Pipik Taufik Ismail Pertanyakan Etika Birokrasi Kenapa Harus Langsung ke Gubernur Abaikan Bupati dan DPRD Karawang

- Penulis

Sabtu, 26 Juli 2025 - 04:06

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Lintaskarawang.com – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Dapil Jabar X (Karawang-Purwakarta) yang juga Ketua Fraksi DPC PDI Perjuangan Kabupaten Karawang, Pipik Taufik Ismail, S.Sos., MM., angkat bicara soal pertemuan sejumlah pejabat daerah dengan Gubernur Jawa Barat di Lembur Pakuan terkait isu ketenagakerjaan di Karawang.

Dengan nada tegas, Pipik mempertanyakan prosedur yang diambil oleh pihak-pihak terkait, termasuk Kadisnaker Karawang, perwakilan HRD perusahaan, serta kepala desa yang disebut-sebut langsung menghadap Gubernur tanpa koordinasi terlebih dahulu dengan pemerintah daerah, dalam hal ini Bupati Karawang dan DPRD.

“Ada dokumentasinya nggak, Kadisnaker, HRD, dan Kades bertemu Bupati sebelum ke Lembur Pakuan? Emang harus semuanya diselesaikan Gubernur Kita kan punya Bupati, ada DPRD Karawang, kenapa langsung bypass ke atas dan dipublikasikan seolah semua beres,” ujarnya, Sabtu (26/7/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pipik menyesalkan cara penyelesaian masalah yang seolah-olah mengabaikan otoritas pemerintahan daerah. Ia menegaskan bahwa pemerintah kabupaten punya kapasitas menyelesaikan persoalan SDM, apalagi bila menyangkut hal-hal yang terjadi di wilayah Karawang.

“Saya sesalkan. Ini bukan cuma soal koordinasi, tapi soal etika birokrasi. Kadis kabupaten, kepala desa, harusnya berkoordinasi dulu dengan Bupati. Jangan karena kasusnya viral, semua langsung lari ke Gubernur,” ucap Pipik.

Baca Juga:  Rieke Diah Pitaloka Soroti Lonjakan Harga Minyak Goreng Subsidi di Pasar Johar Karawang, Indikasikan Permainan Stok dan Harga

Lebih lanjut, ia menyentil keras sikap pejabat yang dinilainya meremehkan pemerintah daerah Karawang. Dalam dialek khas Sunda, Pipik melontarkan kritik pedas

“Pantesan maneh ngaledek SDM budak Karawang. Pamaréntah Karawang gé teu dianggap ku maneh. Asa maneh wauh jeung Gubernur, sagalana langsung ka dinya. Padahal aya Bupati, aya DPRD anu jelas-jelas geus ngayakeun dialog jeung maneh teu hadir. Mun hayang backup mah, mending langsung ka Donald Trump wae.”

Pipik menilai tindakan tersebut berbahaya karena bisa menciptakan preseden buruk: setiap ada masalah yang viral, pejabat langsung lompat ke pemerintah provinsi tanpa menghargai struktur pemerintahan daerah yang sah.

“Kalau semua langsung dilempar ke Gubernur, buat apa ada Bupati, DPRD, dan perangkat daerah lain? Ini soal tanggung jawab dan penghargaan terhadap mekanisme yang ada,” katanya.

Ia pun mendesak agar publik diberikan kejelasan apakah benar sudah ada pertemuan resmi antara Kadisnaker Karawang, HRD, dan Bupati sebelum menemui Gubernur. Jika tidak ada, maka ini bisa jadi pelanggaran terhadap etika dan tata kelola pemerintahan yang baik.

Masalah seperti ini seharusnya jadi momentum penguatan peran pemerintah daerah, bukan malah melemahkan dengan loncat-loncat jalur komunikasi, tutupnya. (Ripai)

Berita Terkait

Diduga Ada Mark-Up Anggaran Rehabilitasi SDN Solokan I Pakisjaya, Proyek Rp327 Juta Disorot
Warga Mulyajaya Soroti Aset dan Dana Desa Rp190 Juta, Inspektorat Diminta Tegak Lurus
Lebih Praktis! TANGKAR Resmi Jadi SuperApp untuk Semua Layanan Publik Karawang
Wakil Abo Bongkar Polemik Beras Bapanas di Rengasdengklok Selatan: Beras 90 karung di GOR, Warga Mengaku Belum Kebagian
Sungai Perbatasan Cilamaya–Ciasem Dikeluhkan Berbau Menyengat, Warga Minta DLHK Turun Tangan
Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Jalan Poros Tanjung Mekar Rp189 Juta Disorot Warga
DPRD Karawang Resmi Dukung Draft RUU Perlindungan Ketenagakerjaan
Skandal KPR Fiktif Karawang Makin Melebar! Kejari Tetapkan Dua Bos Bank Himbara Jadi Tersangka, Total Kini 7 Orang
Berita ini 55 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 07:12

GMPI Rengasdengklok Selatan Pertanyakan Mekanisme Pembagian Undangan Beras Bapanas, Soroti Dugaan Keterlibatan Oknum BPD Berinisial DS

Senin, 14 September 2026 - 13:48

Natala Sumedakap Cup 8 Resmi Bergulir, 64 Pasangan Ganda Ramaikan Turnamen Badminton HUT Karawang ke-393

Minggu, 13 September 2026 - 15:25

Anggota KPPS Desa Sampalan Resmi Dilantik, Siap Kawal Pilkades 2026 Berlangsung Jujur, Aman, dan Kondusif,

Minggu, 13 September 2026 - 15:20

Rescue Karang Taruna dan Warga Bengle Bersatu Bersihkan Lingkungan, Semangat Gotong Royong Warnai HUT Karawang ke-393

Selasa, 8 September 2026 - 11:05

Normalisasi Irigasi KW 15 Dimulai, BBWS Citarum Pimpin Pengerukan Sedimentasi Demi 13 Ribu Hektare Sawah Karawang Utara.

Selasa, 8 September 2026 - 07:01

Gebyar PATEN Majalaya Hadirkan Layanan Publik, Bantuan Sosial hingga Penyerahan Kunci Rutilahu

Selasa, 8 September 2026 - 06:58

Job Fair Gratis untuk Warga Desil 1–3, Bupati Aep Pangkas Biaya Pencari Kerja di Karawang

Selasa, 8 September 2026 - 06:55

Wakil Bupati Karawang Resmikan Masjid Al-Hayza di Griya Kosambi Asri, Hadiah Anak untuk Orang Tua Jadi Amal Jariyah

Berita Terbaru