TMA Sungai Citarum Naik Signifikan hingga Siaga 1, Potensi Banjir di Wilayah Hilir Karawang Perlu Diwaspadai

- Penulis

Jumat, 23 Januari 2026 - 13:44

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, | Lintaskarawang.com Kenaikan tinggi muka air (TMA) Sungai Citarum kembali menjadi sorotan setelah Perum Jasa Tirta II merilis pembaruan data pemantauan pada Jumat, 23 Januari 2026, pukul 03.00 WIB. Berdasarkan data di titik pantau Kedunggede, TMA Sungai Citarum tercatat mencapai 12,10 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan telah memasuki status Siaga 1, level tertinggi dalam sistem peringatan dini banjir.

Data grafik pemantauan yang dihimpun sejak 22 Januari 2026 menunjukkan tren kenaikan yang konsisten dan cukup tajam. Dalam rentang waktu kurang dari 24 jam, permukaan air Sungai Citarum meningkat lebih dari satu meter. Kenaikan ini diduga kuat dipicu oleh curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah hulu sungai serta daerah tangkapan air di kawasan Citarum.

Kenaikan Bertahap hingga Menembus Ambang Siaga
Berdasarkan grafik TMA Kedunggede, kenaikan muka air terjadi secara bertahap sejak Kamis (22/01/2026) sore. Awalnya, TMA berada di bawah ambang normal, kemudian terus meningkat melewati status Siaga 3 dan Siaga 2, hingga akhirnya menembus ambang Siaga 1 pada Jumat dini hari. Kondisi ini menunjukkan tingginya debit air yang masuk ke badan sungai dalam waktu relatif singkat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Status Siaga 1 menandakan potensi risiko luapan sungai semakin tinggi, terutama bagi wilayah yang berada di dataran rendah serta kawasan bantaran Sungai Citarum di Kabupaten Karawang dan sekitarnya.

Sementara itu, hasil pemantauan di titik Siphon Cibeet menunjukkan kondisi yang relatif lebih terkendali. Pada pembaruan pukul 02.00 WIB, TMA Sungai Cibeet tercatat 16,90 mdpl dan masih berada dalam kategori aman. Meski demikian, grafik juga memperlihatkan adanya kenaikan muka air secara bertahap sejak hari sebelumnya.

Baca Juga:  ACARA YANG BERTEMA EVALUASI PERAN MEDIA DALAM MENINGKATKAN PASTISIPASI MASYARAKAT PADA PILKADA KARAWANG TAHUN 2024, KETUA BAWASLU ANGKAT BICARA !

Kenaikan ini menjadi indikator penting mengingat Sungai Cibeet merupakan salah satu anak sungai yang berkontribusi terhadap aliran Sungai Citarum. Jika intensitas hujan terus meningkat atau berlangsung dalam durasi panjang, tidak menutup kemungkinan status Sungai Cibeet dapat berubah.
Dampak Potensial bagi Wilayah Hilir

Kondisi TMA Sungai Citarum yang berada pada level Siaga 1 berpotensi berdampak pada sejumlah wilayah hilir, khususnya daerah rawan banjir di Kabupaten Karawang. Beberapa kawasan yang berada di sepanjang bantaran sungai berisiko mengalami genangan apabila debit air terus meningkat dan daya tampung sungai terlampaui.

Selain faktor curah hujan, kondisi aliran sungai, sedimentasi, serta sistem drainase di wilayah pemukiman turut menjadi variabel yang memengaruhi cepat atau lambatnya air meluap ke area permukiman warga.

Imbauan Kewaspadaan dan Pemantauan Intensif
Perum Jasa Tirta II mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di sekitar aliran Sungai Citarum, untuk meningkatkan kewaspadaan dan memantau perkembangan informasi resmi. Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan terus melakukan pemantauan intensif serta menyiapkan langkah antisipasi guna meminimalisir dampak banjir, termasuk kesiapsiagaan petugas dan sarana pendukung.

Masyarakat juga diminta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi serta mengutamakan keselamatan apabila terjadi peningkatan debit air secara mendadak.
Pemantauan Berkelanjutan

Perum Jasa Tirta II menegaskan bahwa pemantauan TMA sungai akan terus dilakukan secara berkala dan hasilnya disampaikan kepada publik sebagai bagian dari sistem peringatan dini. Informasi ini menjadi dasar penting bagi pemerintah daerah dan masyarakat dalam mengambil langkah mitigasi bencana secara tepat dan cepat.

(Wahid)

Berita Terkait

Karawang Darurat HIV? 188 Kasus Baru Muncul dalam Tiga Bulan, Remaja Mulai Terpapar
Karawang Disiapkan Jadi Pilot Project Biosaka, Targetkan Pertanian Modern Tanpa Konflik Sosial
Pererat Sinergi, Lurah Palumbonsari Kunjungi Redaksi Lintaskarawang.com
MBG Program Baik, Namun Jangan Dijadikan Ajang Bisnis Proyek
Suami Diduga Habisi Nyawa Istri di Karawang, Sempat Coba Bunuh Diri
Arus Balik Lebaran H+7 di Simpang Jomin Karawang Ramai Lancar, Puncak Diprediksi Akhir Pekan
Diduga Disewakan Secara Ilegal, Lahan PJT II di Rengasdengklok Disulap Jadi Ladang Bisnis Pribadi
Komunitas Siaga Bencana Purwasari Siagakan Ambulans untuk PAM Arus Mudik Lebaran 2026
Berita ini 0 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 04:38

Hadiri Rapat Minggon, Kapolsek Purwasari Ajak Semua Elemen Jaga Kondusifitas Wilayah

Senin, 11 Mei 2026 - 04:12

KDM Hadiri Pelantikan PAN se-Jawa Barat, Zulhas Targetkan Tiga Besar pada Pemilu 2029

Jumat, 8 Mei 2026 - 06:43

Tokoh Masyarakat dan Pemuda Karawang Wetan Bersuara Usai Polemik Proposal Kelurahan, Minta Tata Kelola Lebih Transparan

Rabu, 6 Mei 2026 - 05:13

Jalal Abdul Nasir Buka Program Bantuan Listrik Gratis, Warga Karawang Mulai Bisa Daftar

Selasa, 5 Mei 2026 - 04:10

HUT ke-58, H. Tulus Widodo Tebar Kepedulian untuk Ribuan Warga dan Anak Yatim di Karawang

Senin, 4 Mei 2026 - 15:05

Bawaslu Sambangi DPC PDI Perjuangan Karawang, Konsolidasi Kepartaian Mulai Dipanaskan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:51

Aksi May Day di Karawang Memanas, Massa Bakar Ban dan Aksi di Pemda

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:17

Hak Jawab Yayasan Pangan Lestari Nusantara: Dapur SPPG Kemiri Belum Beroperasi, Peluang UMKM Tetap Terbuka

Berita Terbaru