya dengan kehadirannya, itu bukan kebetulan biologis itu tanda bahwa tubuh merasa aman dalam jangkauannya.
Kita mungkin hidup di abad teknologi, tetapi kebutuhan paling purba tetap sama merasa aman, dalam dunia yang semakin keras, menemukan seseorang yang bisa menurunkan kadar kortisol hanya dengan kehadirannya adalah sebuah kemewahan. Dan mungkin, di situlah kita perlu berhenti sejenak menandai mereka yang mampu menghadirkan keteduhan tanpa banyak kata. (***)
Editor: Aan Ade Warino













Tinggalkan Balasan